June 23, 2008
rike jokanan

no comments

SERULING BAMBU

SERULING BAMBU

Helaan nafas meniupkan kerinduan

Kepada serumpun bambu dengan sebentuk nada

Lagu hatiku

Terbawa Sang Bayu

Duhai rindunya aku pada rumah jiwaku

Yang terpisah sejak dijadikannya aku seruling

Kuhanya mampu melagukan kidung

Meriuhkan heningnya padang rumput

Ditemani nafas kantuk gembala

Ditingkahi rengek manja ternak yang gembira

Diintai srigala jahat

Helaan nafas meniupkan kerinduan

Kepada serumpun bambu dengan nyanyian jiwa

Kenangan tak tertuliskan

Dihantarkan oleh angin

Apakah kau merindukanku wahai serumpun bambu?

Adakah wajahku teringat olehmu?

Ataukah hanya hilangnya seruas batangmu?

June 15, 2008

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: