MEMBATIK LAGI

MEMBATIK LAGI

Sudah setahun lebih saya tidak memegang canting. Selama itu saya berkutat dengan kesibukan yang tidak bisa saya ungkapkan secara terperinci. Yang pasti selama kurun waktu itu saya membiarkan kompor kecil saya kering sumbunya, wajan tembaga saya penuh dengan malam beku dan canting saya buntu sama sekali.

Saya ingin membatik lagi. Dulu saya membatik bisa sampai pagi. Saya tidak peduli walaupun saya harus membatik di teras luar supaya asap tidak mengganggu pernafasan di dalam ruangan. Saya tidak peduli bahwa malam itu bisa saja maling celana sedang gentayangan,. Saya tidak peduli pada makhluk-makhluk lain yang sejatinya sedang menggoda saya dengan rupa yang berbeda-beda, dari tikus, cicak, kecoa, laba-laba, semut merah dan yang berpakaian compang-camping atau berpakaian kerajaan menembus dinding… Apa itu ya…

Karya batik saya sudah ada beberapa lemabr baik yang telah sempurna proses pembuatannya maupun yang belum diwarnai atau belum dicanting sebagian atau baru dipola. Semua itu membuat saya terpacu untuk menyelesaikan tugas saya. Tugas saya adalah menyempurnakan karya saya. Saya tidak mau karya saya terbengkalai sebelum purna usia. Apapun tugas dan karya saya yang belum tuntas saya anggap hutang. Dan hutang saya harus terbayar sebelum saya meninggal. Batik saya harus jadi dalam waktu dekat.

Satu batik yang akan segera saya kerjakan adalah sebuah selendang sutera yang ingin saya persembahkan pada ibu saya Lebaran ini. Cantik sekali polanya. Saya membayangkan alangkah cantiknya ibu saya mengenakan selendang sutera pada saat shola Id.

Ok, yang penting sekarang saya telah memiliki waktu lagi untuk membatik. Membatik seperti tidka jauh berbeda dengan kegemaran saya menggambar dan melukis namun jujur adanya membatik membutuhkan kesabaran ekstra. Saya tak heran jika setahun ini saya merasa kesabaran saya tidak sebagus ketika saya aktif membatik.

Ternyata kesabaran bukanlah sebuah kata benda yang dapat kita peroleh begitu saja. Kesabaran adalah buha latihan bersabar dalam kehidupan sehari-hari.

Duh, saya ingin membatik lagi…

6 thoughts on “MEMBATIK LAGI

  1. purwatihidayat said: bisa mbatik di atas sutra? kereeeeeennnnn…… aku pernah ikutan belajar mbatik…. walaahhh…. susyahnyaaa…. belepotan aja gitu malemnya…

    bisa, Mbak. tapi ya dikit-dikit masih belepotan he he he… ntar aku tampilkan foto-foto beberapa karya saya ya :-)ayo dong, membatik lagi…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s