BUNGA TOMOHON

BUNGA TOMOHON

(sebuah bukti kekayaan & keindahan alam Indonesia)

Tomohon adalah sebuah kota yang terletak 22 kilometer di sebelah selatan Manado. Dengan ketinggian 700 – 1200 meter di atas permukaan laut, Tomohon merupakan kawasan gembur di garis (abstrak) Wallace.

Kota ini terkenal dengan bunganya. Sebagai daerah subur, Tomohon menjadi daerah pusat perkebunan tanaman hias spesifik Indonesia. Bisnis bunga menjadi faktor penggerak ekonomi masyarakat. Tomohon tak kekurangan bunga. Pada tahun 2005 pemerintah kota menetapkan Tomohon sebagai Kota Bunga.

Sebuah bukti kongkrit akan kekayaan bunga kota Tomohon adalah dengan diselenggarakannya Tournament of Flowers (ToF) atau pawai kendaraan hias yang berlangsung 3 Juli 2008 silam. Acara ini adalah acara puncak dari Tomohon Festival Flower (TFF). Masih ingat festival bunga Pasadena di Amerika Serikat? Kita patut bangga bahwa kita juga memilikinya disini.

46 buah float (kendaraan hias) mewakili 46 pemerintah kota di Indonesia. Mereka mencitrakan ikon kota masing-masing. Ada burung garuda raksasa dari Banjarmasin, bebek bermahkota emas dari Jambi, ikan sura dan buaya dari Surabaya, kerang dan mutiara dari Ambon, miniatur masjid Baiturrahman dari Banda Aceh, burung cendrawasih dari Manokwari, dan sebagainya.

Dan yang perlu diketahui adalah bahwa seluruh bunga yang diperlukan untuk keperluan menghias seluruh float tersebut dipenuhi hampir seluruhnya oleh “cadangan” bunga kota Tomohon. Para petani bunga menyediakan sekitar 20 juta tangkai bunga. Sekitar 14 juta tangkai digunakan untuk mendekorasi float-float yang berpawai tersebut. Dan, pada tanggal 6 juli 2008, 9 juta tangkai bunga disusun membentuk karpet bunga berukuran 80×50 meter. Prestasi ini dicatat oleh MURI (Musium Rekor Indonesia) sebagai karpet bunga terbesar di dunia. Sebuah pencapaian yang patut dikenang.

Indonesia tanah air beta. Pusaka abadi nan jaya. Indonesia sejak dulu kala. Slalu dipuja-puja bangsa. Disana tempat lahir beta. Dibuai dibesarkan bunda. Tempat berlindung di hari tua. Sampai akhir menutup mata.

Semoga kita kembali seperti semua. Menjadi bangsa dan negara yang bermartabat dengan budaya yang terus lestari dan makin beradab. Amin.

Saya tidak mau malu jadi orang Indonesia.

2 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Shanmugam's Blog

Articles on Spirituality. Psychology, Mindfulness, Spiritual Enlightenment & a Collection of my Poems.

niaART

If you are always trying to be normal, you will never know how amazing YOU can be. Maya Angelou

WordPress.com Apps

Apps for any screen

Poetry and Prose

From soul to soul

Eden Hills

My Life on the Farm

Mlathi Wulung

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

Dread Poets Sobriety

Irreverence's Glittering New Low!

Asosiasi Mahasiswa Pecinta Literasi Islami (AMPLI)

Nge-literasi atau terjajah selama-lamanya?

Alifis@Corner

Dinamisasi Otak dan Hati dengan berbagi informasi, ilmu dan pengetahuan

bibilintikan

just a little nod in the ocean

Chez Lorraine

A journal of an Indonesian in The Netherlands

My First Orchid

LEARNING TO CARE FOR YOUR FIRST ORCHID

DBR Foundation Blog

Coming together to solve global problems

Lukecats

About cats and man

A Charmed Yogi

Inspiration to live your yoga from a passionate yogi & yoga teacher

Tatikprice's Blog

Life's experiences of a thirtysomething girl living in the far east of London

%d bloggers like this: