RINDU MENDALAM

RINDU MENDALAM

Ada hari yang menyenangkan

Datang dan pergi jarang-jarang

Mengitari kelemahan jiwa karna rindu Kekasih

Melayangkan pandangan menerawang gelapnya cuaca

Riuh rendahnya bumi tak mampu menjawab kesepian ini

Rentanya dunia tak membawa kebijakan pada kebodohan ini

Jernihnya air tak juga mencuci gejolak kemarahan ini

Ah, adakah desiran angin berhenti menggoda keletihan ini?

Kekasihku,

Kuraba kehadiran dalam keingkaranku

Kurasai kesetiaan dalam kebandelanku

Sungguh kuciptakan pengagungan dalam kelalaianku

Rupanya jiwaku terluka dalam-dalam

Oleh cacahan belati dan sayatan sembilu

Rasanya obat penawar tak mampu pula meredam

Yang sebenarnya kutunggu hanya sentuhanmu

Haaaaaaaaah, dahaga jiwaku

Percikiku seteguk air

Atau setetes saja sepantasnya

Asal embun itu jatuh dari daunmu

Selamatkan aku dari luka rinduku

September 11, 2008

9:27pm

18 thoughts on “RINDU MENDALAM

  1. blackdarksun said: bukan saja embun, tapi hujan yang akan menghampirimunantikan saja moment penyelamatan rindumu yang luka

    rupanya kesabaran ini berkejaran dengan hasrat cintatisikan lukaku bertambah satu setiap fajarKekasihku ‘kan mendapatkannya sebagai maharnyamakasih Mbak Blackdarksun, moment itu menghampirimu dahulu rupanya…

    Like

  2. otrad said: Bukan hujan deng tapi banjir…ha..ha..mbak rike puisimu mengingatkan aku pada kekasih hatiku

    wah jangan banjir, Mas… ntar repot bersih-bersih rumahnya he he…kenang, kenangkan Kekasihmu seperti rekahan sawah merindukan hujan.

    Like

  3. evelynrar said: udah adzan Subuh tuh, yuk kita kejar lagi, bayangnya.. Wow!

    alhamdulillah, sejenak tadi kupeluk bayangnya. kubaca surat cintanya yang bercerita tentang keniscayaan segala janjinya, runtuhnya kekaisaran Roma dan janjinya untuk berjumpa.sekarang saya sedang mulai mengukur jarak yang harus saya tempuh hari ini demi menyingkat jarak darinya.

    Like

  4. evelynrar said: udah adzan Subuh tuh, yuk kita kejar lagi, bayangnya.. Wow!

    berbahagialah karena masih dianugerahi rasa rindu mbak, banyak orang orang yg tertutup pintu hatinya hingga nggak bisa merasakan kehadiran rasa rindu dihati mereka..

    Like

  5. dewiekha said: berbahagialah karena masih dianugerahi rasa rindu mbak, banyak orang orang yg tertutup pintu hatinya hingga nggak bisa merasakan kehadiran rasa rindu dihati mereka..

    iya, Mbak Dewi. semoga hati kita masih hidup ya. amin…btw, rindu saya rasanya manis seperti jamblang putih. tahu jamblang putih dan rasanya, Mbak? kalau belum, saya nggak bisa ngasih tahu juga; yang pasti manisnya enaaaaak…suatu saat Mbak Dewi mesti mencicipi rasa jamblang putih itu.

    Like

  6. dewiekha said: berbahagialah karena masih dianugerahi rasa rindu mbak, banyak orang orang yg tertutup pintu hatinya hingga nggak bisa merasakan kehadiran rasa rindu dihati mereka..

    Aku dtaeeeeeeeeeeeeeeng. jadi ga usah rindu lagi ya!

    Like

  7. agripzzz said: Aku dtaeeeeeeeeeeeeeeng. jadi ga usah rindu lagi ya!

    dimana kamu?dimana kamu?kemarilah…biar kupelukbiar kuciumihingga larut kerinduanku dalam kehadiranmu….Agripzzz…. kemana aja seeeeeh, ponakan? aku mau main ah ke MP kamu. kangen

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s