September 11, 2008
rike jokanan

12 comments

MEMPERLAKUKAN MY MIND

MEMPERLAKUKAN MY MIND

Setelah meluangkan waktu untuk merenung saya benar-benar menyadari bahwa hidup ini bisa kita anaogikan dengan apa saja berdasarkan dasar apapun yang manusia suka. Mau dibikin susah, mau dibikin enak ya enak tenan. Saya ingat seseorang di Bandung sana yang tak lelah mengingatkan saya untuk selalu berpikiran baik. Dan ada seorang MP-er yang (kelihatannya) jenius dan gila yang mengingatkan saya bahwa segalanya tergantung mind set kita.

Mind set

Tak dipungkiri lagi bahwa yang namanya mind, pikiran yang tak bisa jauh-jauh dengan perasaan adalah sebuah keliaran berpikir yang bisa bergerak acak-adut seperti Gerak Brown yang tampak berantakan namun sebenarnya membentuk pola tertentu. Pola itu hanya akan nampak dengan pengamatan yang seksama kemudian dengan penghitungan yang akurat. Karena itulah maka sering kali kita harus men-set ulang gerak Brown yang berpola acak tersebut sehingga membentuk sebuah gaya yang lebih menonjol polanya daripada kekisruhannya.

Mind partition

Saya bukan ahli IT tapi bolehlah saya katakan bahwa men-set pikiran kita hampir sama dengan upaya mempartisi memori komputer. Yang ini di bagian sini, yang itu di drive A, yang ini di drive B, dll. Selain membuat lebih rapi ternyata juga bermanfaat untuk menyelamatkan memori dari penghapusan total seumpama terjadi apa-apa dengan salah satu bagian memori tersebut.

Mind regulation

Pikiran kita tak jauh dengan perasaan maka kadang pikiran kita dipengaruhi oleh perasaan atau perasaan kita terlalu dikomando oleh pikiran padahal segala sesuatu yang berat sebelah tidak akan membuat kosmos seimbang. Maka kekuatan keduanya mesti diatur dengan regulasi yang mereka buat sendiri. Kawang perlu juga menganggap pikiran dan perasaan sebagai “orang luar” supaya kita tidak merasakan kejumbuhan dikala harus menyeimbangkan keduanya. Jadikan jiwa sebagai moderator dalam perdebatan antara pikiran dan perasaan sehingga tak ada menang tak ada kalah, yang ada hanya kolaborasi.

Mind enrichment

Haus ilmu adalah sifat dasar manusia karena memiliki akal budi. Mind kita tumbuh berkembanga karena proses pengayaan yang kita lakukan sepanjang hayat. Memori yang berarti maupun yang tak berarti bercampur menjadi adonan yang jika pas pengolahannya akan menjadi hidangan semesta yang manfaatnya ibarat zakat bagi si miskin. Proses belajar ini tentunya tak lepas dari peran indera sebagai pintu gerbang rangsangan berupa “ilmu”. Ingat Sudaraku, segala rangsangan luar mesti kita fungsikan sebagai ilmu sehingga seburuk apapun rangsangan itu, kita tidak terpengaruh buruk.

Mind beautifying

Pernahkah Anda merasa bahwa mind Anda ini cantik? Seberapa canti pikiran Anda? Selalulah ingatkan diri bahwa mind ini bisa juga berlaku seperti bunga atau wanita yang keindahan dan kecantikannya tiada tara, tak peduli dari segi apa Anda meniliknya. Pikiran indah ibarat lukisan berwarna pelangi. Warna-warni bertebaran seakan tak beraturan namun membentuk citra-citra yang menyejukkan pandangan. Siapa orang yang tak ingin pikirannya sebentuk lukisan pemandangan alam yang bersih dari asap, limbah sampah dan segala keburaman. Hanya penyeimbangan yang dapat membuat pelangi kita menjelma pendaran gambaran indah alam raya.

Sebenarnya mind set, mind partition, mind regulation, mind enrichment dan mind beautifying adalah kesatuan fungsi yang coba saya mengerti dengan menjadikannya beberapa bagian. Sebuah MIND membuat saya cukup kerepotan karena tak cukup kiranya buat saya menempatkannya sebagai sekedar serangkaian gir-gir yang berputar dan selalu membutuhkan minyak pelumas. MIND saya jauh lebih kompleks sekaligus indah sehingga saya tak mau memperlakukannya seperti mesin yang cuma butuh tetesan pelumas apalagi oli bekas. No way!

Saya berusaha untuk memahami pikiran saya dan menuliskan apa yang saya pahami dalam tulisan ini. Tulisan ini saya buat secepat mung
kin karena takut ide saya segera menguap dan menunggu bentukan lainnya dalam waktu lama. Dalam waktu 10 menit saya berkejaran dengan papan kunci, salip-menyalip dengan kekeritingan pita otak dan keriutan perut lapar. Jika kurang, tambahkanlah. Jika berlebihan, seimbangkanlah. Jika tak benar sama sekali, koreksilah untuk diri Anda sendiri.

Semoga bermanfaat. Saya mau sahur dulu, Sudaraku.

September 12, 2008

3:44am

12 thoughts on “MEMPERLAKUKAN MY MIND

  1. wuah, nice artikel mbak….mksh yah..tapi anehnya banyak sekali orang yg ga bisa nemuin mind didalam diri mereka, jadi ga bisa memanagenya mbak..

    Like

  2. rupanya kita lagi demen merenungi hal yang sama akhir2 ini..

    Like

  3. dewiekha said: wuah, nice artikel mbak….mksh yah..tapi anehnya banyak sekali orang yg ga bisa nemuin mind didalam diri mereka, jadi ga bisa memanagenya mbak..

    makasih, Mbak Dew…saya juga termasuk yang mblasuk-mblasuk sebelum nulis ini. sekarang juga masih sibuk memikirkan apakah saya on the right track, Mbak.

    Like

  4. klewang said: rupanya kita lagi demen merenungi hal yang sama akhir2 ini..

    wah, jadi penasaran. udah ada di MP belum? tak tengok ntar malam, Mas.

    Like

  5. klewang said: rupanya kita lagi demen merenungi hal yang sama akhir2 ini..

    Ah… perenungan…

    Like

  6. agripzzz said: Ah… perenungan…

    iya. lagi dan lagi…

    Like

  7. agripzzz said: Ah… perenungan…

    That’s the wonder of human…penuh imajinasi,dan seorang yang cerdas akan semakin banyak yang dipikirkannya dan semakin sadar kalau kita itu hanya sebutir debu di alam jagad raya

    Like

  8. agripzzz said: Ah… perenungan…

    segala peristiwa itu abstrak..pikiran kitalah yang mengubahnya menjadi suatu anugerah atau bencana,bukan begitu bukan?

    Like

  9. otrad said: That’s the wonder of human…penuh imajinasi,dan seorang yang cerdas akan semakin banyak yang dipikirkannya dan semakin sadar kalau kita itu hanya sebutir debu di alam jagad raya

    memang, Mas Otrad. makanya kalau saya ini lemot alias lemah otak, saya tidak sedih. biasanya saya segera berpikir bahwa kapasitas kesadaran saya terhadap MIND tersebut memang belum penuh.

    Like

  10. cofeypop said: segala peristiwa itu abstrak..pikiran kitalah yang mengubahnya menjadi suatu anugerah atau bencana,bukan begitu bukan?

    abstrak atau riil hanyalah kembali kepada bagaimana kita menyadari keberadaan peristiwa di alam raya ini. semakin abstrak sesuatu, semakin riil dia dalam eksistensinya karena ketika seseorang tidak mampu me-riil-kan keasbtrakan pada akhirnya kekuatan keyakinan saja yang dia andalkan dan itu sudah lebih dari cukup.sudah bingung belum ,Sup?

    Like

  11. cofeypop said: segala peristiwa itu abstrak..pikiran kitalah yang mengubahnya menjadi suatu anugerah atau bencana,bukan begitu bukan?

    miss kalo diskusi loncatan pemikirannya jangan jauh2 amat dun..cape kan ngikutinnya,mana ga punya ongkos lagi,fiuh..

    Like

  12. cofeypop said: miss kalo diskusi loncatan pemikirannya jangan jauh2 amat dun..cape kan ngikutinnya,mana ga punya ongkos lagi,fiuh..

    huahahahahaha… lha kok iso gak duwe ongkos iku piye? kamu ini calon pemimpin bangsa ini harus meloncat lebih jauh daripada buruh-buruh macam aku ini, Sahabat mudaku!!!lagian pemikiranku ini sangat cethek… cuma mengais-kais kejumudanku yang dangkal ini, Sup.

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: