RINDU MENDALAM
Ada hari yang menyenangkan
Datang dan pergi jarang-jarang
Mengitari kelemahan jiwa karna rindu Kekasih
Melayangkan pandangan menerawang gelapnya cuaca
Riuh rendahnya bumi tak mampu menjawab kesepian ini
Rentanya dunia tak membawa kebijakan pada kebodohan ini
Jernihnya air tak juga mencuci gejolak kemarahan ini
Ah, adakah desiran angin berhenti menggoda keletihan ini?
Kekasihku,
Kuraba kehadiran dalam keingkaranku
Kurasai kesetiaan dalam kebandelanku
Sungguh kuciptakan pengagungan dalam kelalaianku
Rupanya jiwaku terluka dalam-dalam
Oleh cacahan belati dan sayatan sembilu
Rasanya obat penawar tak mampu pula meredam
Yang sebenarnya kutunggu hanya sentuhanmu
Haaaaaaaaah, dahaga jiwaku
Percikiku seteguk air
Atau setetes saja sepantasnya
Asal embun itu jatuh dari daunmu
Selamatkan aku dari luka rinduku
September 11, 2008
9:27pm

Bukan hujan deng tapi banjir…ha..ha..mbak rike puisimu mengingatkan aku pada kekasih hatiku
LikeLike
bukan saja embun, tapi hujan yang akan menghampirimunantikan saja moment penyelamatan rindumu yang luka
LikeLike