September 15, 2008
rike jokanan

30 comments

BERANGKAT PAGI PULANG PETANG

BERANGKAT PAGI PULANG PETANG

Berangkat pagi pulang petang, itulah kerjaan saya hampir setiap hari. Pagi saya mengejar bis kota, petang saya masih mengejar bis kota. Tak ada lain yang saya kejar selain bis kota yang tiap inch jauhnya membuat saya makin bersemangat. Tak ada yang saya kejar sekuat tenaga selain bis kota karena kesusksesan saya nyengklak bis kota tepat pada waktunya menentukan kecepatan saya mengejar semua yang harus saya selesaikan pada hari itu.

Andai saya terlambat 10 menit maka pekerjaan saya akan terhambat paling tidak satu jam dan otomatis saya harus berlomba dengan waktu yang merambat Dhuhur yang mau tak mau harus mundur juga karena saya “salah” naik bis.

Cobalah renungkan hanya gara-gara tidak bisa mengejar bis jam 6 pagi maka akhirnya saya harus terlambat memulai kerja online saya lalu saya harus terlambat melonggarkan urat syarat saya dengan merenung sejenak diatas selmbar sajadah lusuh saya kemudian saya harus juga menjumpai kemungkinan membawa pulang pekerjaan karena tak terselesaikan lantaran kurang waktu 1 atau 1.5 jam pagi harinya.

Kadang senewen rasanya menemukan diri saya ini tak bisa juga menghadapi tantangan lomba berpacu dengan waktu. Sudah lebih dari setengah abad dan saya tetap kalah sejak saya menyadari bahwa waktu sangat mahal harganya. Kalau saja saya bisa kembali berlompatan menikmati kesenangan dan kesegaran saat kanak-kanak. Tak terkira mungkin senangnya… dengan syarat kemudian saya segera menyadari bahwa waktu tak lagi mau menunggu saya selamanya.

Saya merasakan bahwa makin hari waktu makin kuat dan cepat menggilas apa saja yang saya genggam sembarangan. Saya merasa bahwa waktu tak menebas seperti pedang tapi dia adalah merampas seperti penjajah… Karena kelalaian saya…

Tak pernah saya sangka bahwa saya hidup di dimensi yang punya kekuatan mengguncangkan ketenangan jika menyadarinya. Saya juga segera terpana karena waktu telah meluluhkan rasa penasaran saya menghadapi apa yang tak saya ilmui namun tetap saya harus menghadapinya. Alas! Sungguh hidup ini sangat adil terhadap yang memahaminya…

Duhai, Waktu… Tahukah engkau, aku berangkat pagi pulang petang, mengejar matahari, mengejar bis kota, mengejar pekerjaan dan deadline, mengejar waktu sholat, mengejar apa-apa yang tertulis di agenda lusuh dan di Calendar ponselku… Sungguh bukan karena mereka aku pontang-panting. Sungguh aku berbohong besar telah mengatakan bahwa aku mengejar mereka karena sesungguhnya aku sedang berpacu dengan kamu. Kamu, wahai Waktu telah membuatku iri karena tak pernah tuamu, tak pernah lelahmu, tak pernah pedulimu, tak pernah tak adilmu, tak pernah tumpulmu, tak pernah inkonsistenmu, tak pernah ingkarmu…

Jika saja saya mengenal satu saja makhluk di muka bumi ini yang mengatakan dia punya sedetik lebih banyak dari saya, saya akan kejar dia dan mengobrak-abrik Kerajaan Waktu karena ketidakadilan telah memberi pribadi itu sedetik tambahan padanya.

Sungguh, saya berangkat pagi pulang petang mengejar bis kota yang berselancar di atas papan sang waktu.

30 thoughts on “BERANGKAT PAGI PULANG PETANG

  1. Yah, begitulah romantika kehidupan

    Like

  2. bambangpriantono said: Yah, begitulah romantika kehidupan

    ya. bikin hari berwarna.

    Like

  3. aigle07 said: Ya kan? Jadi boleh mengeluh tapi sedikit saja, karena orang yang jauh lebih susah dari Mas masih lebih banyak dibumi ini, lebih2 yang tidak ada tempat tinggal, dan tidak bisa makan ataupun minum, itu juta2an. Jadi yang tabah saja, beserta selalu berkah dan rahmatNya. AMIN.

    iya, Mbak.sejatinya saya tidak mengeluh dalam artian yang sebenarnya, Mbak. saya cuma ingin menggaris bawahi bahwa kenyataan bahwa waktu terus berjalan dan kita tidak mungkin bisa mengejarnya. yang kita bisa hanya berbuat apapun sebaik-baiknya. kalau ternyata efek yang ditangkap pembaca adalah semacam keluhan, itu adalah sebuah perbedaan rasa bahasa yang dimiliki oleh pikiran, perasaan dilandasi oleh pengalaman masing-masing orang.misalnya Mbak Emmy berpikir saya mengeluh bisa jadi karena Mbak Emmy tidak menyisakan sedetikpun untuk curhat tentang sesuatu dalam bentuk yang lugas dalam cerita. salah satu buktinya Mbak Emmy cuma posting lagu dan video artis-artis dibanding “mengumbar” cerita seperti saya he he…ini bukan keluhan lho, Mbak. cuma menjelaskan ha ha ha…btw, saya perempuan, Mbak

    Like

  4. aigle07 said: Ya kan? Jadi boleh mengeluh tapi sedikit saja, karena orang yang jauh lebih susah dari Mas masih lebih banyak dibumi ini, lebih2 yang tidak ada tempat tinggal, dan tidak bisa makan ataupun minum, itu juta2an. Jadi yang tabah saja, beserta selalu berkah dan rahmatNya. AMIN.

    Sing sabar…mbak rike

    Like

  5. aigle07 said: Ya kan? Jadi boleh mengeluh tapi sedikit saja, karena orang yang jauh lebih susah dari Mas masih lebih banyak dibumi ini, lebih2 yang tidak ada tempat tinggal, dan tidak bisa makan ataupun minum, itu juta2an. Jadi yang tabah saja, beserta selalu berkah dan rahmatNya. AMIN.

    dinikmatin aja mbak, saya juga gitu kok….kita berrsyukur aja karena beribu ribu orang dilluar sana byk yg ga punya pekerjaan…byk yg ga tau besok mo mkn apa krn ga punya penghasilan..jadi dinikmatin aja mbak…kyk saya..walopun stres tetep enjoy..hehe

    Like

  6. aigle07 said: Ya kan? Jadi boleh mengeluh tapi sedikit saja, karena orang yang jauh lebih susah dari Mas masih lebih banyak dibumi ini, lebih2 yang tidak ada tempat tinggal, dan tidak bisa makan ataupun minum, itu juta2an. Jadi yang tabah saja, beserta selalu berkah dan rahmatNya. AMIN.

    hehe.. suer emang cape kok berangkat pagi pulang petang, kaya aku n suami wktu masih di bogor ngelaju bogor-jakarta. sekarang malah disini berangkat agak siang pulang masih siang, waaaaaa nikmat… *peace ahhhhh..kaburrrrrrrrrrrrr*

    Like

  7. aigle07 said: Ya kan? Jadi boleh mengeluh tapi sedikit saja, karena orang yang jauh lebih susah dari Mas masih lebih banyak dibumi ini, lebih2 yang tidak ada tempat tinggal, dan tidak bisa makan ataupun minum, itu juta2an. Jadi yang tabah saja, beserta selalu berkah dan rahmatNya. AMIN.

    Kenapa ga naik ojek aja? Kan bisa lebih cepat?

    Like

  8. otrad said: Sing sabar…mbak rike

    insya Allah… saya menikmatinya kok he he he

    Like

  9. dewiekha said: dinikmatin aja mbak, saya juga gitu kok….kita berrsyukur aja karena beribu ribu orang dilluar sana byk yg ga punya pekerjaan…byk yg ga tau besok mo mkn apa krn ga punya penghasilan..jadi dinikmatin aja mbak…kyk saya..walopun stres tetep enjoy..hehe

    iya, Mbak Dewi. kalau udah sampai kantor walaupun penat lihat teman-teman yang lucu-lucu dan semangat kerja, dunia jadi seakan takluk di bawah telapak kakiku he he he…toss dulu Mbak Dewi*gimana emoticon toos ya he he he*

    Like

  10. aigle07 said: Sekali lagi maaf kan saya ya telah salah tafsir dengan tulisanmu itu dan syokurlah ternyata RIKE maksud nya lain dan tidak bener2 mengeluh. BE GOOD GIRL, strong, smart, tuff, intelligent and courages, GO. Salam.

    gak papa, Mbak saya juga gak marah kok. cuma merasa perlu ada klarifikasi biar gak salah tafsir aja he he…lain kali tetep komentar aja, Mbak. kan bagus juga untuk mengingatkan saya dan pembaca lain supaya tetap pada rel-nya.I am goodI am strongI am smartI am toughI am intelligent and courageousthanks for the prayer… amen…

    Like

  11. atiggna said: hehe.. suer emang cape kok berangkat pagi pulang petang, kaya aku n suami wktu masih di bogor ngelaju bogor-jakarta. sekarang malah disini berangkat agak siang pulang masih siang, waaaaaa nikmat… *peace ahhhhh..kaburrrrrrrrrrrrr*

    huayoooo… pindah ke Medan kinerjanya gimana ini gimana ini, ntar tak laporin Pak Dirjen ha ha ha…capek, stres, lega, bahagia, sukses, tantangan adalah satu paket. harus diborong he he he…*ngejar mbak Anggita naik sepeda*

    Like

  12. bikaambon said: Kenapa ga naik ojek aja? Kan bisa lebih cepat?

    maunya naik kendaraan sendiri, Mas Bud tapi lebih enak naik bis. bisa tidur di perjalanan he he he…

    Like

  13. bikaambon said: Kenapa ga naik ojek aja? Kan bisa lebih cepat?

    Temen2 cewe saya banyak yg naik ojek karena jauh lebih cepat sampe ke kantor.

    Like

  14. bikaambon said: Kenapa ga naik ojek aja? Kan bisa lebih cepat?

    Iya deh bagus, semoga selalu begitu. kan kita senang punya teman yang pandai daripada ga ada usaha kan sama sekali. EEh saya delete kata2 saya soalnya saya ini kalau nulis jadi KEPANJANGAN, menuh2i tempat. Yang pendek2 aja ya, CU

    Like

  15. bikaambon said: Kenapa ga naik ojek aja? Kan bisa lebih cepat?

    Semangat!!!!

    Like

  16. bikaambon said: Temen2 cewe saya banyak yg naik ojek karena jauh lebih cepat sampe ke kantor.

    matur nuwun.saran bagus, Mas Bud. ntar tak cobanya ya.

    Like

  17. aigle07 said: Iya deh bagus, semoga selalu begitu. kan kita senang punya teman yang pandai daripada ga ada usaha kan sama sekali. EEh saya delete kata2 saya soalnya saya ini kalau nulis jadi KEPANJANGAN, menuh2i tempat. Yang pendek2 aja ya, CU

    ok, makasih , Mbak… lain kali gak usah di-delete gak papa kok, Mbak biar cept penuh ha ha ha

    Like

  18. teetoncey said: Semangat!!!!

    Tuhan itu adil lho,memberikan waktu 24 jam kepada orang kaya maupun miskin, orang cakep ataupun jelek…

    Like

  19. teetoncey said: Semangat!!!!

    OO ya, saya sekarang inget, dik Rike ini, yang mirip BRITA di sinetron CANDY itu ya, yang selalu jagain ANTHONY sewaktu ditemukan setelah kecelakaan motor nya. Maklum ada dari sana sini yag suka masuk di Site saya juga dan balasan2 begitu itu, maka saya lihat lagi tuh photo2 adik dan baru saya ingat, siii cakeep itu tha? Syokurlah bila engkau selalu taough atau tuff, kan itu yang paling penting dalam segala perjuangan hiduup. Saya senang lho lihat bolak balik CANDY itu, karena anak nya juga baik, kuat/ banting tulang, ga pernah putus harapan. Muga2 banyak juga yang niru ya CANDY tabah nya dan kalau yang cowok ya lebih baik mirip kayak TOPAN bukan Anthony, karena TOPAN paling hebat. Belum sempat lihat ya di YOU TUBE, sinetron Candy, si BRITA itu? CIAO

    Like

  20. rikejokanan said: terlambat melonggarkan urat syarat saya dengan merenung sejenak diatas selmbar sajadah lusuh

    Mbak, saranku : Mau “komunikasi” dengna Allah, mbok jangan pake sajadah lusuhlah……. Kan kita diparingi rejeki olehNya. Ayo beli sajadah baru. Sudah lusuh, dilipat, pakai yang baru…….Ha…ha….ha….. pasti makin nikmat bercengkerama dengan Sang Maha Agung.

    Like

  21. rikejokanan said: Sudah lebih dari setengah abad dan saya tetap kalah sejak saya menyadari bahwa waktu sangat mahal harganya.

    Halah! Siapakah saya disini? Tokoh fiktifkah? Mbak Rike bukannya masih muda ayu kinyis-kinyis sih? Nah, gitu dong tersenyum, makin ayu…… *aku lagi membayangkan adindaku tersenyum*

    Like

  22. rikejokanan said: Sudah lebih dari setengah abad dan saya tetap kalah sejak saya menyadari bahwa waktu sangat mahal harganya.

    Pungkasane mung siji : Iya betul, orang tinggal di sekitar ibu kota negara semua memang begini pola hidupnya. Bahkan kalo rumahnya di Bogor, habis shalat subuh langsung ngangkot ke stasiun. Pulangnya, setelah bedug maghrib bahkan seringkali waktu adzan isya……Namanya orang golek butuh ya mbak, dilakoni kanti sabar karena semua sudah diatur Allah. Termasuk dimana kita harus kerja dan dimana kita menetap, Udah bagus juga naik bis, nggak cape-cape mikirin nyopir dikemacetan jalanan dan mbayar tol berkali-kali….. he…he…ha……haiya!!

    Like

  23. agripzzz said: Tuhan itu adil lho,memberikan waktu 24 jam kepada orang kaya maupun miskin, orang cakep ataupun jelek…

    betul, benar, seratus untuk ponakanku tersayang. yang bikin beda itu ya pemanfaatannya. ya kan, ya kan, ya kan…

    Like

  24. aigle07 said: OO ya, saya sekarang inget, dik Rike ini, yang mirip BRITA di sinetron CANDY itu ya, yang selalu jagain ANTHONY sewaktu ditemukan setelah kecelakaan motor nya. Maklum ada dari sana sini yag suka masuk di Site saya juga dan balasan2 begitu itu, maka saya lihat lagi tuh photo2 adik dan baru saya ingat, siii cakeep itu tha? Syokurlah bila engkau selalu taough atau tuff, kan itu yang paling penting dalam segala perjuangan hiduup. Saya senang lho lihat bolak balik CANDY itu, karena anak nya juga baik, kuat/ banting tulang, ga pernah putus harapan. Muga2 banyak juga yang niru ya CANDY tabah nya dan kalau yang cowok ya lebih baik mirip kayak TOPAN bukan Anthony, karena TOPAN paling hebat. Belum sempat lihat ya di YOU TUBE, sinetron Candy, si BRITA itu? CIAO

    iya, Mbak ini saya Rike yang cantik (kata Mbak Emmy lhooo) Candy cuma saya tonton dulu waktu masih es em a, dan sedikit baca komiknya.makasih… makasih…

    Like

  25. bundel said: Mbak, saranku : Mau “komunikasi” dengna Allah, mbok jangan pake sajadah lusuhlah……. Kan kita diparingi rejeki olehNya. Ayo beli sajadah baru. Sudah lusuh, dilipat, pakai yang baru…….Ha…ha….ha….. pasti makin nikmat bercengkerama dengan Sang Maha Agung.

    he he he… Tante Julie-ku, aku kangen…iya ini udah harus beli yang baru apalagi menjelang Idul Fithri. sekalian meng-up-grade semangat yang lusuh ini…insya Allah, makin nikmat. amin…

    Like

  26. bundel said: Halah! Siapakah saya disini? Tokoh fiktifkah? Mbak Rike bukannya masih muda ayu kinyis-kinyis sih? Nah, gitu dong tersenyum, makin ayu…… *aku lagi membayangkan adindaku tersenyum*

    aduh Tanteku sayangku… itu bukan tokoh fiktif… itu aku yang memang sedang berlomba memacu diri menjajari waktu yang mustahil berhenti.*aku tersipu-sipu nyari sapu Tantekuuuu…*

    Like

  27. bundel said: Pungkasane mung siji : Iya betul, orang tinggal di sekitar ibu kota negara semua memang begini pola hidupnya. Bahkan kalo rumahnya di Bogor, habis shalat subuh langsung ngangkot ke stasiun. Pulangnya, setelah bedug maghrib bahkan seringkali waktu adzan isya……Namanya orang golek butuh ya mbak, dilakoni kanti sabar karena semua sudah diatur Allah. Termasuk dimana kita harus kerja dan dimana kita menetap, Udah bagus juga naik bis, nggak cape-cape mikirin nyopir dikemacetan jalanan dan mbayar tol berkali-kali….. he…he…ha……haiya!!

    inggih, Tante. kula tansah lan badhe tansah sabar ing sedaya ingkang kula lampahi. optimis pokokipun.aduh… emang betul. begitu bis udah masuk tol, saya udah bayar uang transport, baca buku sampai pertengahan tol, bablas deh ke alam mimpi…ikhlas pasrah bongkokan pada Gusti Allah lantaran pak supir, slamet sampai tujuan…. he he he…

    Like

  28. rikejokanan said: aduh Tanteku sayangku… itu bukan tokoh fiktif… itu aku yang memang sedang berlomba memacu diri menjajari waktu yang mustahil berhenti.*aku tersipu-sipu nyari sapu Tantekuuuu…*

    Ah masa’ iya sih umurnya setengah abad? Apa aku yang salah tafsiran?

    Like

  29. bundel said: Ah masa’ iya sih umurnya setengah abad? Apa aku yang salah tafsiran?

    enggak setengah abad sih, seperempat abada lebih banyak he he he…tapi buat teman tak kasih diskonan Tante, jadi seperempat abad

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: