CUMI-CUMI DAN CAMELIA EBIET G ADE

CUMI-CUMI DAN CAMELIA EBIET G ADE

Bukan Ebiet kalau tak puitis. Dan bukan Ebiet kalau tak berpuisi tentang manusia dengan simbolisasi alam raya. Ebiet, sebagai penyair, menempati genre yang sejenis dengan Robert Frost, penyair dari daerah perbatasan USA dan Canada. Mereka berdua sama-sama “mengandalkan” alam untuk merayu pembaca dan pendengar puisi mereka.

Ada sebuah syair lagu Ebiet yang sampai sekarang tak bisa saya pahami.

Mengapa dia memakai istilah “berenang bersama cumi-cumi”?

Saya lebih bisa memahami jika dia menuliskan sajaknya itu dengan kata “berenang bersama ikan-ikan”. Saya membayangkan cumi-cumi itu bertinta, kalau tak berkenan akan menyemprotkan tinta ke muka lawan. Apa Ebiet sedang bermain makna cumi-cumi yang jinak pada manusia yang baik? Apakah Ebiet ingin sekedar berbeda dengan menuliskan cumi-cumi dan bukan ikan-ikan? Bagaimana seandainya saya ganti kata cumi-cumi tersebut dengan ikan ayam-ayam ubur-ubur atau lumba-lumba atau jenis penghuni laut lain yang berbeda?

Ebiet memang sebuah fenomena yang berbeda. Dia berhasil menggugat hati penggemarnya untuk senantiasa berpikir bahwa jagad raya mengandung kekayaan makna yang bisa dibaca oleh manusia dalam keadaan apapun. Ingatkah Anda pada bunga camelia yang dia jadikan lagu sampai beberapa jumlahnya. Jika Camelia adalah sebuah bunga yang indah bagi Ebiet, maka tak pelak lagi bahwa keindahan itu tetap menjadi misteri karena sesungguhnya Ebiet hanya ingin mencitrakan sebuah keindahan sempurna yang even tak didapatkan pada istrinya.

Camelia, buat saya pendengar Ebiet, tak hanya keindahan seorang wanita yang konon mewakili keindahan dunia. Camelia adalah sebuah kecantikan misterius yang dikandung oleh sebuah kebenaran. Wanita yang bernama Camelia itu saya yakin tak ada. Wanita yang secantik kecantikan Cameli-nya Ebiet juga tak ada. Camelia muncul begitu saja, sebagai sebuah ekspresi Ebiet untuk dia ucapkan saja. Camelia yang disebut cantik dan indah ideal menurut Mas Ebiet jelas bukan wanita. Dia jelas bukan kecantikan yang terindera karena jika ya, maka Mas Ebiet akan menggambarkannya dengan bunga lain.

Kembali kepada kata cumi-cumi. Mengapa cumi-cumi yang diajak berenang? Sungguh saya bertanya-tanya apakah cumi-cumi ini muncul sebagaimana munculnya kata Camelia di lagu Ebiet yang lain. Kata cumi-cumi muncul karena tak ada lagi kata yang bisa Ebiet jadikan wakil untuk mengekspresikan keterkesimaannya terhadap kenyataan bayangan yang dia tangkap pada ilhamnya.

Mas Ebiet, selamat atas Camelia dan cumi-cuminya! Saya bukan penggemar setia Anda, tapi saya merasakan syair-syair Anda telah mencambuk batin saya untuk terus bertualang berenang bersama cumi-cumi untuk mencari Camelia.

September 20, 2008

6 responses

  1. abahsaidan said: wah, saya baru tahu kalo ‘Camelia’ itu nama bunga 🙂

    berenang bersama cumi cimi bicara dengan embun….di sini cuaca panas kering dan menyesakkan dada…..salam kenal aku ebiet maniak juga neh…

    Like

  2. kabauijo said: berenang bersama cumi cimi bicara dengan embun….di sini cuaca panas kering dan menyesakkan dada…..salam kenal aku ebiet maniak juga neh…

    saya sekedar mengutip lirik lagu Ebiet, Saudara. banyak pelajaran disana.

    Like

  3. bahjahocha said: berhasil menggugat atau menggugah?…Mungkin karena cumi-cumi mempunyai jangkauan yang luas dan banyak kali ya???

    menggugah ya? he he hecumi-cumi? jangkauannya luas… apalagi cumi asam manis, cumi goreng tepung hi hi hi…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Belajar Numerik Al Quran

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Al Qamar 22, 32, 40)

chipping in

Listen, and keep it clean

Shanmugam's Blog

Articles on Spirituality. Psychology, Mindfulness, Spiritual Enlightenment & a Collection of my Poems.

niaART

If you are always trying to be normal, you will never know how amazing YOU can be. Maya Angelou

WordPress.com Apps

Apps for any screen

Poetry and Prose

From soul to soul

Eden Hills

My Life on the Farm

Mlathi Wulung

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

Dread Poets Sobriety

Irreverence's Glittering New Low!

Asosiasi Mahasiswa Pecinta Literasi Islami (AMPLI)

Nge-literasi atau terjajah selama-lamanya?

Alifis@Corner

Dinamisasi Otak dan Hati dengan berbagi informasi, ilmu dan pengetahuan

bibilintikan

just a little nod in the ocean

Chez Lorraine

A journal of an Indonesian in The Netherlands

My First Orchid

LEARNING TO CARE FOR YOUR FIRST ORCHID

DBR Foundation Blog

Coming together to solve global problems

Lukecats

About cats and man

%d bloggers like this: