September 21, 2008
rike jokanan

6 comments

CUMI-CUMI DAN CAMELIA EBIET G ADE

CUMI-CUMI DAN CAMELIA EBIET G ADE

Bukan Ebiet kalau tak puitis. Dan bukan Ebiet kalau tak berpuisi tentang manusia dengan simbolisasi alam raya. Ebiet, sebagai penyair, menempati genre yang sejenis dengan Robert Frost, penyair dari daerah perbatasan USA dan Canada. Mereka berdua sama-sama “mengandalkan” alam untuk merayu pembaca dan pendengar puisi mereka.

Ada sebuah syair lagu Ebiet yang sampai sekarang tak bisa saya pahami.

Mengapa dia memakai istilah “berenang bersama cumi-cumi”?

Saya lebih bisa memahami jika dia menuliskan sajaknya itu dengan kata “berenang bersama ikan-ikan”. Saya membayangkan cumi-cumi itu bertinta, kalau tak berkenan akan menyemprotkan tinta ke muka lawan. Apa Ebiet sedang bermain makna cumi-cumi yang jinak pada manusia yang baik? Apakah Ebiet ingin sekedar berbeda dengan menuliskan cumi-cumi dan bukan ikan-ikan? Bagaimana seandainya saya ganti kata cumi-cumi tersebut dengan ikan ayam-ayam ubur-ubur atau lumba-lumba atau jenis penghuni laut lain yang berbeda?

Ebiet memang sebuah fenomena yang berbeda. Dia berhasil menggugat hati penggemarnya untuk senantiasa berpikir bahwa jagad raya mengandung kekayaan makna yang bisa dibaca oleh manusia dalam keadaan apapun. Ingatkah Anda pada bunga camelia yang dia jadikan lagu sampai beberapa jumlahnya. Jika Camelia adalah sebuah bunga yang indah bagi Ebiet, maka tak pelak lagi bahwa keindahan itu tetap menjadi misteri karena sesungguhnya Ebiet hanya ingin mencitrakan sebuah keindahan sempurna yang even tak didapatkan pada istrinya.

Camelia, buat saya pendengar Ebiet, tak hanya keindahan seorang wanita yang konon mewakili keindahan dunia. Camelia adalah sebuah kecantikan misterius yang dikandung oleh sebuah kebenaran. Wanita yang bernama Camelia itu saya yakin tak ada. Wanita yang secantik kecantikan Cameli-nya Ebiet juga tak ada. Camelia muncul begitu saja, sebagai sebuah ekspresi Ebiet untuk dia ucapkan saja. Camelia yang disebut cantik dan indah ideal menurut Mas Ebiet jelas bukan wanita. Dia jelas bukan kecantikan yang terindera karena jika ya, maka Mas Ebiet akan menggambarkannya dengan bunga lain.

Kembali kepada kata cumi-cumi. Mengapa cumi-cumi yang diajak berenang? Sungguh saya bertanya-tanya apakah cumi-cumi ini muncul sebagaimana munculnya kata Camelia di lagu Ebiet yang lain. Kata cumi-cumi muncul karena tak ada lagi kata yang bisa Ebiet jadikan wakil untuk mengekspresikan keterkesimaannya terhadap kenyataan bayangan yang dia tangkap pada ilhamnya.

Mas Ebiet, selamat atas Camelia dan cumi-cuminya! Saya bukan penggemar setia Anda, tapi saya merasakan syair-syair Anda telah mencambuk batin saya untuk terus bertualang berenang bersama cumi-cumi untuk mencari Camelia.

September 20, 2008

6 thoughts on “CUMI-CUMI DAN CAMELIA EBIET G ADE

  1. wah, saya baru tahu kalo ‘Camelia’ itu nama bunga 🙂

    Like

  2. abahsaidan said: wah, saya baru tahu kalo ‘Camelia’ itu nama bunga 🙂

    betul, Mas. karena cantik, Mas Ebiet mengadopsinya menjadi nama seorang wanita cantik ideal dalam lagunya sesuai dengan yang dipahami secara luas.

    Like

  3. abahsaidan said: wah, saya baru tahu kalo ‘Camelia’ itu nama bunga 🙂

    berenang bersama cumi cimi bicara dengan embun….di sini cuaca panas kering dan menyesakkan dada…..salam kenal aku ebiet maniak juga neh…

    Like

  4. abahsaidan said: wah, saya baru tahu kalo ‘Camelia’ itu nama bunga 🙂

    berhasil menggugat atau menggugah?…Mungkin karena cumi-cumi mempunyai jangkauan yang luas dan banyak kali ya???

    Like

  5. kabauijo said: berenang bersama cumi cimi bicara dengan embun….di sini cuaca panas kering dan menyesakkan dada…..salam kenal aku ebiet maniak juga neh…

    saya sekedar mengutip lirik lagu Ebiet, Saudara. banyak pelajaran disana.

    Like

  6. bahjahocha said: berhasil menggugat atau menggugah?…Mungkin karena cumi-cumi mempunyai jangkauan yang luas dan banyak kali ya???

    menggugah ya? he he hecumi-cumi? jangkauannya luas… apalagi cumi asam manis, cumi goreng tepung hi hi hi…

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: