JAGUAR + BMW + X-TRAIL VERSUS MIO?

JAGUAR + BMW + X-TRAIL VERSUS MIO?

Ada sebuah kisah yang lucu yang tak akan pernah saya lupakan dalam hidup saya lantaran cerita ini berupa sebuah ujian mental yang jawaban jujurnya tidak berbanding lurus terhadap pengetahuan seseorang terhadap jenis kendaraan tetapi lebih berbanding lurus terhadap pengetahuannya tentang apa yang sedang dia harapkan dan berbanding terbalik dengan kelaziman masyarakat materialistis pada umumnya.

Suatu hari ada seorang wanita yang sudah cukup umur dan dirasa telah siap memiliki keluarga alias menikah. Telah beberapa kali sang wanita menemui kegagalan dan sebenarnya terakhir kali keluarga si wanita “mencium” gelagat tak baik berupa adanya kegagalan selanjutnya. Sebenarnya memang benar walaupun keluarga si wanita tak mengetahui seluk-beluk kegagalan yang terakhir ini.

Maka dikenalkanlah anak wanita mereka ini dengan seorang yang dinilai sukses oleh sebagian kelompok masyarakat. Si lelaki memiliki bisnis yang cukup kuat, memiliki rumah, memiliki kendaraan dan disinyalir sebagai seorang alim terjaga yang kalis terhadap godaan wanita sampai usianya yang kesekian.

Sang wanita berpenampilan sederhana saja namun memang kesannya keibuan dan pencinta anak-anak. Selera humornya cukup dan memiliki kemauan belajar yang cukup besar. Sang lelaki berwajah tampan, sekilas seperti Once Dewa, berambut lurus sebahu, tinggi, berkulit putih dan tak banyak bicara.

Diaturlah pertemuan kecil antara dua wakil keluarga dan dua manusia yang diharapkan menyambung tali persahabatan tersebut menjadi tali persaudaraan. Dan, kakak si lelaki memulai perkenalan; ini dilakukan karena konon sang lelaki “tak nyaman” menceritakan apa yang telah dia raih selama ini.

“Redo* ini adik kami yang bisa disebut manusia langka. Mengapa manusia langka? Karena dia tak sedikit pun membiarkan kehidupannya ternoda. Sekalipun wanita cantik berkeliaran di sekitarnya tak sedikit pun dia membiarkan dirinya tergoda oleh mereka. Ibaratnya disodorin pantat pun dia tak tergoda. Dia juga sudah siap menghidupi keluarga. Gajinya hampir 300**, belum terhitung pasive income dan property. Di garasi dia tak kurang tiga mobil mewah berjejer: satu Jaguar, satu BMW dan satu X-Trail. Yang dia pakai sebagai kendaraan operasional adalah X-Trail karena memang dia figur manusia rendah hati. Jaguar dan BMW-nya dia kudungin aja di garasinya. Sesekali saja keliling kota pakai Jaguar atau kondangan pakai BMW.”

Tentu keluarga si wanita melambung karena merasa bahwa salah satu anggota keluarganya telah menjadi calon istri seorang jutawan. Namun tak disangka, tak dinyana sang wanita justru membuat pernyataan yang mengejutkan.

“Abang, saya tidak bermaksud apa-apa. Siapa gerangan yang tak menginginkan harta dunia. Tapi sejujurnya saya masih ingin berkenalan dahulu dengan Bang Redo. Saya ingin meyakinkan dahulu bahwa saya memang yang terbaik untuk dia dan sebaliknya. Kalau masalah jalan-jalan keliling kota, biarlah saya ikut sahabat saya yang insya Allah selalu siap membawa saya keliling kota memakai Yamaha Mio merahnya.”

JEGGER!!!

Suasana silaturrahim menjadi agak membingungkan: antara kaku dan menggelikan. Sebagian orang menganggap sang wanita bersikap bodoh karena menolak rejeki nomplok dan segera menajamkan mata mereka menelanjangi sang wanita hingga tinggal badannya saja. Sebagian lelaki celingukan mencari mata kawan yang mengandung kesetujuan atau ketidaksetujuan yang sama.

Rupanya sang juru bicara alias si abang tanggap benar akan yang dimaksud sang wanita dan segera mengeluarkan statement untuk mencairkan suasana.

“Oh Yamaha Mio? Insya Allah nanti akan ada juga di garasi Redo, adikku.”

Sang wanita tersenyum kecut lalu berkata dengan sangat sopan dan manis,”Alhamdulillah, Abang. Nanti saya pesankan juga pada sahabat saya untuk pindah juga ke rumah Bang Redo. Semoga Bang Redo mendapatkan wanita yang bersedia jalan-jalan keliling kota dalam Jaguar hitam atau BMW abu-abunya. Saya cukup Yamaha Mio merah saja…”

Dasar wanita bodoh, batin si abang lalu dia berkata,”Baikkah jika demikian, saya telah memahami apa yang kau maksud wahai Putri; maka kau akan kami angkat sebagai adik kami. Ikatan persaudaraan itu akan membuat kamu tetap kami kenang sebagai orang yang sederhana dan bersahaja. semoga perkenalan ini tak sia-sia. Kita menambah saudara malam ini. Baiklah, kalau kau besok mau berangkat pulang ke Jakarta bareng Redo, dia akan tetap siap dengan X-Trail-nya. Semoga doa dalam hatimu juga terkabul, adikku.”

Lalu mereka makan bersama dengan senyum yang beraneka: kecut, pahit, manis dan tulus ikhlas.

*Nama samaran

**juta

Berdasarkan kisah nyata pada October 11, 2008

October 13, 2008 – 10:53pm

71 thoughts on “JAGUAR + BMW + X-TRAIL VERSUS MIO?

  1. shafa2hilman said: huahahahahha..bakno mbak rike ki kendel tenan..wis mbak..tak dongakne kasil..sesuk awake dewe mubeng2 sewengi wis mpang jaguare..

    yo matur nuwun dongamu… asal gak kecekel polisi keluwen wae kiro-kiro iso yen ming sewengi ha ha ha…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s