November 14, 2008
rike jokanan

25 comments

Casting Bintang Sinetron

CASTING BINTANG SINETRON

Akhir pekan lalu saya (secara nggak sengaja) nonton casting bintang sinetron di sebuah mall.

Seperti kata sang pembawa acara minat masyarakat Tangerang jauh lebih rendah dibanding masyarakat Bekasi dan Jakarta dalam keikutsertaan mereka dalam casting bintang sinetron. Dengan mantap Mas MC mengatakan,”Mungkin karena orang Tangerang belum terlalu sadar pentingnya entertainment kali ya… Jadi hari ini hanya ada 3 peserta casting bintang sinetron! Tepuk tangan!!!”

Pertama seperti biasa pembawa acara memanggil sang castee lalu sang castee memperkenalkan dirinya dengan pede setengah malu-malu. Dan kemudian ada sebuah tugas acting yang didaulatkan kepada sang castee.

Mereka hanya diberi sebuah situasi, mereka harus mengembangkan situasi tersebut dan berlagak lagu di hadapan para pemandu bakat dan para penonton yang tak segan menertawakan dan mencela dengan sadis.

Peserta pertama: seorang ABG lelaki yang ditugasi berakting MARAH. Begini kira-kira yang saya rekam.

“Hey, luh yang disana! Ngapain lu liat-liat gueh?” teriaknya marah.

“Iyeee…” teriak penonton sambil ngakak.

“Emangnya gueh lucuh?” teriaknya agak kehilangan marah.

“Iyeee…” teriak penonton lagi sambil ngakak juga.

“Emangnya gueh aneh?” teriaknya sambil menahan tawa.

“Iyeee…” teriak penonton dengan tawa yang makin meledak.

“Emangnya ha gueh ha gueh marah nih!” Kata “ha” melambangkan tawa yang tertahan.

Penonton makin tergelak.

Peserta kedua adalah seorang ABG perempuan, sekitar 15 tahun. Imut. Dia didapuk menjadi anak tiri yang disekap dalam kamar mandi oleh ibu tirinya. Haduhhh, kalau saya jadi ibu tiri mungkin jadinya malah saya yang disekap sama anak tiri ha ha ha…

“Ibuuuuuuuuuuuuuuuu…” teriaknya sambil memaksa diri menangis.

“Apaaaaaaaaaaaaaaaaa…” jawab penonton kencang-kencang.

“Ibuuu…” teriaknya mulai menangis.

“Apaaa…” jawab penonton pura-pura menangis.

“Ibu… Tolong aku… Aku disekap dalam kamar mandi…” teriaknya sudah dengan menangis.

“Apaa… Kuncinya ilang! Kamu lompat dari atap aja!” teriak seorang penonton kencang sekali. Yang lain terbahak-bahak.

“Mengapa aku disekap? Mengapa ibu tiri begitu kejam? Mengapa?”

Mengapa melulu sih? Makanya jangan badung-badung ha ha ha…” Beberapa orang berteriak kencang lagi.

“Ibuuu… Tolong anakmu… Anakmu disekap… Tolong aku ibuuuu…” si ABG ini melolong-lolong, suaranya mengiris hati. Saya sampai merinding.

Sebenarnya merinding bukan karena suara dan rintihannya tetapi lebih ke pencitraan kekejaman ibu tiri. Tak sedikit ibu tiri yang baik dan mungkin bisa saja tak kalah baik daripada ibu kandung. Teman sekantor saya (dulu) diasuh oleh ibu tiri dan bapak tiri sekaligus dan tumbuh menjadi anak yang mandiri, cerdas dan sukses. Fyi, ketika ibu kandungnya meninggal sang ayah menikah lagi. Namun tak lama kemudian sang ayah menninggal dan akhirnya si ibu tiri ini menikah dengan lelaki yang lain. Pasangan orangtua tiri inilah yang mengasuh mereka. Kok jadi ngomongin ibu tiri dan bapak tiri he he he…

Dan, peserta terakhir ternyata tidak datang. Hanya tinggal dua peserta saja yang telah berhasil menghidupkan suasana foodcourt yang biasanya hanya ramai dengan denting gelas, piring dan sendok garpu atau musik mengalun memanjakan telinga pengunjung.

Maka ditentukan oleh pemandu bakat bahwa pemenangnya adalah si gadis yang tersekap dalam kamar mandi yang hilang kuncinya. Dia akan dikirim ke Grand Final di mall lain.

Saya sempat melihat si gadis melompat kegirangan memeluk ibu dan (saya tebak) teman-temannya.

Saya tersenyum. Saya ingat dulu waktu latihan teater, Mbak Ummi (pembimbing teater di es em pe negeri Kalangbret) menasehati kami untuk memerankan lakon sewajarnya.

“Jika harus berakting marah, marahlah karena alasan yang biasanya membuat kamu marah. Ketika kau sedih, sedihlah semata kau tahu kau sedang bersedih. Ketika kau takut, jangan kau buat-buat ketakutanmu. Biarkan peranmu keluar dari jiwamu, jangan dibuat seakan sedang marah, seakan sedih atau seakan takut.”

Sebab akting yang berlebihan hanya akan merusak penjiwaan kami terhadap peran yang dilakonkan.

Semua memang harus sewajarnya. Jangan menahan kebahagiaan, jangan menahan keriangan, jangan menahan kemarahan, jangan menahan kekecewaan. Lakoni dengan wajar sesuai waktu dan porsinya. Niscaya kita berhasil menjiwai peran kita di dunia.

Semoga bermanfaat. J

November 2008

In the middle of the night

25 thoughts on “Casting Bintang Sinetron

  1. kejamnya ibu tiri tak sekejam ibu subangun…

    Like

  2. aguskribo said: kejamnya ibu tiri tak sekejam ibu subangun…

    ha ha ha… karena ibu kota tak terbukti lebih kejam yo, Dik…

    Like

  3. aguskribo said: kejamnya ibu tiri tak sekejam ibu subangun…

    asik..mbak rike online n posting..aku kangennnnnn..

    Like

  4. rikejokanan said: “Iyeee…” teriak penonton lagi sambil ngakak juga.

    yang penting meriah

    Like

  5. shafa2hilman said: asik..mbak rike online n posting..aku kangennnnnn..

    hallooo… iki postingan oleh-oleh jalan ke mall sing mbiyen kae lho, Mbak. aku durung mlaku-mlaku yoan. tak ngumpulin tenaga dhisik, arep pijeeeet ha ha ha…

    Like

  6. ujiarso said: yang penting meriah

    meriah tenan, Mas Uji. pada kepingkel-pingkel.

    Like

  7. ujiarso said: yang penting meriah

    yang jadi pertanyaanku adalah…peserta ketiganya kok nggak malah jadi tampil ya?…malah bikin posting….hahaha

    Like

  8. rikejokanan said: hallooo… iki postingan oleh-oleh jalan ke mall sing mbiyen kae lho, Mbak. aku durung mlaku-mlaku yoan. tak ngumpulin tenaga dhisik, arep pijeeeet ha ha ha…

    arep pijet ki rasah ngumpulke tenaga..tapi nguras sik ae..ben cucuk karo mijete..pas awak kesel tenan dipijet..wew..asoy..

    Like

  9. otrad said: yang jadi pertanyaanku adalah…peserta ketiganya kok nggak malah jadi tampil ya?…malah bikin posting….hahaha

    soale wis nyerah, mesti menange. ngalah wae ha ha ha…

    Like

  10. shafa2hilman said: arep pijet ki rasah ngumpulke tenaga..tapi nguras sik ae..ben cucuk karo mijete..pas awak kesel tenan dipijet..wew..asoy..

    bener je, Mbak. iki wis meredup. tinggal 5 watt dipekso online mergo sesuk arep klayapan he he…

    Like

  11. shafa2hilman said: arep pijet ki rasah ngumpulke tenaga..tapi nguras sik ae..ben cucuk karo mijete..pas awak kesel tenan dipijet..wew..asoy..

    jika lihat akting artis sinetron sekarang, lama2 seni peran bukanlah sesuatu yang “hebat”.akting marah itu mata musti melotot, akting takjub itu mulut musti ngowoh menganga, dsb.ya jadi nggak hebat lah, lha wong semua orang bisa melakukannya.

    Like

  12. shafa2hilman said: arep pijet ki rasah ngumpulke tenaga..tapi nguras sik ae..ben cucuk karo mijete..pas awak kesel tenan dipijet..wew..asoy..

    He he he, lucu, Trims sudah berbagi:-)

    Like

  13. shafa2hilman said: arep pijet ki rasah ngumpulke tenaga..tapi nguras sik ae..ben cucuk karo mijete..pas awak kesel tenan dipijet..wew..asoy..

    Untung saya ga pernah berminat ikut gituan… Apalagi jadi wong yang populer

    Like

  14. rikejokanan said: soale wis nyerah, mesti menange. ngalah wae ha ha ha…

    percoyo wis….mesti menang mergane liyane melas karo sampean…hahaha

    Like

  15. rikejokanan said: soale wis nyerah, mesti menange. ngalah wae ha ha ha…

    foodcourt ternyata banyak ceritanya 😀

    Like

  16. rikejokanan said: soale wis nyerah, mesti menange. ngalah wae ha ha ha…

    hehehe aq yang cuma diceritain aja bisa kepingkel2 sendiri ngebayangin suasana waktu itu, gimana kalo nonton langsung yak

    Like

  17. klewang said: jika lihat akting artis sinetron sekarang, lama2 seni peran bukanlah sesuatu yang “hebat”.akting marah itu mata musti melotot, akting takjub itu mulut musti ngowoh menganga, dsb.ya jadi nggak hebat lah, lha wong semua orang bisa melakukannya.

    kalau dulu, wajah kemudian akting yang utama.sekarang, wajah nomer satu akting bisa kursus.saya jadi ingat bagaimana dulu Christine Hakim bisa begitu menjiwai perannya sebagai Cut Nya Dien dan jadi merinding. sekarang saya cuma bisa ngakak melihat bintang-bintang kita yang mukanya kinclong, bibir merah dan akting STANDARD GAK BECUS.memang kasar, tapi saya jamin anak-anak teater di SMP dan SMA dulu saya sekolah akan 100% mampu MELIBAS para pemain sinetron kita.bravo manusia pilihan yang memilih menjadi orang biasa!!!

    Like

  18. penulis2010 said: He he he, lucu, Trims sudah berbagi:-)

    lucu banget. sama-sama ya Pemulis2010

    Like

  19. smallnote said: Untung saya ga pernah berminat ikut gituan… Apalagi jadi wong yang populer

    kalau kamu ngikut casting, aku timpuuuukiiiiinnnnnnn!!!

    Like

  20. otrad said: percoyo wis….mesti menang mergane liyane melas karo sampean…hahaha

    akting ibu tiri disekap di kamar mandi oleh anak tirinya ha ha ha…

    Like

  21. atiggna said: foodcourt ternyata banyak ceritanya 😀

    many and many, Mbak Anggit ha ha…

    Like

  22. dewiekha said: hehehe aq yang cuma diceritain aja bisa kepingkel2 sendiri ngebayangin suasana waktu itu, gimana kalo nonton langsung yak

    di Bekasi pasti lebih ramai lha wong katanya peminatnya jauh lebih banyak lho Mbak Dew. ayo coba cari casting di mall-mall Bekasi he he…

    Like

  23. dewiekha said: hehehe aq yang cuma diceritain aja bisa kepingkel2 sendiri ngebayangin suasana waktu itu, gimana kalo nonton langsung yak

    panggung sandiwara udah dipenuhi panggung sandiwara

    Like

  24. cobadua said: panggung sandiwara udah dipenuhi panggung sandiwara

    iya.

    Like

  25. cobadua said: panggung sandiwara udah dipenuhi panggung sandiwara

    SMP Kalangbret yg di kauman tulungagung bukan mbak?

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: