GIGIKU SAYANG, GIGIKU GOYANG
Aku sakit gigi
Gigiku sedang mengerang
Biar kompak, aku ikut mengerang
Dan kekompakan itu
Justru menambah beban derita:
Sudah gigiku cenut-cenut, hatiku keriput seperti kacang kisut.
Wahai, gigiku sayang
Sabarlah engkau
Aku juga akan sabar
Makanya aku sekarang pasang koyo Cap Cabe
Biar panasnya memijitimu dari luar dinding rongga mulutku.
Ok, ggiku
Kalau kau tak juga membaik
Terpaksa
Sekali lagi, terpaksa
Aku mengunjunginya
Siapa lagi kalau bukan
Seorang dokter gigi cantik, anggun, cerdas
Tapi kejam dan hobi mengobok-obok mulutku!!!
Duh, Gusti…
Matur nuwun atas sakit giginya
Saya bisa membuat puisi karenanya.
January 23, 2009 – 11:19pm
matur nuwun, Tante… hmm… lezat dan langsung habis….inggih, tante. malah kalau melung-melung pada ketawa jeee… sakit yang nggak elit katanya 🙂
LikeLike
Ini tak anterin bubur sumsum supaya nggak pake ngunyah. Kasihan, orang sakit gigi paling nggak enak. Udah sampe melung-melung juga rak direken. Siapa sih yang pernah berinisiatif enngok orang sakit gigi? Semoga lekas sembuh ya……..Wis tak tiliki.
LikeLike