PIDATO OBAMA DAN TEBAKAN SAYA

PIDATO OBAMA DAN TEBAKAN SAYA

(diiringi senyum tanpa ekspresi)

Saya pernah berharap Obama akan memasukkan secara spesifik tentang konflik Israel-Palestina ke dalam pidatonya namun saya pernah menebak bahwa Obama tidak akan memasukkan “Israel-Palestina” dalam pidato kepresidenan pertamanya.

Terjawab sudah apa yang saya lihat dari balik kacamata gelap saya. Saya tidak sedang bersikap sinis. Saya hanya berusaha mencoba realistis bahwa seorang presiden Amerika Serikat, sehebat dan seobjektif apapun dia, dia akan mengedepankan kepentingan bangsa dan negaranya: kepentingan ipoleksosbudhankamnas Amerika Serikat.

Jika ada sebagian orang luar Amerika Serikat yang berharap begitu besar bahwa naiknya Barack Hussein Obama sebagai presiden kulit hitam kesekian Amerika Serikat akan membawa angin segar untuk konflik Timur Tengah (baca: Israel versus Palestina) itu hak mereka, namun segeralah tahu bahkan Obama pun tidak menyinggungnya sama sekali di dalam pidatonya.

Konflik Israel dan Palestina adalah sebuah isu politik terbesar saat ini dan AS mau tidak mau adalah salah satu aktor yang perannya tidak kecil. Eeeeh… ternyata ndak disinggung. Lha gimana dong, Mas Obama? Kenapa gak nyapa Israel “Eh, Israel, temenku, ojo nakal-nakal karo tetanggamu yooo… Ora apik… Ora sopan… Mbok ayo ciptakan perdamaian bersama-sama. Mesakake wong sing ora ngerti kuwi lho…”.

Tapi yang aneh, kenapa disebut-sebut kata Afghanistan. Ayolaaah… Obama, gak usah perang-perangan. Gak usah merasa diri Anda sebagai bangsa paling edan di dunia ini. Dan kenapa Anda berteriak “for those who blah blah blah, we will defeat you!!!” Walah, Mas Obama… sampeyan ini lho kok gaya tenan… Sampeyan bukan Gusti Allah, kok mau defeat bangsa lain yang menurut pemerintahan Anda “nakal”. Sampeyan masih mau jadi pulisi ndunya (polisi dunia) tah?

Ingat lho ya… sampeyan bilang “honesty, hard work, courage, blah blah blah… and those are TRUE” jadi nanti kalau ternyata sampeyan gak jujur dll, sampeyan akan kualat. Saya tidak mengutuk Obama, saya cuma mengingatkan diri sendiri dengan “gaya karambol” dengan target diri saya sendiri. Pletak! Wadaw!

Oke, saya tidak punya kepentingan apa-apa selain bahwa apapun alasannya perang harus diakhiri. Musuh terbesar adalah kemarahan dalam diri kita yang berkobar tak kenal waktu hingga akhirnya gelombang kegelisahan dalam diri ini menenang.

Saya juga tidak sedang membenci Obama dan bangsa-negaranya. Saya hanya sedang berbagi dengan Anda sekalian bahwa tebakan saya benar namun harapan saya tidak terpenuhi.Bagaimanapun Obama menawarkan perubahan demi citra dan cita bangsanya. Obama sedang memulai pekerjaan panjangnya (4 tahun) demi mewujudkan mimpi pribadi dan kelompoknya.

Kita, yang di Indonesia sini, mari kita bekerja keras secara jujur dan berani untuk mewujudkan mimpi kita yang bisa jadi jauh lebih besar dan mulia daripada mimpi Obama. Gak usah tergantung pada Obama. Gantungkan harapanmu pada Yang-Tak-Butuh-Bergantung. Kita bisa tanpa berharap pada bangsa dan negara lain karena orang Indonesia ditakdirkan menjadi besar sebagai dirinya sendiri.

Saya hanya bisa berdoa pada Gusti Allah bahwa saya dimasukkan kedalam gol
ongan orang-orang yang beruntung dunia dan akhirat. Amin…

January 21, 2009 – 1:11am

20 thoughts on “PIDATO OBAMA DAN TEBAKAN SAYA

  1. smallnote said: Anak Menteng yang sederhana… Namun bisa menjadi pemimpin dunia…Luar biasa!!!

    Menurut Pak Amin Rais partai Republik dan Demokrat itu kan spt perampok dan perompak. Tp dilihat dari keputusannya menutup Guantanamo itu langkah yg baik. Semoga Obama tidak seperti apa yg dikatakan Pak Amin. Kita tunggu langkah Mr O selanjutnya……….

    Like

Comments are closed.