March 14, 2009
rike jokanan

24 comments

JAKA SEMBUNG BAWA GOLOK

JAKA SEMBUNG BAWA GOLOK

Judul sangat penting perannya dalam sebuah komposisi. Komposisi bisa berarti apapun: tulisan, musik, rangkaian bunga, kumpulan peristiwa hidup Anda, bahkan alam semesta adalah komposisi. Tanpa judul sebuah komposisi akan sulit dideskripsikan atau mudah tapi dengan usaha yang lebih berdurasi. Judul sebagai label menjadi semacam nama diri yang embantu manusia bertransaksi dalam kehidupan.

Apa sih yang nggak ada judul? Buku ada judulnya, film ada judulnya (film porno ada judulnya selalu gak sih?), toko ada judulnya (nama toko maksudnya), sekolah ada judulnya, mata pelajaran ada judulnya, nama gedung (paling tidak pakai abjad dan nomer), benda-benda. Bahkan Anda manusia pun berjudul – judul Anda adalah Novita (nama), Cipit (nama panggilan), anak cengeng (julukan), Manager Keuangan (posisi Anda di kantor), si pelit (julukan Anda di kalangan sahabat), dll.

Tanpa judul, dunia tidak lengkap. Judul adalah bentuk lain kode yang kadang orisinal kadang tidak. Ketika Anda masuk perpustakaan, Anda mencari buku sesuai judul tetapi petugas perpustakaan akan mencari buku yang Anda maksud dengan kode lain yang jauh lebih membantu dalam bidangnya. Maka mana yang orisinal, judul buku atau kode perpustakaan? Jika Anda pengunjung perpustakaan, Anda ngeyel bahwa judul buku adalah kode orisinal namun jika Anda pustakawan Anda mungkin akan mengatakan kode DDC adalah kode yang standardized dan reasonable di dalam sistemnya.

Tapi kadang judul menjadi sesuatu yang diagung-agungkan tanpa disadari bahwa isinya jauh lebih penting dibahas.

Judul bisa saja disejajarkan dengan kulit atau tampilan luar atau kesan selayang pandang atau pengenalan sesaat yang bisa saja memberikan kata kunci bagi sebuah kenyataan tapi juga bisa menyesatkan bagi para pembaca yang hanya bisa membaca tanpa mau memahami lebih lanjut kenyataan di belakangnya.

Pembaca yang baik bisa jadi adalah pembaca yang mampu memahami bacaan dengan sekali baca; atau pembaca yang mau membaca berulang-ulang tanpa bosan; atau pembaca yang memahami komposisi hanya dari membaca judul; atau mungkin Anda memiliki definisi yang berbeda tentang pembaca yang baik. Namun buat saya pembaca yang baik adalah pembaca yang sanggup menyelesaikan bacaannya sampai akhir sebagai rasa tanggung jawabnya memilih bacaan dan mampu memahami bacaan itu sebagai tambahan ilmu untuk mengapresiasi diri.

Jika Anda pergi ke toko roti dan ternyata roti yang ingin Anda beli bungkusnya dan bentuknya tidak menarik, apakah Anda akan membeli roti tersebut? Jika Anda tak mementingkan bungkus maka Anda akan membelinya karena roti itu baru mateng, sehat dan murah. Tapi jika Anda mementingkan bungkus, bisa saja Anda mendesah kecewa dan mengganti pilihan Anda karena roti sehat dan murah itu hanya satu-satunya dan bungkusnya tidak sesuai dengan ekspektasi Anda.

Kalau ada lelaki ganteng dan gagah/perempuan yang seksi jelita, kaya, pintar, alim, dewasa; apakah Anda akan mau menjadi istri/suaminya? Bisa saja Anda bilang ya. Tapi bisa saja Anda bilang tidak kalau Anda tahu dia punya penyakit paling mematikan dan menular. Judul awal membuat Anda terkesan sementara dan melarikan diri kemudian.

Kalau ada seseorang dengan kondisi yang sebaliknya dari yang diatas, meminta Anda menjadi istri/suaminya; apakah Anda akan bilang tidak? Bisa saja, karena tampilan awalnya tidak memesona Anda. Padahal bisa saja dia itu Jaka Kendil yang bisa berubah ganteng dan anak raja jika kemudian Anda mau berkorban sedikiiit saja dengan meneriama dia apa adanya. Atau bisa saja memang dia itu tidak baik setidak-baik tampilan luarnya.

Judul bisa berarti judul.

Judul bisa berarti simbol.

Judul bisa berarti tampilan awal.

Judul bisa berarti pengenalan yang mungkin hanya sepersekian persen dari isi.

Judul bisa berarti bungkus roti.

Judul bisa berarti nama.

Judul bisa berarti bentuk fisik.

Judul bisa berarti julukan.

Judul bisa berarti kode.

Judul bisa berarti first-sight alluring thing.

Judul bisa berarti apapun sesuai yang Anda pahami tentang kata judul.

Aaah… kadang judul penting, kadang tidak sebegitu penting tapi judul tidak pernah tidak penting. Yang perlu direnungkan hanyalah seberapa besar Anda memerlukan judul ketika Anda telah secara sempurna memahami isinya?

Apakah Anda terbantu atau tersesat oleh judul komposisi ini?

Saturday, March 14, 2009 — 11:00am

24 thoughts on “JAKA SEMBUNG BAWA GOLOK

  1. rikejokanan said: Judul bisa berarti judul.

    Ini disebut dua kali… :-))

    Like

  2. rikejokanan said: Judul bisa berarti judul.

    revisiiii…

    Like

  3. rikejokanan said: Judul bisa berarti judul.

    ya pentinglah, soal isi tidak sesuai dengan judul, itu lain lagi urusannya.. nice posting… πŸ˜€

    Like

  4. utara19 said: ya pentinglah, soal isi tidak sesuai dengan judul, itu lain lagi urusannya.. nice posting… πŸ˜€

    ya, setuju Mas Ut. terpulang pada pembaca. thanks a lot. have a nice weekend πŸ™‚

    Like

  5. utara19 said: ya pentinglah, soal isi tidak sesuai dengan judul, itu lain lagi urusannya.. nice posting… πŸ˜€

    sama sama πŸ˜€

    Like

  6. rikejokanan said: revisiiii…

    Curang!!! Revisi itu bukan didelete kali… Tapi diedit…

    Like

  7. utara19 said: sama sama πŸ˜€

    πŸ™‚

    Like

  8. smallnote said: Curang!!! Revisi itu bukan didelete kali… Tapi diedit…

    sippp… ini aku lagi latihan di-bookreview ha ha ha ha…

    Like

  9. rikejokanan said: sippp… ini aku lagi latihan di-bookreview ha ha ha ha…

    Link dong….

    Like

  10. smallnote said: Link dong….

    link kemana? ke facebook? kan udah copas. ke goodreads? bisa copas juga he he he…*pemalas mode on*

    Like

  11. smallnote said: Link dong….

    Bookreview?

    Like

  12. smallnote said: Bookreview?

    bookreview: nge-review buku ketika bukuku bener-bener ada nanti he he he…

    Like

  13. smallnote said: Bookreview?

    Great….Makasih mBak…..

    Like

  14. smallnote said: Bookreview?

    aku tersesat….maklum ternyata udah emak” mind set jadi “sedikit” melenceng hihihihihow are you say… long time no see ya

    Like

  15. smallnote said: Bookreview?

    hm…iya2..(sambi manggut2).aku udah nyelesein uraian diatas..aku pembaca yang baik…asikk..mbak rike balik lagi..

    Like

  16. ohtrie said: Great….Makasih mBak…..

    matur nuwun, Mas Utroq…

    Like

  17. atiggna said: aku tersesat….maklum ternyata udah emak” mind set jadi “sedikit” melenceng hihihihihow are you say… long time no see ya

    holaaa… aku baik-baik saja. dikau sibuk banget sama Baby Darin yo, Mbak? gak papa, emang tulisan ini ditulis untuk memelencengkan pikiran yang melenceng kok ha ha ha…

    Like

  18. shafa2hilman said: hm…iya2..(sambi manggut2).aku udah nyelesein uraian diatas..aku pembaca yang baik…asikk..mbak rike balik lagi..

    ok, baguuuus… sekarang bikin review-nya (kata Bu Guru) ha ha ha…halah, aku ki tetep di MP tapi gak banyak komen soale sing mbiyen rajin nulis saiki njamaah al fesbukyak kabeh ha ha ha… mengko tak sambangi meneh Mbak. lucu ndeloki wajahe Hilman jee…

    Like

  19. rikejokanan said: karena tampilan awalnya tidak memesona Anda. Padahal bisa saja dia itu Jaka Kendil yang bisa berubah ganteng dan anak raja jika kemudian Anda mau berkorban sedikiiit saja dengan meneriama dia apa adanya.

    ada seorang puterirada apes mungkin diasudah berapa kodok dia cium bibirnyatak satupun yang berubah jadi pangeran tampantapi besok,dia akan tetap mecobanyakarena masih banyak kodok yang belum dia cobanice posting mbakyu..

    Like

  20. klewang said: ada seorang puterirada apes mungkin diasudah berapa kodok dia cium bibirnyatak satupun yang berubah jadi pangeran tampantapi besok,dia akan tetap mecobanyakarena masih banyak kodok yang belum dia cobanice posting mbakyu..

    mbok aja ngono to, Mas Aji ki ya… lha aku saiki wis wegah mencium kodok meneh lha wong dadi nggantheng ora malah aku sing kadasen jeee… :-Dok, sami-sami. tak sambangi njenengan sedela meneh…

    Like

  21. klewang said: ada seorang puterirada apes mungkin diasudah berapa kodok dia cium bibirnyatak satupun yang berubah jadi pangeran tampantapi besok,dia akan tetap mecobanyakarena masih banyak kodok yang belum dia cobanice posting mbakyu..

    sekarang jaka sembung bawa pestol,…

    Like

  22. t4mp4h said: sekarang jaka sembung bawa pestol,…

    dan sekarang udah gak jaka lagi, Mas. duda sembung bawa keris, gak nyambung najiiis πŸ˜€

    Like

  23. t4mp4h said: sekarang jaka sembung bawa pestol,…

    He……he.. saya malah tersesat nich

    Like

  24. boniap said: He……he.. saya malah tersesat nich

    syukurlah, at least kamu tahu Bon bahwa kamu tersesat he he

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: