REALITAS KECIL YANG (AGAK) MENGGUNCANG

REALITAS KECIL YANG (AGAK) MENGGUNCANG

Dulu waktu masih sekolah saya gemar berkelana baik sendiri maupun bersama-sama teman mengelilingi wilayah yang tak seberapa luasnya tapi sungguh membuat jiwa kami seakan mengembara ke seluruh alam semesta. Lebay!

Di setiap perjalan (hampir di setiap perjalanan tepatnya) kami selalu mendapatkan realitas baru yang sering kali mengagetkan jiwa muda kami.

Salah satunya adalah sebuah kenyataan relijius yang sesungguhnya hal sepele namun mengguncang iman kami (saat itu) walau sesaat.

Berapa jumlah ayat dalam Al Quran? 6666

Angka cantik bukan? Kembar empat!

Tapi setelah guru kami menyuruh kami menghitungnya di rumah, kami mendapatkan hasil yang sangat signifikan bedanya. Jumlah ayat dalam kitab kami adalah 6***. Silakan dihituhg sendiri ya Sudaraku… Bahkan setelah ditambahkan 113+1 basmalah pun tak bisa sampai 6666.

Banyak hal kecil yang membuat kita “ingkar” terhadap kepercayaan kita. Tetapi biasanya kemudian kita akan memaklumi kebenaran “baru” tersebut setelah membuktikan dengan pengalaman.

Ada lagi hal kecil yang pernah mengguncang keyakinan muda saya. Dulu saya sangat percaya bahwa Syeh Siti Jenar dihukum pancung oleh salah satu dari 9 wali yang berkumpul bersama. Namun setelah saya mudeng karena sekolah dan diskusi dengan teman-teman, saya baru tahu bahwa para wali yang diceritakan berkumpul bersama itu berada pada dimensi waktu yang berbeda. Mana bisa orang yang sudah mati hadir iktu mengerubuti Syeh Siti Jenar yang akan dibinasakan bersama ajarannya itu?

Hanya diri kita yang bisa menentukan apakah kita akan percaya pada sebuah teks tanpa mengalami konteks-nya. Atau kita menjaring konteks dan mengintegrasikannya dalam teks. Itu pilihan pribadi masing-masing. Yang paling penting adalah, jangan pernah berhenti menyerapi energi yang tak habis-habisnya ini senyampang jiwa kita masih punya kendaraan berupa badan yang jika nanti lapuk maka jiwa kita pun harus segera bersiap dengan “charged battery” untuk pulang ke rumah.

Mempercayai kebenaran kadang mengerikan karena harus menghadapi “kekalahan” oleh revisi-revisi alami yang ditawarkan kebenaran itu sendiri.

Kalau kepercayaan kita masih bisa diuji, maka ujilah dengan realitas-realitas yang ada. Jangan takut atau ragu karena sesungguhnya kalau memang itu kebenaran maka akan teruji, tetap cemerlang atau bahkan makin benderang.

Keramat – 14 januari 2010

12 thoughts on “REALITAS KECIL YANG (AGAK) MENGGUNCANG

  1. ohtrie said: Sip makasih sharingnya mBak…..Kira kira ini ada hubungannya pada koneks bahwa “dunia ini penuh tipu daya”

    sami-sami, Mas Utroq… kalau mau dihubungakan kemana saja cocok asal talinya kuat dan lentur. begawan sekelas njenengan kan mesthi mak cling ngerti… 😉

    Like

  2. rikejokanan said: sami-sami, Mas Utroq… kalau mau dihubungakan kemana saja cocok asal talinya kuat dan lentur. begawan sekelas njenengan kan mesthi mak cling ngerti… 😉

    haiyahh, malah ganti kon mikir dhewe ta mBaaaak…sik sik tak golek tambang sik, njuk bar kuwi tak mikir… tambange meh kanggo apa yaaa…? (nggantung…)

    Like

  3. ohtrie said: haiyahh, malah ganti kon mikir dhewe ta mBaaaak…sik sik tak golek tambang sik, njuk bar kuwi tak mikir… tambange meh kanggo apa yaaa…? (nggantung…)

    nah kan, berarti tulisanku sukses tooo… karena telah membuatmu bingung… mikiiiir he he

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s