TEMANKU, BINTANGKU

TEMANKU, BINTANGKU

Berupa-rupa diskusi kecil dalam keseharian saya ibarat bintang-bintang di langit, bertaburan tak beraturan tapi jika diamati mereka adalah gabungan rasi-rasi bermakna. Diskusi seru semacam bintang yang pijarannya ibarat Alpha Century. Yang sedang saja tetapi ajeg ibarat Mars yang rajin terbit dan tenggelam di muka bumi. Yang redup-redup saja ibarat bintang yang jauuuuuh, tidak terbaca konstelasinya dan pijarnya tidak cukup untuk terlihat mata telanjang.

Nyatanya bintang-bintang dengan atau tanpa kejelasan konstelasi tetap diharapkan kehadirannya di malam-malam manusia. Kalau tak ada bintang, malam jadi kelam atau menjadi kurang ramai karena hanya terlihat bulan saja.

Itulah makanya saya menghargai kehadiran teman. Kurasa tanpa teman hidup ini sepi, tak berkembang dan membosankan.

Seburuk apapun teman yang bisa kita ajak bertukar pikiran, dia bagaikan bintang yang menghiasi pemandangan hitam di langit. Dengan teman yang tak terlalu memahami alur pikiran kita, topik-topik ringan bisa menyemarakkan suasana. Yang dibutuhkan dari teman semacam ini hanya ketulusan untuk berbagi keceriaan tanpa ada kompetisi untuk memamerkan keakuan. Saya punya banyak teman seperti ini. Biasanya saling ledek tanpa batas justru membuat kami tertawa guling-guling seandainya guling-guling di tempat umum tidak memalukan.

Jika teman ngobrol punya frekwensi yang harmonis dengan getaran pribadi kita, pikiran berlompatan seperti sekawanan kelinci yang sedang menikmati sehatnya tungkai-tungkai lompatnya, bergembira. Pikiran hidup, melewati quantum yang secara fisika atau kimia hitungannya menjebolkan kalkulator ciptaan manusia. Disini aku menikmati “sharing session” yang menjadi bursa pemahaman dan membikin masing-masing komunikan menjadi cerlang jiwanya. Ah… teman-teman semacam ini memang jumlahnya tak banyak, mereka seperti kumpulan bintang yang telah kita definisikan konstelasinya, pijarnya dan manfaatnya.

Ada lagi sejenis teman yang justru saat ini sangat banyak meningkahi proses berpikir saya. Mereka ibarat bintang-bintang gumebyar (bergebyaran, Bahasa Jawa) dan membuat saya kesurupan. Bagaimana tidak kesurupan? Saya seperti menemukan batuan mulia gratis di dasar bumi yang normalnya berharga sangat tinggi di permukaan bumi. Teman ini membawa sesuatu yang baru yang sebelumnya tak terpikirkan. Atau, teman ini membawa sesuatu yang membuat saya berani menyatakan sesuatu yang selama ini saya sembunyikan lantaran ketakutan jika terlalu terbuka saya akan “dihajar” massa. Tetapi percayalah bahwa memiliki teman seperti ni bukan tidak menawarkan ketakutan. Ada sebuah ketakutan bernama rasa sungkan (enggan karena rasa hormat dan sedikit rasa kurang percaya diri, Bahasa Jawa) timbul.

Rasa minder campur hormat ini hadir ketika saya tertantang untuk bertanya tetapi ternyata pertanyaan saya ini seakan sebuah kerikil yang besarnya tak cukup besar untuk diselipkan di kulit ketapel rasa ingin tahu saya. Hasilnya, pertanyaan itu tak mampu dilontarkan. Rasa percaya diri kadang cukup besar tetapi pertanyaan itu hanya menuai tertawaan karena terlalu cebol untuk dibahas oleh teman-teman yang bintangnya gemerlap. Yah, pada kondisi ini aku seperti “cebol nggayuh lintang” (orang kerdil menggapai bintang, peribahasa Jawa)

Tak mengapa, perasaan itu justru membuat saya makin getol bertanya dan mencoba-coba menjawabnya sendiri dengan membaca dan membuat relasi-relasi walau kadang yang muncul adalah pertanyaan konyol selanjutnya atau jawaban yang tak bisa dimengerti secara instan.

Ok lah kalo beg beg begitu… teman-teman, bagaimanapun rupa jiwanya tak saya sesali kehadirannya. Separah apapun luka yang digoreskannya akan saya hargai sebagai sebuah hadiah yang kelak di pertemuan yang selanjutnya akan mereka kenal sebagai tanda mata. Mereka akan segera mengenal jejak yang mereka tinggalkan baik itu keceriaan dengan saya, keindahan berbaginya atau jawaban-jawaban yang dilontarkannya dan membuat saya memahami diri saya sendiri. Ada juga yang suatu saat nanti akan terharu atau menyesal karena luka-luka dalam yang ditinggalkannya justru membuat pohon jiwa saya berlekuk-lekuk indah tak seindah pohon jiwa mereka.

Temanku, bintangku. Kita berjumpa karena kita pernah berjumpa dan akan berjumpa di tempat yang lebih indah.

Salam.

Keramat, 25 Februari & 1 Maret 2010 – 10:20 & 10:02 malam

7 responses

  1. Temanku, bintangku. Tapi kalo ada yang nyebelin…aku cukup tau ajah…ga bisa lagi berdekatan sperti sbelumnya…beware of “friends”. Alhamdulillah ga smua bintangku sperti itu, karna aku melihat dari kacamata hatiku akan ketulusan mreka untuk menjadi temanku 🙂 Nice info Miss 🙂

    Like

  2. moddies said: Temanku, bintangku. Tapi kalo ada yang nyebelin…aku cukup tau ajah…ga bisa lagi berdekatan sperti sbelumnya…beware of “friends”. Alhamdulillah ga smua bintangku sperti itu, karna aku melihat dari kacamata hatiku akan ketulusan mreka untuk menjadi temanku 🙂 Nice info Miss 🙂

    bagaimanapun buramnya bintang, dia tetap penghuni langit yang membuat malam menjadi indah ketika tak bintang lain selain bintang buram itu. love yourself then love others…kalau udah keterlaluan, cuekin aja he he he

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Penumbra Haiku

..... Just ....... Haiku .....

ram H singhal

Journey of Creative Enlightenment

Flora Fiction

A Creative Space

tinytotspoetry

Aspiring to be the best at writing. Poetry lover, haiku and free verse to be precise, I hope to one day master

myScribbles

Absent-minded musings

Melody Chen

Word-Experimentalist

Den of Dreams

Creativity Is a Wild Thing

Daydreaming as a profession

Just writing some poems. No pics, no GIFs, no vids. Keeping it simple.

Pee Kay

voice_of_the_pen

The Broken Specs

Here's To Express.. :)

Indonesia Labour Database

Knowledge is Power

Light Play ~ Revitalize

we are fish that play in a sea of light

Cooking

recipes, tips & ideas

Simplify Tasks

Want to learn the simple way?

myvvoice

Escaping reality or facing reality.

The BELOVED

Our hearts are home, secured in God's Love. Find Hope and Encouragement in The LORD, The HOLY BELOVED.

Обзоры от Марковича

смартфоны, тарифные планы, приложения, спектакли, выставки, развитие сельского туризма в России

thoughts and entanglements

A collective of poems and photos. All photos taken by me unless stated otherwise.

Rusted Honey

Poetry, haiku, tanka, and micropoetry

OwnShadow

Looking for people to share the written word

Madamsabi's Blog

Coffee For The Mind, inspiration for the soul!

unbolt me

the literary asylum

THE RIVER WALK

Daily Thoughts and Meditations as we journey together with our Lord.

Inner Peace

True wealth is the wealth of the soul

Luna

Pen to paper.

(Metanoia)

Fan of GOD

The Art of Blogging

For bloggers who aspire to inspire

Verona

- Renee verona -

Bombay Ficus

Running, Writing, Real Life Experiences & Relatable Content.

Learning to write

Just your average PhD student using the internet to enhance their CV

a.mermaid'spen_

I rant and write ;)

New Lune

A blog full of tips, inspiration and freebies!

Belajar Numerik Al Quran

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Al Qamar 22, 32, 40)

chipping in

listen, and keep it clean

Shanmugam's Blog

Articles on Spirituality. Psychology, Mindfulness, Spiritual Enlightenment & a Collection of my Poems.

niaART

If you are always trying to be normal, you will never know how amazing YOU can be. Maya Angelou

WordPress.com Apps

Apps for any screen

Poetry and Prose

From soul to soul

Eden Hills

My Life on the Farm

Mlathi Wulung

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

Dread Poets Sobriety

Irreverence's Glittering New Low!

Asosiasi Mahasiswa Pecinta Literasi

Nge-literasi atau terjajah selama-lamanya?

Alifis@Corner

Apa adanya, selaraskan akal dan hati

bibilintikan

just a little nod in the ocean

Chez Lorraine

A journal of an Indonesian in The Netherlands

%d bloggers like this: