Month: December 2010
pulang cepet karena prediksi jalanan bakalan macet lantaran hari ini ada sepak bola gajah…
Tim sepak bola Indonesia kalah 3-0 dari tim Malaysia… Welhadalah…
SELAMAT HARI NATAL 2010
Bagi saudara-saudaraku,
Selamat Hari Natal 2010
Semoga Natal tahun ini membawa kedamaian dan keindahan jiwa bagi kita semua—
Baik yang merayakannya maupun yang mengucapkannya.
Amin…
Salam,
Rike
ternyata di masyarakat kita ini perempuan belum dipercaya bahkan oleh sesama perempuan sekalipun… bukti nyata: seseorang pernah berkata “nggak usah rekrut perempuan lagi, ribeut urusannya”. itu yang bilang lelaki. kalau yang perempuan bilang “gw kalau urusan sama sesama perempuan males. ribeut”. dasar perempuan….!
IBUKU DI HARI IBU

IBUKU DI HARI IBU
Tadi kutelpon ibuku, menyampaiakan kabar baikku dan mendengarkan suaranya yang merdu. Ternyata beliau juga ingat hari ini Hari Ibu. Ketika kuucapkan “Selama Hari Ibu ya, Bu…”, beliau serta-merta berterima-kasih dan lalu mendendangkan doa-doa untukku.
Wanita itu, ibuku.
Selalu ramah menyambutku dengan suaranya yang mendayu dan syahdu. Sabar bikin musuh gentar tetapi tetap lembut mengurai ruwetnya akar-akar syaraf anaknya ini.
Apa yang mesti kuucapkan padanya, sudah kulakukan pagi tadi. Tapi apa yang mesti kuberikan kepadanya sebagai bingkisan Hari Ibu? Entah… Sesuatu tidak cukup membayar kenangan hidupku denganya karena dia lebih dari segalanya yang kupunya.
Mata uang yang kutawarkan adalah cinta baktiku. Bisa saja dia tak cocok dengan bentuk kebaktianku, tapi akan selalu kulihat ketulusannya menerima laku doaku.
Oh, Ibuku…
Selamat Hari Ibu
Kupohonkan sejuta kemuliaan bagimu.
Salam cinta dan bakti…
LIA Taruna – 22 Desember 2010 – 1:25 siang
DAWAI KETIADAAN
DAWAI KETIADAAN
Dawai sukma bergetar anteng mengalunkan tembang termuram yang perlahan memekatkan hawa sudut tiap partikel pembentuk wadag.
Dimana lagi nada-nada menyebar?
Usah ditanya, mereka menggapai segala arah yang ada untuk menjadi alpa, tiada.
Panji perdamaian mengurai angin membelai mata angin yang berjumlah tak hingga.
Serba-neka perasaan terpusat di titik tiada. Rapat dengan kesirnaan yang berat dibaluh ruang dan waktu.
Niscaya…
Pinang – 21 Desember 2010 – 10:07:05 malam
OSENG PEPAYA MUDA
Description:
Semua bahan dan bumbu silakan ditentukan berapa banyaknya. Jika tidak suka udang, silakan diganti yang lain atau ditiadakan saja…
Ingredients:
Bahan:
– Buah pepaya muda
– Petai
– Udang pancet (bisa diganti ebi kering)
– Daun so (bila suka)
Bumbu:
– Bawang putih
– Bawang merah
– Cabai rawit
– Daun salam
– Lengkuas
– Garam
– Gula
– Penyedap rasa jika suka
– Minyak untuk mengoseng
Directions:
Cara memasak:
– Iris-iris papaya memanjang tipis, cuci sambil remas-remas memakai garam lalu tiriskan.
– Kupas petai, belah dua.
– Bersihkan udang.
– Haluskan bawang putih, bawang merah, cabai rawit, garam dan lengkuas.
– Panaskan minyak lalu masukkan bumbu halus. Lalu cemplungkan udang.
– Masukkan irisan pepaya muda, aduk hingga merata dengan bumbunya.
– Taburkan daun salam dan gula. Tutup masakan beberapa saat.
– Jika sudah cukup empuk, masukkan daun so.
– Taburkan bawang merah goreng ketika menyajikan.
berharap firstmedia bisa masuk kampungku….
pengen masak pepaya oseng bumbu petai… bau? biarin he he he…
Mengenali Cakrawala Yang Melintas
MENGENALI CAKRAWALA YANG MELINTAS
Kukira cakrawala berhenti
Ternyata dia melintas
Seperti burung-burung yang berderet membentuk huruf V
Mencari tujuan yang telah ditemukan sebelum beranjak pergi.
Cakrawala itu
Itu? Jauhkah kau sebut itu?
Atau cakrawala ini?
Yang dekat bersanding dengan aliran jiwa
Yang memusat di jantung yang terus berdetak.
Cakrawala mengintip langit
Membuka jalan yang dipasangi rantai seperti
Yang dilintasi para bintang diatas karpet merah,
Indahnya….
Cakrawala itu perlahan kuluaskan agar napasku lebih lega
Tanpa mesti memakai topeng penyaring udara.
Lebih cepat cakrawala kudorong,
Makin lega rasa yang kusimpan.
Agaknya niscaya.
Cakrawala menjadi kebaikan
Yang tak pernah terbayang sebelum kumati dalam tubuhku ini.
Rasanya semacam onggokan jiwa yang siap meledak
Dan mendobrak jalan ke surga.
Cakrawala ini
Cakrawala itu
Tak ada pemisah antaranya.
Penautnya adalah jantungku
Yang tak hendak mengungsi
Biarpun bencana menguntiti.
Pinang, 12/12/10 – 2:52 siang
SUP SPAGHETTI KACANG HIJAU
Description:
Saya memasak hidangan ini karena cuma itu saja yang bisa saya temukan di kulkas he he he… Selamat mencoba. Jika Anda ingin membuat variasi untuk resep ini, sepertinya akan semakin lezat memikat. Selamat mencoba…
Ingredients:
Bahan:
– 1 genggam spaghetti
– ½ genggam kacang hijau
– Wortel
– Air secukupnya
Bumbu:
(ukuran secukupnya sesuai intuisi memasak Anda he he…)
– bawang putih
– merica
– garam
– gula
– perasa jikau suka
Directions:
1. Rebus kacang hijau hingga cukup matang tetapi tidak sampai empuk atau hacur sekali.
2. Masukkan spaghetti dan bumbu yang telah dihaluskan. Kemudian tambahkan wortel.
3. Angkat jika spaghetti telah masak (empuk).
4. Sajikan dengan saos sambal.
TIDAK
TIDAK
Berhentilah berdetak
Wahai, jantung yang menguntit bayanganku.
Pijakan di bawahku mulai berderak
Tak mengijinkan lagi penumpang tambahan
Yang niscaya meruntuhkan perahu
Lalu menenggelamkanku
Bahkan sebelum ujung pulau tertangkap.
Atau
Jika kau masih ingin hidup,
Segeralah ambil dayung di bawah lantai geladak
Kemudian sawuklah gelombang
Menjalankan bahtera
Menuju persinggahan terdekat.
Pinang, 11 Desember 2010 – 8:15 malam


