January 13, 2012
rike jokanan

2 comments

MEREKA MENGGUNAKAN SEMANGAT SEBAGAI BAHAN BAKAR

MEREKA MENGGUNAKAN SEMANGAT SEBAGAI BAHAN BAKAR

(sharing dari facebook 1)

Kenyataan yang begitu sederhana tetapi seringkali kita lewatkan. Kita berpikir bahwa memiliki kesadaran berarti terkait dengan hal-hal lain yang lebih besar, lebih spektakuler. Apa yang orang pikirkan tentang pengembangan batin? Pengembangan batin tidak berarti bersimbah cahaya dan musik. Pengembangan batin sangatlah sederhana. Ada disini dan saat ini. Orang mengira bahwa Pencerahan dan realisasi adalah sesuatu yang berada di tempat yang sangat jauh, peristiwa luar biasa dan mencengangkan yang sekali terjadi, maka akan mengubah segala sesuatu selamanya.

Pencerahan adalah sesuatu yang sangat sederhana hingga kadang-kadang kita tidak mampu melihatnya. Pencerahan itu ada disini, di hadapan kita, tetapi kita tidak menyadarinya. Dan Pencerahan adalah sesuatu yang bisa terjadi kapan saja. Dan pada saat kita melihatnya, itulah Pencerahan. Pencerahan sudah ada di sana sejak lama, tetapi mata batin kita tertutup. Ketika semua momen kesadaran saling berhubungan, kita pun mengalami Pencerahan.

Pada satu momen, kita seperti melihat dengan memakai teropong dan pandangan kita masih buram. Ketika kita mengalami suatu kejadian, kita mengalaminya lewat filter ide-ide, konsepsi, dan penilaian kita. Apa yang harus kita lakukan adalah membawa segala sesuatu dalam sebuah fokus yang tajam, untuk melihat segala sesuatu apa adanya.

Orang berpikir bahwa untuk menjadi seorang yang memahami spiritual, Anda harus menjadi benda kosmis yang tak berbentuk, yang sangat kita takuti. Bukan berarti kita tidak memiliki perasaan atau emosi kita menjadi datar. Seseorang masih memiliki dirinya apa adanya, pribadinya sendiri. hanya saja, kita tidak lagi percaya pada perasaan dan emosi. Pikiran orang yang cerah tidaklah kosong, pikiran mereka penuh dengan cinta kasih, kebahagiaan dan humor. Sangat ringan. Pada saat yang bersamaan juga sangat sensitif dan sangat cerdas.

Kesadaran sama seperti papan peselancar. Jika Anda adalah peselancar, Anda tidak akan ingin bermain di danau yang tenang. Anda menginginkan ombak yang besar. Yogi Agung Milarepa mengatakan, “Semakin besar gangguan, semakin besar kebahagiaan kita,” karena ia mengendarai gelombang itu, dengan piawai dan keseimbangan. Kelinci sangat lucu dan menggemaskan, tetapi mereka tidak memiliki potensi untuk menembus diri. Sebaliknya Harimau, mereka memang buas, tetapi mereka memiliki energi murni, yang jika digunakan dengan benar, akan sangat berguna dalam menempuh Sang Jalan.

Semua orang yang telah mengalami Pencerahan adalah orang-orang yang penuh dengan semangat. Hanya saja mereka tidak mengalirkan semangatnya ke saluran yang negatif. Mereka menggunakannya sebagai bahan bakar untuk mengirimkan mereka ke Pencerahan.

Seperti syair Yogi Agung Milarepa :

Terbiasa bermeditasi pada bisikan kebenaran yang sayup terdengar,

Aku lupa semua yang ditulis dan dicetak di buku-buku.

Terbiasa menerapkan semua pengalaman yang telah dialami bagi perkembangan spiritualku sendiri,

Aku lupa akan semua dogma dan sistem kepercayaan.

Terbiasa mengetahui makna ‘tanpa kata-kata’

Aku lupa cara mencari kata kerja dasar serta sumber kata dan istilah.

Dirangkai oleh: Lama Tenzin Palmo

di-posting di Facebook oleh: Khrisnaputra Libra

Gambar dari: http://www.focusonnature.com/Japanrccrndancingab.htm

2 thoughts on “MEREKA MENGGUNAKAN SEMANGAT SEBAGAI BAHAN BAKAR

  1. Lemes… Kadhemen sisan kiye…

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: