UBAN

UBAN

Sejak umur belasan aku sudah punya uban. Dan ku tertawa-ketawa saja karena padaa saat umur sekian ku masih bangga punya sesuatu yang berbeda walau wujudnya hanya sembilan helai rambut dengan warna lebih muda. Sekarang uban ini tak bertambah jumlahnya tapi…

Duh Gusti, kok ubanku tak lagi berwarna abu-abu suram.

Ubanku berwarna putih cemerlang seperti guratan platina.

Pertanda usiaku telah makin dewasa, kata tua terlalu bersifat menghukum…

Tua adalah sebuah kosakata haram yang akan menurunkan semangat lagaku.

Benarkah?

Ya. Aku sudah tua dan diingatkan oleh kilauan rambut perak di kepala… Tua adalah pertanda aku harus mengurangi beban perjalananku dan harus menanting lawan lebih peka lagi. Apakah aku cukup kuat mempertahankan diri di hadapan seribu keinginanku?

Apakah aku sudah dekat dengan kematian? Harga kata mati jauh lebih haram bagiku. Kalau ku mati, kemana aku kan pergi? Apakah ubanku ini menyebabkan kematian?

Kuperhatikan lagi apa yang telah menandai akhir usiaku. Satu per satu… semua bagai ditanggalkan penuh kasih sayang. Bagaimana tidak? Pertanda itu datang perlahan dan bagai hadiah kejutan… Aku hanya berharap uban ini bukan pertanda terakhir…

Jika kematian itu kejutan, aku tak mau tertipu…

Sepang – sebelum sarapan – 7:40 pagi

Gambar dipinjam dari

http://lotr.wikia.com/wiki/Gandalf

http://scrapbook.theonering.net/scrapbook/movies/characters/gandalf/view/11933

15 thoughts on “UBAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s