TATO DI PUNGGUNG BUKIT
Berhari-hari kutahan gatal yang menyerang
Jika kugaruk gambarnya tak akan menawan
Dasar tukang tato amatir
Kenapa dia pakai cara jadul untuk bikin tato?
Apa tak ada metode bikin tato yang lebih elegan
Dan yang penting tak terlalu menyakitkan?
Seminggu kemudian
Akarnya mulai menyelinap di pembuluh darahku
Lalu kesegaran menghidupkan batang
Pupus-pupus hijau muncul suka-rela
Memperpanjang harapan mengacung ke langit
Berharap tak lagi ditebang di usia muda.
Tato di punggung bukit
Ditorehkan oleh segerombolan remaja pecinta alam
Mencangkuli tanah tanpa ampun
Hanya untuk mengibarkan bendera kelompok mereka
Supaya dikenal lewat reboisasi
Tak apa, yang penting segera tumbuh tato temporer di punggung polosku.
January 16, 2009 – 11.05pm
Mari cintai hutan, tanem dan rawat pepohonan

sedang siap-siap istirahat ini. tadi habis nonton Obama pidato.btw, sedih sediluk wae… nuruti sedih ora ono enteke jeee… nulis puisi aja, lebih matoh kalau lagi sedih.
LikeLike
Saiqi inspirasiku lagi sedih je mBak…Sampai bingung harus mulai nulis dari mana….nggak tidur pa mBak..?
LikeLike