February 3, 2012
rike jokanan

54 comments

JANGAN DITIRU (Ceu Nana keparat!!!)

JANGAN DITIRU

(Ceu Nana keparat!!!)

Sudah sekitar tiga bulan terakhir ini saya menjadi orang yang emosian. Ngamuk-ngamuk saja kerjanya – mencari apa saja di luar diri dan kemampuan untuk dkambinghitamkan.

Idealnya seorang yang dewasa bisa mengendalikan emosi terutama yang berupa kemarahan. Jika belum mampu mengarahkan rasa marah menjadi energi yang lebih bermanfaat dan hanya sekedar bisa mencari kambing hitam maka yakin pasti si dewasa itu belum dewasa; mungkin hanya sekedar tua atau merasa dewasa.

Ada sebuah kisah.

Nasi uduk yang biasa terhidang di meja majikan setiap pagi tak muncul juga. Sang pembantu belum juga pulang membawa sebungkus nasi Betawi. Pesan majikan “jangan pulang kalau nggak bawa nasi uduk ya, Yem”.

Rupanya malang tak bisa ditolak sial tak bisa dihindari, nasi uduk Ceu Nana tak bisa dibawa pulang tepat waktu karena ternyata hari itu Ceu Nana tidak berjualan karena sakit mencret berat. Dan, sebungkus nasi uduk Ibu Kartini pun dibawa pulang oleh si Iyem, itu pun terlambat satu jam karena warung Ibu Kartini ada di kota Rembang he he he…

Walhasil, si majikan makan nasi uduk yang tidak sesuai order, terlambat berangkat kantor pula.

Pekerjaan yang menumpuk terlambat dikerjakan san puncaknyaadalah macet yang menyiksa membuat sang majikan terlambat sampai di rumah juga. Kesempatan bermain dengan sang anak hilang akhir pekan ini. Lalu sampai rumah apa yang dilakukan sang majikan?

“I hate Jakarta traffic! Ini semua gara-gara Ceu Nana yang sakit mencret! Ceu Nana keparat!!! Kamu juga gara-gara kamu nggak bisa nasi uduk jadinya kayak gini!!!”

Sang pembantu hanya melongo.

Lalu apa hubungannya dengan emosi saya? Yah, saya sempat menyaksikan seorang sahabat yang melampiaskan kemarahannya hari itu pada seseorang di posisi Ceu Nana dan si Iyem. Pada saat itu saya dengan goblognya bukannya berpikir jernih tapi malah mengamini dalam hati “Iya, kok Ceu Nana sama si Iyem bego bener. Mau-mau aja mencret pas harusnya jualan nasi uduk dan satunya lagi nggak bisa masak nasi uduk kesukaan majikan”. Padahal yang bego ya saya, ngapain ikutan orang emosi gak puguh gitu?

Makanya, Rike… Jangan mau jadi orang goblog!

Pulau Penang – 3 Februari 2012 – 11:22 WITA

Gambar dipinjam dari http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2011/05/03/lontong-nasi-uduk-makanan-wajib-pagi/

54 thoughts on “JANGAN DITIRU (Ceu Nana keparat!!!)

  1. rikejokanan said: nek diwenehi kol putih dan wortel aku gelem, ning nek polosan ngono ketoke kok kurang grenggg…

    iyo biasane wortel…nek kol putih ak rodo ra seneng.

    Like

  2. rengganiez said: nek kol putih ak rodo ra seneng.

    marakake ngentuuut terus…

    Like

  3. rengganiez said: nek kol putih ak rodo ra seneng.

    Wakakakakakakakakakaakakaa…mengong pollll

    Like

  4. rengganiez said: nek kol putih ak rodo ra seneng.

    Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: