Aku Ingin – Sapardi Djoko Damono

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu
Dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat
Diucapkan kayu kepada api
Yang menjadikannya abu..

Aku ingin mencintaimu
Dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat
Disampaikan awan kepada hujan
Yang menjadikannya tiada

—-

Rest In Peace, Maestro 🙏🏼
You are a successful human being for your lyrical poems have humbly touched this person’s heart and taught her how to preserve love…

Sapardi Djoko Damono

Swimming (again after 4 years)

After 4 years not swimming, today I finally plunged into the pool just downstairs. I felt happy for being able to win my soul just to soak my body in a water container under the moon. I didn’t care if those people crashed me in heavy traffic pool. It was just cool!!! I swam again after 4 years. Such a success!

Just to share with you, the first thing I encountered before swimming is a crappy self. I did not even want to jump into the water. I just sat in the bench placed around the pool. If I jump, I will… If I plunge, I will… What if I can’t float anyone? What if I can’t swim anymore?

Then… I finally jumped! Just today!

The excitement of being surrounded by water is just a part of my emotion because I found that I was afraid of water The water is so blue and too “huge”. I felt like stop breathing, sound of water, sound of my bubbling breath under the water… “No! Help! I can’t breathe!”

Of course I didn’t scream. I just forced the water unblock my left ear. Oh, my…

The next emotional blocking was that I forgot how to harmonize my body parts. Oh, OK I can float now, so what’s next? Stroke the hands? OK, now the feet… Oh my gosh… Why did I become so hard and awkward like a log? I swam like a drunken shark… Imbalanced!

OK, it is good enough for the starting point. Let’s just call it a day! Tomorrow is always mine. And this is my day!

Picture lent from theactivechubby.com

Singapore – Oct’ 16, 2013 – 21:58

Penguins

AKU INGIN (kepada para kekasih yang mencintai kekasihnya)

AKU INGIN

(kepada para kekasih yang mencintai kekasihnya)

AKU INGIN

Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Tak tahu kenapa akhir-akhir ini saya lebih menikmati menulis puisi daripada bentuk lainnya. Atau paling tidak kalaupun ada genre lain, tetap puisi yang saya share dengan orang lain. Saya hanya merasa puisi membuat saya lebih total berekspresi. Saya mempunyai ruang yang sangat luas untuk mengeksplor emosi saya dengan permainan kata-kata entah dipahami sebagai belati bermata dua atau kata-kata bersayap. Saya hanya ingin mengeluarkan apa yang sedang saya nikmati jauh di lubuk hati saya. J

Puisi Aku Ingin diatas muncul beberapa minggu terakhir dan kembali mengeruhkan secawan air yang telah sempat memjernih beberapa saat, siap untuk diminum. Apalagi setelah seorang MP-er nge-posting puisi ini beserta musikalisasinya; saya merasa air dalam cawan itu tak akan pernah saya minum. Akan saya pandangi sampai puisi berjudul Aku Ingin di dalamnya kembali mengendap.

Jika kemudian air berubah bening, puisi Aku Ingin itu akan terus berada di cawan hati. Dikala haus, kutuang cairan yang kuingini: air atau anggur lalu kulihat puisimu bertebaran dalam adukannya kemudian berputar berpusar mengendap mendiami dasar cawan hatiku. Baru kureguk sebagai pelepas dahaga. Aku Ingin telah menjelma obat disaat kusakit, racun disaat kusehat. Aku Ingin akan tetap di tempatnya hingga benar-benar tiada.

Sebegitu hebat Bapak Sapardi melambangkan kekuatan cinta. Bagai kayu kepada api; sebegitu pasrahnya sang kayu hingga terbakar habis pun tak mengeluh. Dibuatnya sang api menari ditup bayu hingga dia sendiri habis menjadi abu. Tidak kah romantis… Abu itu hanya perubahan wujud, tak ada esensi yang berubah; hanya perubahan massa, tak ada energi yang bener-bener musnah. Ku telah menjadi kayu yang terbakar api. Ku telah terbakar cinta dan menunggu fase abu, ditebar di lautan dengan atau tanpa upacara.

Lalu awan hanya mewujud sekejap dan tiba-tiba turun hujan tanpa ada pamitan air kepada mendung. Pernahkah mendung menyeru air untuk mengempiskannya? Hujan turun tanpa aba-aba; seperti juga cinta yang tak perlu kriteria. Mendung hanya perlu kehilangan warna; dari hitam menjadi biru semburat putih gemilang pertanda keikhlasan yang tak terukur membebaskan cintanya mengembara untuk suatu saat nanti berkumpul kembali dalam jalinan yaang tak terdefinisikan. Mana hujan ketika dia bersama mendung?

Apa yang telah api lakukan kepada kayu? Menghabiskannya.

Apa yang telah hujan lakukan kepada awan? Meniadakannya.

Kayu habis, api mati.

Mendung sirna, hujan reda.

Dimanakah cinta?

Pada api dan hujan?

Atau pada kayu dan awan?

Atau tidak pada keduanya?

Cinta yang sempurna adalah cinta yang sederhana.

Yang tak membuatku merasa ditiadakan walaupun telah dihabiskan.

Yang tak membuatku merasa diabaikan walaupun telah ditiadakan.

Cinta yang sempurna adalah cinta yang sederhana.

Bagai cinta seorang kekasih kepada Kekasihnya.

Bagai cinta seorang kekasih kepada kekasihnya.

October 31, 2008 – 12:12am

Penumbra Haiku

..... Just ....... Haiku .....

ram H singhal

Journey of Creative Enlightenment

Flora Fiction

A Creative Space

tinytotspoetry

Aspiring to be the best at writing. Poetry lover, haiku and free verse to be precise, I hope to one day master

myScribbles

Absent-minded musings

ZERLIN

Realizing life goals...

Melody Chen

Word-Experimentalist

Den of Dreams

Creativity Is a Wild Thing

Daydreaming as a profession

Just writing some poems. No pics, no GIFs, no vids. Keeping it simple.

Pee Kay

voice_of_the_pen

The Broken Specs

Here's To Express.. :)

Indonesia Labour Database

Knowledge is Power

Light Play ~ Revitalize

we are fish that play in a sea of light

Cooking

recipes, tips & ideas

Simplify Tasks

Want to learn the simple way?

myvvoice

Escaping reality or facing reality.

The BELOVED

Our hearts are home, secured in God's Love. Find Hope and Encouragement in The LORD, The HOLY BELOVED.

thoughts and entanglements

A collective of poems and photos. All photos taken by me unless stated otherwise.

Rusted Honey

Poetry, haiku, tanka, and micropoetry

OwnShadow

Looking for people to share the written word

Madamsabi's Blog

Coffee For The Mind, inspiration for the soul!

unbolt me

the literary asylum

THE RIVER WALK

Daily Thoughts and Meditations as we journey together with our Lord.

Inner Peace

True wealth is the wealth of the soul

Luna

Pen to paper.

(Metanoia)

Fan of GOD

The Art of Blogging

For bloggers who aspire to inspire

Verona

- Renee verona -

Bombay Ficus

Running, Writing, Real Life Experiences & Relatable Content.

Learning to write

Just your average PhD student using the internet to enhance their CV

a.mermaid'spen_

graphs of my Universe

New Lune

A blog full of tips, inspiration and freebies!

Belajar Numerik Al Quran

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Al Qamar 22, 32, 40)

chipping in

listen, and keep it clean

Shanmugam's Blog

Articles on Spirituality. Psychology, Mindfulness, Spiritual Enlightenment & a Collection of my Poems.

niaART

If you are always trying to be normal, you will never know how amazing YOU can be. Maya Angelou

WordPress.com Apps

Apps for any screen

Poetry and Prose

From soul to soul

Eden Hills

My Life on the Farm

Mlathi Wulung

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

Dread Poets Sobriety

Irreverence's Glittering New Low!

Asosiasi Mahasiswa Pecinta Literasi

Nge-literasi atau terjajah selama-lamanya?

Alifis@Corner

Apa adanya, selaraskan akal dan hati

bibilintikan

just a little nod in the ocean

Chez Lorraine

A journal of an Indonesian in The Netherlands

%d bloggers like this: