Who Is Your Best Friend?

Who is your best friend?
MacBook, iPad or iPhone?
Internet it is!

I can’t deny my % of interaction with outside of my body recently is through machines activated by Internet. Hope 2021 will bring the “real life” back to normal: when I do the job normally meeting people kindly at the same time evaluating honestly, when I can travel to home country to meet good friends and to favourite countries to absorb good energy, when I can smile to others without waving hand because of wearing face mask, when eating out is not limited except by the operation hours not by physical distancing, when things are natural.

‘m still happy though as Life has given so big a gift every now and then. I have family who love me and friends who accompany me in high and low. I work in a company that takes care of me very very well. All with the Beloved’s bless and love

So, I am still ok to be MacBooks, iPad and iPhone’s best friend for the next some months.

May all beings be happy.

iPad

IPAD

(mimpi yang sedang goyah)

Saya punya mimpi: beli iPad. Soalnya saya (merasa) perlu benda ini untuk wahana hiburan, kerja dan tentunya gaya. Rupanya sekarang saya mesti berpikir ulang apakah mimpi beli iPad ini perlu dipertahankan atau tidak.

Sejak tahun 2005 secara serius saya berhenti membeli barang-barang dengan merk tertentu yang saya tahu diproduksi di pabrik-pabrik yang tidak memperlakukan buruh dengan baik dan manusiawi. Ada beberapa produk garment yang tidak akan saya beli atau pakai kecuali jika kematian yang saya terima jika tidak membeli atau memakainya. Ada juga beberapa produk sepatu, makanan, dll.

Hari ini saya membaca link berikut di dinding Facebook teman saya yang disitu dia mengatakan “Biar pegimane Raik pasti masih ngimpiin iped”. Raik adalah nama panggilan di kantor dan mereka semua tahu bahwa saya menyesal telah membeli Blackberry lantaran sebenarnya sangat menginginkan iPhone; saya membeli Blackberry karena semua orang lapangan memakainya dan demi memperlancar komunikasi di lapangan saya mengikuti mereka. Namun ketika beberapa teman membeli Samsung Galaxy Tab, saya bergeming karena masih berencana membeli iPad. Kegiatan menabung jalan terus, kurang dikit lagi udah kebeli.

Kembali ke link teman Facebook: Sebagai orang yang (kadang merasa) peduli terhadap buruh pabrik, hari ini saya jadi bete membaca berita tersebut.

http://www.nytimes.com/2012/01/26/business/ieconomy-apples-ipad-and-the-human-costs-for-workers-in-china.html?pagewanted=1&_r=1

Steve Jobs seharusnya hidup kembali dan ikut secara langsung menyaksikan bagaimana kondisi sesungguhnya karyawan yang mengerjakan produk-produk Apple.

Ok, teman-teman. Ini hanya kegiatan berbagi; bukan kegiatan provokasi untuk memboikot produk tertentu jadi silakan dinikmati saja.

Tangerang – 28 Januari 2012 – 3:33 sore

Gambar dipinjam dari: http://thedailycap.com/steve-jobs-ipad-2-presentatio