October 28, 2012
rike jokanan

2 comments

SUMPAH PEMUDA ???

Aku tak merasakan semangat Sumpah Pemuda tahun ini.

Seperti kehilangan api yang seharusnya meretih abadi. Bahkan bunyinya pun seperti tinggal tulisan kabur di tembok penuh coretan graffiti.

 

Kutilik lagi hatiku. Layu. Tak ada warna merah di sana. Putih pun tak kutemukan. Yang ada kelabu, pembusukan sistematis. aku tak sudi begini. Harus kuperangi kelabu hatiku. Harus kugubah lagu menjadikannya tumbuh kembali: merah, putih dan segala warna yang hidup.

 

Harus kuraih lagi

Harus kucipta jalan perjalananku

Bukan kau atau kau

Akulah pencipta hidupku!

 

 

Teks berikut diunduh dari wikipedia

Sumpah Pemuda versi orisinal

Pertama

Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoewa

Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga

Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

 

Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan

Pertama

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kedua

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Ketiga

Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

 

Sumpah Pemuda di rumah kecilku di bantaran Kali Cisadane

28 Oktober 2012 – 4:03 sore

2 thoughts on “SUMPAH PEMUDA ???

  1. Psssstttt…… saya bisiki ya?

    Jaman saya sekolah naskah sumpah pemuda nggak ada kata-kata yangnya di antara kata-kata mengaku dengan satu. Jadi gini, “Kami putra-putri Indonesia, mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia.” dst….. gitu deh. Kenapa bisa beda dari versi aslinya, perkiraan saya karena menyesuaikan dengan tata bahasa dan ejaan yang berlaku saat itu.

    Iya nih hari Sumpah Pemuda nggak ada rasanya, malah bahasa persatuan kita yang rusak dirusak bahasa prokem pun nggak ada gemanya akan dibatasi duh sayang deh.

    Like

    • Iya, Bunda… Makanya saya sengaja cuplikin dari wikipedia. Mbokmenawi ada yang klarifikasi.

      Iya nih, Bunda…
      Padahal tahun lalu Sumpah Pemuda masih terasa banget desirnya. Tadi saya nonton TV selebriti kita yang diwawancara 80% nggak tahu sejarah Sumpah Pemuda dan teksnya. Sedih ya, Bun….

      Like

Leave a Reply

Required fields are marked *.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: