MUSIC

kutemukan musik dalam hidup
aliran udara dan tekanan angin yang berbeda menjadi musik
gemericik air dan gulungan debu menjadi nada
tarikan dan hembusan nafas yang satu-satu lembut, sedang, memburu, sesak… tempo…

musik,
jiwa yang berirama,
kehidupan yang berpola,
nuansa yang menggema beribu tahun, kembali mengingatkanku pada alunan musik

terlupa sejenak lalu ingat ketika terpanggil oleh kerinduan….
akan masa-masa yang penuh cinta…

musik selalu menggugah emosi,
menelusuri rasa,
membangkitkan keimanan akan pertemuan dengan yang sejati

dengan YangSejati….

Yio Chu Kang Road, 28 Agustus 2013 – 21:30

BERKISAH TENTANG…

Berkisahku tentang
Sesuatu yang nisbi ada
Yang berkelindan dalam rangkaian rantai hidup
Jika terputus bukan karena patah melainkan karena terhalang kabut….

Tiada yang kuragukan
Hanya sebatas diselubungi lupa dan alpa.
Jikalau ada waktu ku ‘kan temukan pintu, semua pintu
Menuju surga….

Kita berkisah ku
Tentang semua yang pasti… Di siang hari
Di bawah temaram matahari disaput mega,
Yang ada adalah cerita….

Berkisah ku tentang balada anak manusia
Yang tak kunjung siap meninggalkan mimpinya,
Menuju tikungan terakhir….
Menuju kekasihnya….

Changi – 11 Juni 2013 10:28 malam
Menanti Shanghai tiba

20130611-222939.jpg

Once Upon A Time When I Broke His Heart

WP_000016

24 hours
And he didn’t come home
Calls were shouted
“Man, please come to me. I miss you a lot.”
But no sign…
He didn’t think I was important.
He broke my heart.
Really.

36 hours
He gave me a ring.
“I’m coming. Do prepare, I miss home already. Don’t let me down.”
He knocked on the door.
I went out.
But three musketeers were before him.
They blocked his way home.
Those three delicate creatures were kinda telling me and him that we could not be together that day.

The light in his eyes faded
Like an electricity black out.
He scolded at me in his silence…
Then walked away.
Again he looked back staring at me full of hatred…
Then walked away.

That was just yesterday when I broke his heart.

This poem is for Bob Kucing that could not enter my house because of three cats sitting at the terrace, wanting to be fed by me. Oh, Bob please hold your jealousy. You are always my number one cat. The rest are just orphans needing our help. I love you, Bob Kucing… 🙂

December 25, 2012 – 11:18pm
My small hut at Cisadane river bank

Fyi, Bob went home then and ate with mounting jealousy though he he he…

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

JIKA TEMANKU PELANGI

JIKA TEMANKU PELANGI

Ketika seseorang membelimu

Dengan seporsi makanan enak dan segelas minuman segar

Dengan selembar voucher belanja

Dengan voucher handphone untuk tetap bisa bicara

Dengan ongkos taksi supaya kau bisa pulang malam

Apakah kau serta-merta menerimanya?

Aku tidak!

Aku tidak menerimanya.

Aku hanya menerima

Orang-orang

Yang membeliku dengan warna pelangi.

Pelangi di jiwaku:

Merahku memberanikan

Jinggaku menguatkan

Kuningku memenangkan

Hijauku menyegarkan

Biruku menenangkan

Nilaku menghargai

Unguku menghormati

Terima kasiku pada mereka

Kutinggalkan pembeli teman untuk kembali pada pelukis pelangi jiwaku.

Rumah kecil di tepi Kali Cisadane

8 Agustus 2012 – 4:26 sore

Foto dipinjam dari http://www.perutgendut.com/media/read/Pelangi-didalam-sebuah-kue/443