Love Across The Border

I am away from home.

I am far away from family.

Image

My closest family is Bob – a stray cat I adopted about five years ago when I was living in a rented room in Tangerang. Bob came to my landlady’s house every afternoon when I got home. I used to sit on one sofa inside or outside the house when he started to look at my chewing mouth.

“Are you hungry, cat?” From then on I never forgot to bring some food for him.

Now he is with my mom, in her village — 1,921 kilometres away from Singapore.

He is a spoiled son of mine. Almost all of my mom’s neighbours know that Bob is my “son” and they never dare disturb – if only all knew. Some don’t know and they would do things bad if they feel my cat (or any other cats) don’t behave… Oh man…. You behave please, a cat purely behave – you just don’t know.

Image

I post Bob’s pictures on my fridge’s body and on the board of my workstation. I will greet his face in the photos everyday when I am in town. When I am traveling I kiss and smile at his saved pics in my smartphone. I feel like Bob is never far from me. My love and care for him is just the same from the first time I trained him to get used to my skin by touching on my toes on his body until finally he is fond of being caressed and stroked.

I sometimes salute him a Namaste from here just to whisper to his soul that we are never apart. Oh, what a special cat he is. Yes, indeed.

Bob was the only friend of mine when everybody did not want to be with me. Bob was the one staring at me when I was crying alone in my house. Bob was the one reminding me when there was someone climbing up to my house rooftop and saved me. Bob was the one who reminded me that there is always a soul caring…. And, he is the one making me so much full of energy in earning money. I sent some money to my mom to buy some food for him and of course for my mom…. 🙂 So simple my motivation, it is just a cat and a woman.

This Chinese New Year I hope I can go back home again to see Bob. I will let him know that my love to him is across the border. Not just a river I can sail across but it is the sky that I fly across to find good life for him.

Hi Bob, thanks for being my dear son for the past five years. Please behave, be healthy and live long. I always miss you….

Yio Chu Kang Rd – January 17, 2014 – 10:13pm

Image

It was when he was sick before I went to a business trip for 3 days, I put him in an animal clinic that did not take care of him as well as I expected. Well, it was then…. Now he is ok with my mom and sisters.

SEPI

Ada yang harus dikorbankan untuk mencapai keinginan.

Aku rela rindu
Pada ibu
Pada Bob, kucingku
Pada dua kakak perempuanku
Pada adikku
Pada kakak lelakiku
Yang di seberang segara….

Dan, pada bapak
Di alam sana….

Inikah muara pencarianku.
Menjadi perantau yang selalu rindu
Rumah….

Kugenggam erat mimpi
Jangan terlepas lagi.

Rindu ini kan tersampaikan
Dalam rangkuman doa,
Lantunan lagu,
Hembusan angin…

Sampai jumpa…

Temasek – tempatku dulu mengejar layangan 🙂
19 Juli 2013 – 10:07 malam

20130719-220829.jpg

PUISI KUCING

Kucing itu cakep
Binatang imut kusayang…
Bulu yang halus dan suara yang lembut….
Sangat menggetarkan…

Aku punya satu.
Bob namanya
Kucing jantan
Kunamai karena dua alasan
Karena nama lengkapnya Robert de Niro
Dan karena Bob adalah nickname pacarku, mantan….

Tadi ku nemu satu kucing lagi
Tapi tak kuadopsi
Karena masih bayi dua hari
Dan aku tak sanggup mengurusnya

Si kucing mungil
Maafkan aku karena telah menyentuhmu
Terlalu banyak menularkan bau tanganku pada tubuhmu
Sehingga simbokmu tak mampu menyentuh aromamu…

Maka kuseka aku dengan handuk baru dan meminta maaf
Padamu….
Simbokmu akan segera menjamahmu.
Lalu kamu menjadi kucing yang manis
Dewasa dan sehat…

Love catsy….

Garuda Lounge, Soetta Tangerang
July 7, 2013 – 7:08 petang

20130707-191511.jpg

KUCING MELAHIRKAN

??????????

Hari ini aku makan di Sate Wahab yang berlokasi di sebelah prapatan Sinta, Tangerang. Rasanya lumayan enak walau tak seenak beberapa tahun lalu ketika aku makan di sana bersama Eka. Bukan karena dengan siapa tapi lebih karena kondisi badanku sedang drop karena flu sehingga lidah tak mampu bekerja optimal merasai sate yang terkenal enaknya itu.

Setelah makan motor mengarah ke utara mau muter lagi ke kantor temanku. Belum mencapai 5 meter eh kulihat kucing warna hitam yang menurutku posisinya aneh. Tak mungkin seekor kucing membersihkan badan di badan jalan yang sangat ramai. Maka aku minta Lela untuk memberhentikan motor lalu aku turun.

Kucing melahirkan!!!

Duh Gusti, hatiku trenyuh tapi aku – jujur – agak jijik karena kucingnya kurap dan yang lebih bikin aku nggak tega adalah anak kucing sudah keluar satu dan emak kucing sedang membersihkan badannya, lalu keluar ari-arinya.

Lela meneriakkan saran “Miss, minta tolong bapak itu aja…!”

Aku segera memanggil tukang parkir Sate Wahab yang dengan segera mendekat. Seorang bapak-bapak menjewer kuping emak kucing untuk naik ke trotoar. Anaknya terseret… Maafkan aku, kucing-kucing…

Lalu aku minta mereka membawa kardus bekaas jika ada.

Seorang bapak membawa kardus bekas kemasan minuman Aqua. Lalu seorang lagi membawa selembar kertas koran dan memintaku menyorongkan bayi kucing dan ari-ari ke dalam kardus yang sudah ditempati oleh emak kucing.

Setelah keduanya masuk kardus, aku minta bapak-bapak itu menaikkan kardus berisi kucing-kucing itu ke bawah arcade sebelah kanan Sate Wahab karena hujan mulai menderas.

“Sehat ya, Mak, Nak…” kataku pada kucing-kucing itu.

“Makasih ya, Pak…” kataku pada bapak-bapak yang masih ada di situ.

Lalu aku dan Lela melanjutkan perjalanan.

Hatiku masih ternyuh. Masih kuingat sebuah mobil yang dengan sengaja mau menabrak kami (aku dan kucing), si pengemudi sambil melotot-lototkan matanya. Mungkin dia memberikan kode padaku untuk segera minggir. Aku tak tahu, jika aku tak di situ menjaga kucing-kucing itu, pengemudi itu pasti sudah melindasnya karena memang si kucing berbaring lemah tak berdaya di bekas cerukan jalan yang seperti bekas lindasan ban besar.

Aku berharap makin banyak orang yang peduli pada hewan yang ada di sekitarnya entah itu kucing, anjing, kelinci, dll….

Untuk kucing-kucing yang tadi kutemui dan kucing-kucing lain: semoga kalian bahagia dan sejahtera, sayang…

Ruko Liga Mas (kantor Lela); 4:55 sore

Foto adalah Sicily alias Ucil yang sudah tak terlihat lama dari rumahku karena (mungkin) sedang melahirkan

Once Upon A Time When I Broke His Heart

WP_000016

24 hours
And he didn’t come home
Calls were shouted
“Man, please come to me. I miss you a lot.”
But no sign…
He didn’t think I was important.
He broke my heart.
Really.

36 hours
He gave me a ring.
“I’m coming. Do prepare, I miss home already. Don’t let me down.”
He knocked on the door.
I went out.
But three musketeers were before him.
They blocked his way home.
Those three delicate creatures were kinda telling me and him that we could not be together that day.

The light in his eyes faded
Like an electricity black out.
He scolded at me in his silence…
Then walked away.
Again he looked back staring at me full of hatred…
Then walked away.

That was just yesterday when I broke his heart.

This poem is for Bob Kucing that could not enter my house because of three cats sitting at the terrace, wanting to be fed by me. Oh, Bob please hold your jealousy. You are always my number one cat. The rest are just orphans needing our help. I love you, Bob Kucing… 🙂

December 25, 2012 – 11:18pm
My small hut at Cisadane river bank

Fyi, Bob went home then and ate with mounting jealousy though he he he…

Bob Is Always My Baby

Bob, a cat that I have adopted for the past four years, has been my dear. I consider him my dear son that I will take care of as long as he lives.

Now I am away and he is “home”. What I meant by home is that my maid is home and available for him for food and shelter.

I probably do not trust my maid 100% but I really don’t have alternative of what I should do to ensure that Bob is well fed and under shelter safely. I want the best for him when I am around as well as in absence of mine. How I love you, Bob.

I am watching “Rise of The Planet of the Apes” and my mind goes from where I am – Bogor – to Tangerang, Bob’s and my home. How human beings do so much for themselves by defying the life of other creatures. They manipulate other creatures’ life for the benefits of humans’ life. And, they never care that the other creatures actually have their right to survive the way each creature should do. A limit to protect themselves have evolved into human being’s greed to claim that the universe and what’s in it are theirs. By claiming what’s not theirs, human beings take control of every one with unlimited wish.

Whatever it is in my thought and feeling, I miss my cat, my adopted son. I love you, baby. Be strong and healthy. I am here with a heart full of love reaching you…

Bogor – September 29, 2012

BOB

BOBPlease introduce my cat named Bob Kucing..
He is almost 5 years old and might have a lot of offsprings around my neighborhood.
He eats fish as main dish and cat bites for snack.
He spoils me with his purr and manipulates me with his sickness. Hey, he has space for fleas that I work on in my spare time.

He is an adorable cat at least for me. Have a look at his sleep…

RINDU

RINDU

Apa sih sebenarnya yang menyebabkan rindu?

Ikatan antar jiwa kah?

Apa yang menyebabkan setiap jiwa terikat pada jiwa yang lain?

Adakah zat kimiawi yang menyebabkannya?

Atau inikah yang dinamakan spiritual?

Alangkah rumitnya rindu.

Rindu Bob Kucing

Phnom Penh, 17 Juli 2012 – 7:47 malam

Foto dipinjam dari http://www.fanpop.com/spots/maria-050801090907/images/27986990/title/miss-already-photo

KUCING YANG MALANG

KUCING YANG MALANG

Ini dia kucing yang saya jumpai di sebuah pabrik di Batu Pahat, Malaysia pada tanggal 2 Maret 2012. Dia dikurung di sebuah keranjang besi di bagian packing. Alasannya sih karena takut dia kemana-mana dan nanti istirahat makan siang dia akan diberi makan. Masa sih? Saya nggak tahu akrena kalau yang ngomong orang pabrik, apapun itu yang kesannya positif pasti saya nggak percaya.

Kucing ini manis sekali minta dielus saja. Ya wis tak gendong-gendong malahan walau baunya gak enak. Pas saya periksa ternyata kaki kiri belakangnya membusuk bernanah. Semoga segera sembuh ya, nak…

Rasa bersalah itu menjalari hati saya yang karena pekerjaan padet banget jadi nggak semapat ngasih makan dan ngasih obat. Saya udah pesan ke karyawan di bagian packing untuk ngobatin. Mereka sih iya-iya tapi ya namanya orang pabrik kan udah biasa bohong jadi kali aja bohong lagiiii….

Akhirnya saya pulang ke Indonesia tanpa sempat mengunjungi dia lagi untuk pamitan. Semoga suatu saat nanti saya ketemu dia dalam keadaan baik-baik saja baik saya maupun dianya. Amin…

Maafkan aku ya, kucing sayang…. You’re gonna be akay as I am….

Ayo Mbak Niez, Ulil, para pecinta kucing mari berdoa supaya dia segera sembuh ya…

Tangerang – 5 Maret 2012 – 11:07 pagi

FAKTA KUCING

FAKTA KUCING

  1. Kucing memiliki sekitar 30 gigi dalam mulutnya.
  2. Kucing tidur paling lama diantara binatang lainnya, sekitar 16 jam.
  3. Kucing dengan bulu putih dan mata biru biasanya terlahir tuli, walaupun begitu indera lain mereka berkembang sebagai gantinya.
  4. Dalam kerajaan binatang, IQ kucing hanya dapat dilewati oleh monyet dan simpanse ternyata kucing anggora atau kucing persia sangat pandai.
  5. Kucing lebih mungkin selamat jika terjatuh dari lantai 20 daripada lantai 7. Alasannya karena kucing membutuhkan waktu setara dengan 8 tingkat untuk menyadari apa yang terjadi, tenang dan membetulkan posisinya.
  6. Sama dengan frekuensi mesin diesel yang tidak sedang bekerja, kucing bergumam 26 putaran/detik
  7. Kumis pada kucing sangat sensitif dan dapat merasakan perubahan tekanan udara bahkan yang kecil sekalipun. Kemampuan ini membuat kucing dapat menggunakannya sebagai penuntun alternatif untuk bergerak dalam kegelapan ketika ia tidak dapat melihat.
  8. Semua kucing berjalan dengan jinjit, termasuk kucing anggora atau kucing persia.
  9. Walaupun kucing memiliki 5 jari di kaki depan, mereka hanya mempunyai 4 jari pada kaki belakang. Namun pada beberapa kucing dapat terlahir dengan jari banyak sampai 7 bahkan dengan tulang tambahan.
  10. Pada saat kucing berumur 6 bulan, itu setara dengan 10 tahun usia manusia.
  11. Jika anda butuh sinar UV untuk melihat, pakai saja kencing kucing, karena kencing mereka menyala dalam gelap.
  12. Tahukah kamu, kucing (Felis silvestrid-catus), terutama kucing rumah adalah salah satu hewan predator paling hebat di dunia. Kucing ini mampu membunuh dan atau memakan beberapa ribu species, mengalahkan kucing besar (seperti singa, harimau, dan sejenisnya) yang hanya mampu memangsa kurang dari 100 species . Namun karena ukurannya terbilang kecil, maka tidak berbahaya bagi manusia. Namun tetap saja sangat berbahaya apabila kucing ini terinfeksi rabies.
  13. Kucing telah berasosiasi dengan kehidupan manusia sekurangnya sejak 3500 tahun yang lalu. Ketika itu orang Mesir kuno telah menggunakan kucing untuk mengusir hama tikus dan hewan pengerat lainnya dari hasil panen mereka. Namun, percaya atau tidak, di dunia ini hanya terdapat 1% populasi kucing di dunia yang termasuk galur murni atau kucing ras. Sisanya adalah kucing hasil pencampuran dari berbagai ras atau biasa yang kita sebut sebagai kucing kampung. Karena itu, kucing ras termasuk kucing yang paling sering dicari dan mahal harganya.
  14. Di Indonesia, suara kucing sering ditulis dengan kata “Meong”. Dalam bahasa Inggris yang digunakan di Amerika, suara kucing sering ditulis dengan “Meow”. Di negara Inggris sendiri, suara kucing ditulis “Miaow”.
  15. Kucing biasanya memiliki berat badan antara 2,5 hingga 7 kg dan jarang melebihi 10 kg, kecuali diberi makan berlebih, si pussy bisa mencapai berat badan 23 kg. Dalam penangkaran, kucing dapat hidup selama 15 hingga 20 tahun, dimana kucing tertua pernah diketahui berusia 36 tahun! Kucing liar yang hidup di lingkungan urban modern hanya mampu hidup selama 2 tahun atau bahkan kurang dari itu.
  16. Kucing termasuk hewan yang sangat bersih. Mereka sering merawat diri dengan menjilati rambut mereka. Saliva atau air liur mereka adalah agen pembersih yang kuat. tapi dapat memicu alergi pada manusia. Kadangkala kucing memuntahkan semacam hairball atau gulungan rambut yang terkumpul di dalam perutnya. Sementara itu kucing dapat menyimpan energi dengan cara tidur lebih sering ketimbang hewan lain. Lama tidur kucing bervariasi antara 12 – 16 jam per hari, dengan angka rata-rata 13 – 14 jam. Tapi tidak jarang dijumpai kucing ya
    ng tidur selama 20 jam dalam satu hari.
  17. Percaya atau tidak, di abad pertengahan kucing dianggap berasosiasi dengan penyihir dan sering dibunuh dengan cara dibakar dan dilempar dari tempat tinggi. Sejumlah ahli sejarah percaya bahwa wabah Black Death atau wabah pes menyebar dengan cepat di Eropa pada abad ke-14 akibat tahyul itu. Hal itu disebabkan banyaknya pembunuhan kucing yang dilakukan sehingga meningkatkan populasi tikus yang membawa wabah pes tersebut.
  18. Jenis yang paling kecil adalah kucing berbulu bintik-bintik yang ditemukan di Sri Lanka. Ukurannya setengah ukuran kucing kampung. Sedangkan kucing yang terbesar adalah seekor harimau. Harimau jantan Siberia atau harimau Amur mempunyai panjang badan keseluruhan lebih dari 3m (10 ft) dan berat badan hingga 300kg (660 lb). Meong!
  19. Kucing kampung mendengkur setiap 26 kali per detik, sama dengan frekwensi mesin disel dalam keadaan idle. Kucing kampung dapat mendengar frekswensi suara hingga 65 kHz, sedangkan manusia hingga 20 kHz. Kemampuan indera penciumannya 14 kali lebih kuat daripada penciuman manusia.
  20. Pada mata kucing ada lapisan pemantul cahaya yang dinamakan tapetum lucidum, yang menyebabkan mata kucing berpendar di malam hari. Lapisan pemantul ini dapat menyerap cahaya 6 kali lebih kuat daripada mata manusia, yang memungkinkan kucing untuk dapat melihat di kegelapan.
  21. Kucing melangkah dengan kedua kaki kirinya, sedangkan pada saat berlari menggunakan kedua kaki kanannya. Satu-satunya binatang yang melakukan hal ini adalah jerapah dan onta.
  22. Kucing langka; Memang jenis kucing kampung adalah yang paling banyak, tetapi ada juga jenis kucing yang sangat langka bahkan terancam kepunahan di muka bumi. Hanya terdapat sekitar 250 ekor kucing mirip musang di Malabar, Asia yang berjuang dari kepunahan. Kucing Iriomote, ditemukan di kepulauan Jepang Iriomotejima, dengan jumlah kurang dari 100 ekor.
  23. Ternyata kucing itu bermimpi dan ngelindur juga, kalau kentut baunya asem banget, bisa bunyi pula, suka iseng makanin serangga seperti kecoak, tapi abis itu dimuntahin, bisa diajarin pup di kamar mandi, kalo dari kecil dibecandain terus gedenya jadi hiperaktif, kalo ga suka dicakar, jangan pernah becandain pake tangan, sampe dia gede ga akan pernah selamet tuh tangan, kucing manja suka ngenyotin selimut, kucing gede gak selalu pemberani.

SENSITIVITY IN ME

SENSITIVITY IN ME

I feel it gets stronger

The sensitivity in me

How I feel hurt to see animals slaughtered for fun, for consumption, for pride

How I feel hurt to see those creatures without defense accept whatever humans want them to be.

Is it after I dig the love between my Bob cat and me?

Or, is it just because it is time when I unseal the hidden key?

Or, is it just an accidental sensitivity in me?

Just now I mistakenly switched on TV to a channel showing a tortoise slaughtered alive! The guilt lingers and tortures my sleeping time. No sleep then. Then it reminds me to topeng monyet that comes to exploitation rather than animal training. Also it drives me crazier when I remember how Kebun Binatang Surabaya animal “collections” get weaker and weaker because the care takers do not care about the animals. They said they lack of money? Then just send those animals to other zoos rather than selfishly claim the poor responsibility of national asset. God damn animals are not national! It is global asset! Once they are distinct, the mankind should mourn!

I go too far… I am being sensitive. I am missing a thing, Bob Kucing. He’s been my savior in my bad times; he’s been alarm of consciousness of oneness. It is too far. I am not supposed to talk about sensitivity. It is merely about my dear cat… Is it?

HHIpoh – December 23, 2011 – 9:00pm

KEMELEKATAN

KEMELEKATAN

(obrolan ringan tentang Bob kucing)

Beberapa orang merasa bahwa cintanya pada dunia tidak sebesar cintanya pada Tuhan. Mereka mengklaim diri bahwa mereka mengabdikan hidupnya untuk Tuhan. Saya meragukan diri saya dalam hal tersebut karena nyatanya memang tidak demikian yang saya alami.

Saya masih belum menikah tapi saya punya kemelekatan yang tak kalah lekat dibanding dengan kemelekatan antara dua pasangan atau anak dan ibunya atau anak dan bapaknya. Saya sangat lekat dengan kucing saya yang saya namai Bob. Kata kuncinya adalah sangat. Sangat adalah kata keterangan yang membuat kata sifat yang mengikutinya berlipat. Kemelekatan saya pada kucing saya berlipat beberapa kali dibanding dengan kemelekatan kepada kucing lain atau hal lain, tentunya kecuali orang-orang yang memang mendapatkan tempat istimewa yang sama dengan si Bob Kucing ini.

Saya tidak menyesal memiliki Bob. Tetapi kata kunci memiliki itulah yang membuat saya agak merasa bersalah. Seharusnya saya tidak pernah mendeklarasikan diri bahwa saya adalah pemilik kucing yang buat saya bagai guardian angel ini. Dengan memiliki Bob saya terbukti tidak siap meninggalkan dia atau ditinggalkan dia. Tiap saya akan dinas ke luar kota, saya selalu berharap saya tidak perlu menginap sehingga tidak perlu meninggalkan dia sendiri atau jikalau sore hingga petang sahabat saya Nining dengan telaten dan sabar menemani piaraan saya itu maka malamnya si meong mesti bobo di luar rumah dan menurut saya itu kurang menyenangkan.

Bob Kucing ini kucing lokal sehingga ada sementara orang yang menganggap saya berlebihan. Sebagian orang Indonesia menganggap bahwa hanya kucing ras-lah yang mesti disayangi dengan cara special seperti: membelikan makanan khusus feline (kucing) dan vitamin segala ubarampen (perlengkapan) kucing, mengobatkannya seperti manusia jika sakit, membiarkannya menikmati rumah seperti anak-anak atau ponakan-ponakan mengharu-biru rumah, menjaganya selayaknya menjaga diri kita… Tidak mengapa karena pendapat boleh berbeda.

Saya tidak sedikitpun merisaukan diri saya kecuali satu: bahwa saya dan Bob mulai saling terikat. Akhir-akhir ini dia sangat dekat dengan saya baik secara fisik maupun batin. Kalau saya di rumah dia ngikut kemana pun saya bergerak bahkan kalau saya mandi dia nggeluntung (berbaring telungkup, Bahasa Jawa) di keset depan kamar mandi. Kalau saya sedang bekerja malam, dia nongkrong diatas tumpukan kertas atau kalau sedang kesal dia nangkring diatas laptop saya, kadang dia menggoda melompat ke atas TV dan menjatuhkan antene sambil mengeong manja. Kalau saya tidur dia biasanya akan melompat keatas selimut tebal saya: dia tidak pernah mau masuk ke bawah selimut dalam waktu lama karena mungkin merasa panas. Dan, masih banyak lagi kegiatan dia yang menunjukkan keakraban dan kenyamanan kami bersama.

Ada satu lagi: dia mulai bisa merasa tidak suka kalau saya tugas keluar kota dan menginap. Sehari sebelum saya berangkat dia sudah ngroweng (rewel, Bahasa Jawa), nempel-nempel ke kaki atau badan saya, meang-meong kesana-kemari, pura-pura sesak napas dan yang biasanya Cuma mau digendong dalam hitungan 3 – 5 detik jadi bertahan sampai satu menit dan sambil mendekur-dekur pula.

Kemelekatan pada kucing saya sungguh kadang membuat saya bertanya-tanya: pantas saja ada ibu yang akhirnya malas bekerja meninggalkan rumah lha wong ada yang nggondheli di rumah dan mengurus anak tentunya menyebabkan stress yang lebih rendah daripada harus berinteraksi dengan macetnya jalanan dan kompetisi dalam karir (bisa saja saya salah tapi paling tidak inilah kesimpulan saya melihat para ibu yang kadang nggak masuk kerja karena “nggak tega ninggal anak”).

Kemelekatan ini harus saya atasi karena kalau tidak membuat saya tidak produktif dan cenderung menuruti kemalasan. Tentunya Bob Kucing tahu bahwa dia disayang sehingga dia punya strategi untuk “tidak ditinggalkan” atau “tidak diabaikan” karena pa
sti kalau saya pergi orang lainlah yang mengurus dia yang notabene tidak se-rempong saya. Saya selalu memastikan bahwa air minum dia baru dan dari gallon atau direbus dulu (kadang dioplos dengan air hangat), vitamin juga selalu saya takar, makanan saya pastikan dihabiskan sesuai porsi, kaki-kaki saya lap dan dubur & alat vital saya lap, telinga dan gigi saya periksa, hidung saya bersihkan, cek bulu dan ekor dari kutu dan serangga, sering kali juga saya ajak ngobrol sekaligus saya ciumin hidungnya dan adu dahi ha ha ha…

Kemelekatan itu tidak boleh terjadi walau saya sangat menyayangi makhluk yang oleh tetangga sebelah saya dibiling “Halah, cuma kucing aja segitunya”. Bodo ammmmaaaat, kata saya tak kalah bangga ha ha ha…

Begitulah kemelekatan itu begitu besar sehingga pernah saya memimpikan Bob Kucing mati dan paginya saya menangis dan menggendong-gendong dia dan saya ciumi.

“Kamu jangan mati dulu ya, Bob… Paling tidak kau hidup 12 tahun bersamaku; tapi kau boleh mati sebelum aku, biar kau tetap ada yang mengurus…”

Kucingku tadi malam menemaniku mencuci. Dia meringkuk di atas keset kamar mandi sambil mengikuti gerakan saya mencuci. Sesekali dia meang-meong tiap saya panggil namanya. Pagi ini dia memanggil saya, minta keluar. Untungnya saya jug sedang ada acara keluar rumah, jadi kami berangkat bersama.

“Nanti malam pulang jam 7 ya, Bob…”

“Meooooong….” Entah apa artinya, yang pasti rasa sayang kami ada dan saya belajar membuang kemelekatan.

Lia Taruna – Tangerang – 4:12 sore