You’re The Scent

Where are you, perfume?
Cask’s empty, you linger here
Yet nowhere to meet.
How long will you last? These breaths
Trace you through the moving air.

————————————————————

What you can’t see doesn’t always not exist. What you can sense can’t always be understood.

Life is as simple as breathing in and out.

Salaam… 💞

breathing in and out of you, the scent of life

https://www.stylist.co.uk/life/return-anxiety-easy-breathing-techniques-reduce-stress-worry-lockdown-lifts/405356

Complete or Complex? – ranting

Life is a complete journey. You’re the driver, passenger, the road, the vehicle, the destination and the source!

That’s not complete, that’s complicated or even complex.

Dear Self, it doesn’t matter though that the understanding of the complexity isn’t coming yet.

You may think you’re just a driver, dear Self. But why thinking you’re a driver if you don’t even think of direction?

You may think you’re merely a passenger. Why thinking you’re that if you are so busy directing your life to certain direction. Only driver minds about direction.

You’re the road ‘coz you’re always saying you’re tracing back your DNA. You claim that you try to understand yourself, to follow your line…. You’re the road and route itself.

The vehicle?
Without your body, you won’t be able to move around! You. Are. Your. Own. Vehicle.
Note that!

The direction?
You always say everything is for your own good, for your own benefit…
You’re your own purpose. Direction.
Re-orient yourself!

The source?
Don’t worry, dear Self there is blown spirit given to you, from the Source.
So if you don’t think you’re the source, you at least contain some particle sparked or blown or splashed or however the way from the Source.

Hmm…. Love
So easy to fool around this humble Self to believe that life is a complete oops complex journey….

Take it easy….. Time to enjoy your corn with cheese, dear Self.

May all beings be happy

E8DA96CF-8A5F-41AE-AE86-E07CED086F94

Kangen

Rasanya kangen menjadi anak-anak ketika apapun tak membuatku dinilai – betas sebebas kucing mau tidur, meang-meong, berantem, berteman dengan siapapun tanpa ragu berbagi cerita.

Asyik sekali jadi kanak-kanak. Memandang sesuatu tidak dengan penghakiman dan tidak takut dihakimi karena yang kutahu adalah suka dan ketulusan. Nggak takut orang nggak suka….

Mau bagaimana, sekarang sudah dewasa mau bertingkah mesti mikir umur, lingkungan mengawasi dengan berbagai macam mata: mulai mata buta hingga mata mikroskop.

Oh, ternyata masih ada rasa takut di hatiku – mau tak mau kualami saja. Nggak ada salahnya jadi dewasa di depan orang dewasa dan menjadi kanak dalam kesendirianku dan di hadapan para pengembara. Mereka para pengembara itu tak sempat menghakimi karena bicaranya adalah hakim bagi dirinya sendiri, pandangan matanya adalah pantulan bayangannya sendiri, semua tentang dirinya sendiri maka mereka tak akan murka. Kanak-kanak adalah bagian dari kejujuran.

breathing

Gambar dipinjam dari http://cosmic-soup.com/nasal-breathing/

Marah, marahlah secara kanak-kanak – secara jujur, bukan kepura-puraan, kemarahan yang menyentuh, karena sepatu satu-satunya dicolong bukan karena sepasang dari sepuluh pasang sepatumu hilang. Sedih karena kucingnya mati bukan karena patung kucing keramikmu jatuh dan pecah. Malu karena masuk kelas terlambat, bukan karena tidak juara….

Tak mudah menjadi kanak-kanak karena kemurnian yang dijalankan. Ah, ini bukan kanak-kanak lagi; hanya teori ha ha ha….

Yah, sudahlah…. Biar kuhadirkan diriku dalam kesendirian saja. Khalayak hanya suka dipuja…. Nafas mereka adalah keramaian, aku mati di dalamnya. Nafasku harus keheningan, saat nafaspun tak sadar siapa dirinya…..

Yio Chu Kang Rd – 5 September 2014, 12:05 dini hari