Be Patient To Self

When colours are tied
To  canvas, the painter mourns,
“Dear, hard to move on.”
It says “One stroke at a time.
Sit down and relax your mind.”

Be patient, Self. Be patient. It hurts but nothing is permanent. Accept the pain but don’t let suffering take over this journey. Don’t break. Don’t break.

Thanks for everything. 💞

May all beings be happy.

I know this is going to be a favorite collection but every time I sit down to complete this painting, there is a big fear of failure. As if this squirrel perfection in mind takes over determination to materialise what I’ve dreamt. Oh, Squirrel!

Van Gogh, help meeeee!!! 😝

Breathing – Haiku

Fresh air in and out,
Pumping lungs, blowing blood
Is joy of breathing.

This haiku is a gift for two animals rescued by my fellow animal rescuers.
Those two animals are Moppy the dog and Bima the cat shose noses are injured.
Please send your positive energy for Moppy and Bima for their good life and joy. However long they live, let them decide.

Singapore – August 31, 2015 – 11:00pm

Kangen

Rasanya kangen menjadi anak-anak ketika apapun tak membuatku dinilai – betas sebebas kucing mau tidur, meang-meong, berantem, berteman dengan siapapun tanpa ragu berbagi cerita.

Asyik sekali jadi kanak-kanak. Memandang sesuatu tidak dengan penghakiman dan tidak takut dihakimi karena yang kutahu adalah suka dan ketulusan. Nggak takut orang nggak suka….

Mau bagaimana, sekarang sudah dewasa mau bertingkah mesti mikir umur, lingkungan mengawasi dengan berbagai macam mata: mulai mata buta hingga mata mikroskop.

Oh, ternyata masih ada rasa takut di hatiku – mau tak mau kualami saja. Nggak ada salahnya jadi dewasa di depan orang dewasa dan menjadi kanak dalam kesendirianku dan di hadapan para pengembara. Mereka para pengembara itu tak sempat menghakimi karena bicaranya adalah hakim bagi dirinya sendiri, pandangan matanya adalah pantulan bayangannya sendiri, semua tentang dirinya sendiri maka mereka tak akan murka. Kanak-kanak adalah bagian dari kejujuran.

breathing

Gambar dipinjam dari http://cosmic-soup.com/nasal-breathing/

Marah, marahlah secara kanak-kanak – secara jujur, bukan kepura-puraan, kemarahan yang menyentuh, karena sepatu satu-satunya dicolong bukan karena sepasang dari sepuluh pasang sepatumu hilang. Sedih karena kucingnya mati bukan karena patung kucing keramikmu jatuh dan pecah. Malu karena masuk kelas terlambat, bukan karena tidak juara….

Tak mudah menjadi kanak-kanak karena kemurnian yang dijalankan. Ah, ini bukan kanak-kanak lagi; hanya teori ha ha ha….

Yah, sudahlah…. Biar kuhadirkan diriku dalam kesendirian saja. Khalayak hanya suka dipuja…. Nafas mereka adalah keramaian, aku mati di dalamnya. Nafasku harus keheningan, saat nafaspun tak sadar siapa dirinya…..

Yio Chu Kang Rd – 5 September 2014, 12:05 dini hari