Found a dearest good friend wrote a touching message in Instagram this evening and would love to keep it here — only in Bahasa Indonesia though
My translation into English might never be good enough to contain how compassionate her message is. You might want to translate with Google.
Note: it is a verbatim text
❣️
bertahun lalu, ketika berkesempatan mengunjungi ka’bah, aku duduk menatapnya lalu berucap: “tuhan, tunjukkan aku cara membaca (iqra) alquran. karean aku tidak percaya tuhan mana pengasih maha penyayang se-strict itu.” aku mengacu ke penekanan pada dosa dan neraka yang kerap diangkat.
sejak itu—atau sebenarnya jauh sebelumnya, aku percaya tuhan terus menjawab permintaanku: hidupku adalah tanggapan tak putus dari tuhan atas permintaan itu. dia menunjukkan betapa dia maha pengasih, maha penyayang dan nama-nama lain yang terlingkupi oleh rahman dan rahim.
aku dipertemukan dengan manusia dan makhluk lain (kucing misalnya) yang menunjukkan ragam bentuk kasih sayang, diperjalankan melalui peristiwa-peristiwa yang membantu melembutkan hati—atau menunjukkan di bagian mana hatïku masih perlu dilembutkan; dan dititipkan pada sekolah-sekolah yang secara gamblang membimbingku untuk lebih berwelas asih, berserah, dan merayakan hidup dan keagungannya.
manusia sejatinya bisa berjalan sesuai fatwa hatinya; bisa tergerakkan oleh arahan jiwa (spirit)-nya; bisa hidup dengan lebih jujur minimal kepada diri sendiri. utopis? atau bisa jadi pemikiran bahwa hal ini utopis telah membatasi kita?
banyak yang ingin kuceritakan. bukan untuk mengajarkan, karena siapalah aku ini. namun, lebih ke berbagi. siapa tahu ada yang mengetuk hatimu, lalu kau mengetuk hatiku kembali. Sama-sama kita belajar menjadi manusia.
ingin bercerita, tetapi belum tahu bagaimana. kutaruh tulisan ini di sini sebagai langkah awal. atau, mungkin, kau punya cerita, kegelisahan, pertanyaan, atau ide yang bisa melanjutkkan pembicaraan ini?
terima kasih.
❣️
Thank you, dear friend. You’ve touched my heart many times, I hope I’ve at least once done as good as you.
Thanks for making room for me. Always.
Salaam.
You must be logged in to post a comment.