Sudara, doakan supaya konser TOTO di Bandung oke doke ya… Saya dan teman sudah pegang tiket, kalau sampai batal… Sakitnya gak ketulungan euy!!!

Mohon doa restu untuk kami berdua yang mau nonton ya 
graphs of my Universe
Sudara, doakan supaya konser TOTO di Bandung oke doke ya… Saya dan teman sudah pegang tiket, kalau sampai batal… Sakitnya gak ketulungan euy!!!

Mohon doa restu untuk kami berdua yang mau nonton ya 
Acara 800 Tahun Rumi…
Mengesankan.
Zawawi Imron membawakan 3 puisi: puisi Rumi, puisi karyanya sendiri yang berjudul Lidahku Berdzikirlah dan sebuah puisi lainnya yang dibaca bersama Ratih Sang berjudul Ibu.
Taufiq Ismail: membaca puisi: Ketika Adzan Berkumandang Airmataku Berlinang Sholatku Demam Garang.
K. H. Musthafa Bisri (Gus Mus): mengulas Rumi, hidup dan karyanya sekaligus membaca berupa-rupa puisi Rumi dan puisi beliau sendiri.
Menyentuh kalbu dan jiwa. Mencerahkan jiwa yang penat.
Terima kasih semua atas semua. Subhanallah.
Sesampai rumah saya langsung menyalakan radio tepat di Delta FM. Pukul 20:00 hingga 00:00 lagu-lagunya mendayu membelai kedua hemisphere otak saya untuk bersantai.
Penyiar sedang ramah mengulas singkat kehidupan Jalaludin Ar Rumi, penyair sufi Turki yang kondang dengan Tarian Darwis Berputar-nya (ingat lelaki dengan baju model klok yang berputar seraya merentangkan tangan). Lalu di akhir ualasan singkatnya sang penyiar (tentu atas rekomendasi pengarah acara) melontarkan quiz.
“Dimana penyair Jalaludin Ar Rumi dibesarkan?”
Hadiahnya sangat menarik: Undangan ke acara “800 Tahun Jalaludin Ar Rumi” yang diadakan oleh Penerbit Mizan Jumat 29 February, 2008 di Erasmus Huis, Jakarta.
Apa salahnya kucoba?
Dan siapa sangka aku adalah salah satu dari dua pemenang yang dipilih produser. Tahu tidak Sudara, saya berteriak berkali-kali berucap syukur tak ketinggalan terima kasih pada crew stasiun radio tersebut seakan mereka mendengar saya.
Saya masih ingat betapa keras saya “mengutuk” Tuhan yang tak kunjung memberi saya keberuntungan. FYI, salah satu keberuntungan yang saya nanti adalah Menang Undian yang tidak pernah saya ikuti sepanjang hidup saya ini.
Alangkah bodoh dan memalukannya tindakan saya. Marah-marah jika belum diberi lalu cengengesan ketika mendapat anugerah.
Manusia… Manusia… Kapan kamu ini berhenti mengumbar amarah…
Pagi ini terasa sedikit berbeda dari biasanya karena kok saya seperti di-setting untuk bertemu banyak ibu dan bapak guru sedang berangkat mengajar. Saya jadi ingat ketika saya masih sering didatangi teman-teman muda alias siswa-siswa saya yang semangat belajarnya mengangkasa.
Ada salah satu yang tiba-tiba menanyai saya.
“Miss, menurut Miss, Nabi Muhammad bener-bener gak bisa baca atau gimana sih?”
Wow! Saya sih cukup familiar dengan polemik tentang ummiy tidaknya Nabiku ini. Tetapi ketika seorang Fallen (nama siswa yang mengeluarkan thread) yang mengemukakan itu, kami terpaksa seperti disambar geledek. Kami menamainya “playboy cap kapuk” dan menganggap sangat tidak mungkin dia berbicara hal lain selain gadis manis dan rayuan maut ha ha ha…
“Gini Miss, ayat yang turun pertama kali kan “Iqro”. Nah disitu kan Nabi Muhammad diajari membaca oleh Malaikat Jibril. Pertanyaan saya, apa Nabi Muhammad bener-bener tidak bisa membaca alias buta huruf?”
“Iya Len, menurut buku yang gua baca memang Nabi Muhammad itu ummiy. Lu tahu gak ummiy…Bukan ummi. Ummi itu emak lo. Kalau ummiy itu buta huruf. Jadi memang beliau itu buta huruf makanya diajari membaca dulu sama Malaikat Jibril atas perintah Allah. Itu juga sekaligus pentahbisan beliau sebagai seorang nabi. Dan lagi kalau Muhammad tidak buta huruf, ntar disangkanya Al Quran bikinan ia. Bisa-bisa tidak ada yang percaya dengan kehebatan Al Quran.” kata Yusuf sedikit sok tahu. Yusuf ini tergolong siswa cerdas.
“Jadi emak gua buta huruf gitu?” timpal Fallen sambil tertawa ngakak.
“Menurut saya sih Nabi Muhammad tidak mungkin buta huruf Miss. Masak orang bodoh bisa jadi nabi? Memangnya Allah itu tidak punya kriteria untuk mengangkat manusia yang akan memimpin manusia lain? Secara kaffaah lagi. Professor aja ada syaratnya. Jadi saya nggak setuju sama Yusuf Miss!” Sigit, siswa brilian lainnya menyampaikan pendapat tidak kalah berapi-api.
“Saya juga setuju sama Sigit Miss. Nabi kan fathonah. Cerdas. Siasat perangnya juga hebat. Dia pasti bukan bodoh.” Kali ini Aji bersuara kalem.
“Ah, udah diem kalian. Gua bukan nanya lu. Gua nanya Miss Rike.” Fallen berteriak menengahi.
Olala… Saya juga bingung. Karena terus terang saja pengetahuan agama saya sedalam mangkuk sabun colek ukuran kecil. Kalau saya mengungkapkan pendapat hanya berdasarkan apa yang pernah saya baca dan dengar saya sendiri juga tidak merasakan nikmatnya menghayati apa yang saya terangkan kepada pemuda-pemuda hebat ini.
Belum sempat saya menjawab pertanyaan mereka (karena saya memang bisa dibilang tidak sanggup), Fallen berseru:
“Gini Miss. Kata kakek saya kisah itu bisa dipahami dari sudut pandang yang berbeda.”
“Huuuuu… sok tahu looo!” Yusuf, Sigit dan Aji menyoraki Fallen.
“Kata kakek saya nih Miss – jangan dengerin mereka Miss – itu kisah tersebut mengajari ummat Islam adab berguru atau adab belajar…” Fallen diam sejenak.
“Kok?”
“Sebenarnya Nabi bisa membaca kata Iqro” itu. Tapi karena dia sedang berhadapan dengan seorang guru yang diutus oleh Mahaguru maka beliau mendahulukan adab sebelum pengetahuannya. Dan justru itulah yang menyebabkan Muhammad lulus ujian dari Allah untuk menjadi seorang nabi yang tugas utamanya memuliakan akhlak. Iya kan Miss? Muhammad itu diutus bukan untuk memajukan ilmu pengetahuan tapi memuliakan akhlak. Itu sih kata kakek saya Miss…”
Alih-alih mengejek Fallen, kami semua terdiam.
Sebuah sudut pandang berbeda yang menghantam kepala kami. Bisa saja pendapat itu salah menurut para ulama yang pengetahuan Al Quran dan hadits-nya seluas samudera tetapi pelajaran yang ditawarkan sungguh hebat. Adab dalam berguru.
Kali ini kami berguru pada Fallen, si “Playboy Cap Kapuk” kami.
MALING CELANA DALAM
Ini kejadian sebenar-benarnya kejadian yang menimpa saya. Kemalingan celana dalam.
Tempat kami menjemur cucian plus handuk mandi terletak di samping rumah yang berada di sepanjang gang kecil pembatas antara blok A10 dan A11. Gang tersebut ramai hanya sebelum jam 10 malam dan sesudah jam 5 pagi, selebihnya hanya tikus, kecoa, nyamuk dan angina malam berpesta pora disitu. Samping rumah dipagari tembok setinggi satu meter disambung teralis setinggi 1,5 meter.
Kejadian kemalingan celana dalam ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Saya mencoba bersabar –atau lebih tepatnya cuek- karena memang hilangnya celana dalam tersebut sempat tidak ditanggapi serius oleh yang pihak yang bertanggung jawab terhadap keamanan cucian kami dan mungkin karena saat itu saya masih berpikir bahwa stok saya masih cukup. Tapi saya menjadi kehilangan kesabaran, mulai sangat gerah dan marah sejak akhir tahun lalu.
Bagai mana tidak, pagar teralis sudah ditutup fiber warna hijau, eh… malingnya manjat dan menggantol celana dalam dan memboyongnya pulang.
OK… Maka teralis pun ditinggikan hingga mencapai genteng. Ternyata Sudara-sudara… Maling kita ini masih nekad dan melarikan 2 celana dalam saya tidak sampai satu minggu setelah teralis ditinggikan. Kami bingung dengan gaya apa dia menggamitnya. mungkin dia punya ilmu melipat tubuh sehingga bisa menyelipkannya diantara jeruji yang kerap itu.
Pak & Bu Maman menyampaikan kabar bahwa mereka berdua melihat seorang laki-laki berkulit putih, tinggi semampai, berkacamata, sedang berusaha memanjat pagar teralis tapi buru-buru lari melihat pasangan tengah abad ini pulang subuhan dari mushola ujung jalan.
Saya masih bertanya-tanya: Siapa maling itu? Untuk apa nyolong celana dalam? Kenapa celana dalam? Dijualkah? Untuk orang lainkah atau diri sendiri? Tapi kenapa tidak bra-nya sekalian? FYI, maling itu hanya mau nyolong jika di jemuran ada celana dalam, jika dan hanya jika celana dalam!!! Tidak satu bra atau pakaian lain pun hilang.
Sudara-sudara, maling sialan ini telah sukses melarikan 32 pieces celana dalam saya!!!
Saya suka matematika walaupun tidak pandai didalamnya. Saya suka menyambung-sambungkan hukum matematika dengan perjalanan kehidupan saya. Mungkin tidak 100% benar (malah bisa ajadi salah 100%) tapi saya sangat puas mengalahkan otak tumpul saya dengan senjata kejernihan hati.
Hidup saya berubah setiap saat. Dan, sebagai salah satu unsur yang ada dalam kehidupan, matematika juga memuat perubahan. Dari berbagai referensi yang saya baca, perubahan dalam matematika ada empat macam transformasi dasar, yaitu translasi , rotasi , refleksi, dan dilatasi.
Saya berusaha merangkum. Kurang lebihnya minta maaf karena saya bukan ahli matematika.
Translasi (pergeseran sejajar)
Secara gampangnya translasi merupakan suatu perubahan posisi yang diperoleh dengan cara menggeser.
Rotasi (perputaran dengan pusat 0)
Perubahan posisi dalam rotasi diperoleh dengan cara memutar obyek dengan mengacu pada pusat perputaran tertentu. Rotasi berbeda dengan translasi karena perubahan posisi pada translasi tidak mengacu pada suatu titik tertentu. Keistimewaan dari rotasi adalah jarak antara titik pusat dengan masing-masing bagian dari obyek yang diputar akan selalu tetap, seberapa jauh pun obyek itu diputar.
Refleksi (pencerminan terhadap garis)
Refleksi merupakan perubahan yang dilakukan dengan mencerminkan suatu obyek terhadap suatu garis (untuk dua dimensi) atau bidang (untuk tiga dimensi). Sebenarnya tidak ada perubahan posisi objek yang direfleksikan, yang ada hanyalah pergerakan citra karena adanya pantulan identitas.
Dilatasi (perbesaran terhadap pusat 0)
Dilatasi berhubungan langsung dengan perubahan ukuran tergantung dari nilai k yang kita masukkan. Jadi bisa saja perbesaran bernilai negative alias mengecil.
Itulah teori yang melibet otak saya saat sekolah dulu dan baru ketemu manfaatnya buat saya berpuluh kemudian. Bagaimana saya mengambil pelajaran dari hukum matematika untuk hidup saya?
Translasi
Nenek-nenek botak juga bosan dengan stagnansi. Siapa yang tidak ingin bergeser? Saya mau bergeser menjadi dewasa. Sekarang saya belum cukup dewasa. Buktinya banyak masalah yang saya hadapi dengan nangis melulu he he he… sekalipun nanti pada saatnya saya sudah (dianggap) dewasa oleh orang di sekitar saya, saya masih mau menjadi lebih dewasa lagi dan lagi dan lagi J
Rotasi
Ada yang berpendapat bahwa berputarnya nasib bisa jadi contoh hukum matematika ini. Ada juga yang mengatakan bahwa konsistensi perputaran itulah yang disimbolkan oleh teori ini.
Saya sendiri lebih suka mengadopsi keduanya. Jiwa pengikut ha ha ha… Jadi saya merasa perlu untuk menyadari apapun keinginan saya, saya tidak bisa memaksa untuk selalu berada diatas angin, selalu dituruti apapun mau saya. Sekaligus saya sadar bahwa saya jug
a berhak untuk mendapatkan hak saya dan tidak akan pernah dibiarkan untuk tidak mendapatkan hak saya. Jadi ya saya tenang saja lah. Ada rotasi.
Rotasi sebagai symbol konsistensi: saya berusaha untuk selalu bergerak berpura dan memutar dengan jarak tetap terhadap pusat rotasi saya sekaligus pusat revolusi saya. Berintrospeksi. Pusat rotasi dan revolusi tersebut adalah prinsip-prinsip yang saya pegang dalam hidup saya. Diantara prinsip-prinsip saya adalah hidup cukup. Tidak perlu berlebih. Asal cukup untuk apapun yang saya anggap baik dan benar termasuk bersedekah tidak terbatas J
Refleksi
Pernahkah Anda bercermin? Apa yang Anda lihat? Kalau Anda manusia, Anda akan melihat manusia. Kalau Anda Si-Amang, mestinya Si-Amang yang muncul di hadapan Anda. Kenapa manusia sering bermasalah dengan kemanusiaannya sedangkan monyet tidak pernah mempermasalahkan kemonyetannya? Saya rasa karena manusia jarang bercermin. Atau manusia salah memilih cermin.
Pakailah cermin yang jernih untuk melihat keadan kita. Ada 2 cermin yang sedang saya optimasikan:
Dimulai dengan berdiri di hadapan cermin saya memperbaiki kondisi saya lahir dan batin. Ah matematika, kamu bikin saya makin tak berdaya.
Dilatasi
Setelah bercermin, saya bisa memutuskan hal apa yang perlu saya antisipasi dengan dilatasi negative atau positif. Mana yang perlu saya perbesar, mana yang perlu saya kecilkan. Hidung saya dimancungkan, tubuh saya dirampingkan, rambut saya dipanjangkan, dll. Dan tak pernah lupa saya juga ingin memperbesar kuantitas dan kualitas kebaikan saya. Saya juga mau mengecilkan segala yang perlu saya perkecil: rasa marah, rasa malas, rasa gembira yang berlebihan, dll. Kalau dalam matematika ada nilai “k” yang sangat berpengaruh pada nilai dilatasi, saya juga punya nilai “k”.
k = keikhlasan (tapi saya suka juga menggantinya dengan segala k yang menurut saya cocok contohnya: kelaparan, maka saya makan lebih banyak. Ya kita ganti saja dengan kata yang ber-unsur ke-an) J
Begitulah saya membongkar matematika dengan keterbatasan pemahaman saya. Ada satu lagi yang sedang saya kerjakan: Transformasi Linier. Saya yakin Anda jauh lebih dalam dan luas ilmunya, mampu menggali yang jauh lebih besar untuk diri Anda.
Saya sangat berterima kasih pada semua yang telah membuat saya menyadari bahwa apapun yang saya alami adala soal ceri
ta matematika ha ha ha ha…
Rike Angg
Effortless Motivation to Success
By Laura Roman Lopez
Every one is searching for that magic answer that will make their lives better and more enjoyable. Through motivation, they expect that this will give them the edge to finally see things through and actualize their goals.
What is missing is that when the motivational element is gone and the hype wears off, what then happens. Motivation becomes effortless when it starts from within. Like the Biblical story of Jesus and the boy by the sea. If you give a man a fish, you will feed him once; but if you teach him how to fish, he will never go hungry again. Awaken the self-motivator that lies within you. Once you discover how to do this with conviction and determination, you will always know where to turn for strength, encouragement, approval and confidence.
Effortless Motivation can be achieved by following these simple steps:
Avoid negative people, things and places. You become success by the people you associate with. Stop associating with negative people who only have their own interests at heart. Find like-minded people to start a new social and business circle with.
Be crystal clear in your mind on what you are motivating towards. You have to see it to truly believe it. Visualize it everywhere. Impress on your consciousness that you will have what you are working towards.
Self discipline is vital to staying motivated. Take control of your reality. Do not allow situations or circumstances to deviate you from your mission.
Staying laser focused is the key when dealing with real life adversities.
Do not allow anyone to be the killer of your dreams. Individuals will try either consciously or subconsciously to bring you down. Loved ones are especially capable of this, believing that they are giving you good advice. Simply, thank them for caring and continue on your path.
Approaching life from the highest level of dignity and morality is the best motivator. Doors will open for you when you are operating from this position. From there, more and more good things await which is motivating in itself.
Adopt the philosophy that you make things happen. People will depend on your dependability. When you become the “go-to” person that everyone trusts, it is extremely motivating. You continue to raise the bar of excellence. People will gravitate towards you for it.
Never be afraid to fail. Accept that life is a continuum of learning experiences and that set-backs are apart of the process. Be grateful that mistakes bring you closer to your ultimate goal. It is amazingly motivating if you can see the opportunity from your challenges.
Persistence is necessary no matter how difficult the task. When a person is motivated, the gap between resistance and a favorable outcome is shortened. When you learn to attack each situation with persistence, your completion rate will increase.
Motivation is knowing that you are over-delivering. The fastest way to success is to help as many people as you can to be successful. Whenever you think that you have met your requirements, keep going. You will also set yourself apart from the masses. Over-delivering is so important, yet unknown.
Remember, you are unique. Uniqueness is motivating because there isn’t anyone else in this world who looks, acts, or talks like you do. Value your life and the contributions you are making. When you own this concept, you will find that people will want to be more close to you.
Understand others. If you know how to speak, you should also learn how to listen. Learn to understand first, and to be understood second.
Create a self motivating mantra, such as “Wining is the only option”, “Today is the day, or my personal favorite “I can do that”.
Motivation is also about preparation. Being prepared builds confidence, which will open the door for more dependable outcomes. Once you can depend that your efforts will meet with beneficial results, you will be encouraged to be better prepared and so on.
Enjoy life more. Work as if you don’t need money. Dance as if nobody’s watching. Love as if you never cried. Learn as if you’ll live forever. Motivation takes place when you are happy.
Learn to live by your own expectation and not by the expectation of others. Your motivation can easily lessen if you are not being true to yourself. Listen to what your inner guide is saying and you will never go wrong.
Try to see the big picture. Motivation comes from being able to see things from all sides. That way, you can anticipate and appreciate any possible outcome. You also must trust that a particular outcome is the one that is going to be for your highest good. You might not be able to see it then and there but in the end you will.
Procrastination is one of the main reasons why people fail. The best solution to this behavior is to flip the coin. Look at what procrastination is keeping you from. Too often people focus on the pain of whatever they are procrastinating from rather than celebrating the eventual benefit.
When implementing these steps, you will be awakening the self motivator that is you. Your ability to stay motivated is never to far away if you commit to doing it yourself. Yes, others can still play a role on your way to success – a supportive role.
You are the main character and you command self motivation.
BIAR MEREKA BICARA TENTANG MASALAH INI
Mereka bilang harapanku tak mungkin tercapai,
Al Quran bilang jika Allah mengijinkan maka Kun fayakun.
Terwujudlah harapanku.
Mereka bilang aku konyol mengharap keajaiban,
Al Quran memuat beribu keajaiban dunia.
Mereka bilang aku tak akan mampu,
Al Quran bilang Allah mengirim malaikat pada orang yang beriman padaNya.
Mereka bilang aku yang salah,
Al Quran bilang berbuatlah adil dan periksalah berita dengan benar.
Mereka bilang aku menyakiti hati,
Al Quran bilang tiada hati yang sedih kecuali Allah memberi kabar gembira.
Mereka bilang aku memulai konflik,
Al Quran bilang kita boleh bertindak ketika teraniaya.
Mereka bilang aku begini dan begitu, aku tidak peduli
Aku percaya pada Al Quran,
yang memuat pesan-pesanNya.
Wahai Pemberi pesan,
Kubaca senantiasa pesanMu.
Berikan kepahamanMu padaku.
Sibakkan kabut kegundahanku.
Hapuskan keraguanku.
Condongkan hati mereka padaMu,
Yang telah meraihku.
Amin.
Kami bilang beliau ini “embok delivery” karena tugasnya memang “mengantar” makanan kami. Beliau jualan keliling dan jadi “someone to rely on” untuk kami karena kami ini sangking rajinnya bekerja (huek huek) sampai-sampai tidak sempat keluar kantor untuk makan (huek huek huek).
Hidangan:
– Nasi pulen pasti
– Sayur bervariasi tergantung mood pedagang 😀
– Lauk bermacam-macam tergantung yang ada di tempat belanja
– Gorengan, tempe dan tahu pasti ada kecuali waktu tukang kedelai mogok
Kelebihan:
– Emboknya baik dan sabar
– Pembeli (kami) tidak perlu jalan jauh demi sepiring nasi
– Rasanya masakan rumahan banget
– Bisa request secerewet mungkin he he he
APAKAH CINTA ENERGI POSITIF ATAU NEGATIF?
BACALAH DAN BUATLAH KEPUTUSAN
Banyak yang men-sinyalir bahwa perasaan cinta adalah energi positif yang dapat bikin hidup lebih semangat. Namun sejauh mana cinta dapat memberikan pengaruh positif dan bagaimana cinta memberikan energi positif yang dikandungnya? Dan kepada siapa cinta memberikan energi positifnya? Apakah kepada seluruh pecinta atau dicinta atau hanya kepada beberapa diantaranya?
Apakah seorang anak mencintai orang tuanya dan sebaliknya? Apakah sepasang kekasih saling mencintai? Apakah Anda mencintai sahabat dan sebaliknya? Apakah Tuhn mencintai kita dan sebaliknya? Apakah seorang kolektor mencintai koleksinya dan sebaliknya? Apakah saya mencintai pekerjaan saya dan sebaliknya? Ada sebagian yang Anda jawab dengan ya dan ada yang dijawab dengan tidak. Bila ya apakah pengaruh energi positif tersebut terhadap mereka? Adakah? Terasakah?
Seorang ibu atau bapak yang mencintai anaknya akan berkorban banyak demi membuktikan kecintaannya pada anaknya. Anak sakit, orang tua membawakannya obat. Anak lapar, orang tua membawakannya pengenyang. Anak menangis, orang tua menenangkannya. Hal tersebut adalah bukti nyata kecintaan orang tua pada anaknya. Apa yang akan anak lakukan bila orang tuanya sakit, lapar atau menangis? Mungkin hal yang sama, mungkin juga tidak. Ingatlah apa yang dilakukan Ibrahim dan Ismail. Ingatlah pula apa yang dilakukan oleh Malin Kundang dan ibunya.
Bila Anda mencintai sahabat apa yang akan Anda lakukan? Mengiriminya ucapan dan bingkisan saat dia ulang tahun? Mendengarkan keluh kesahnya? Meminjamkan apa yang Anda punya bila dia membutuhkannya? Menelponnya saat Anda tiba-tiba mengingatnya? Atau mengiriminya doa? Atau tidak pernah ingat? Atau tidak punya sahabat? Kapan saat terakhir Anda berputus asa karena menyadari sahabat-sahabat Anda mulai menjauhi Anda karena mereka mempunyai kesibukan atau kecintaan baru? Apakah ada cinta saat itu antara Anda dan sahabat?
Apabila kita mencintai koleksi kita, tentu kita akan dengan senang hati menjaga koleksi kita supaya tetap terjaga: bersih dan tidak rusak atau mati. Kolektor perangko akan menjaga perangkonya dlam album perangko, kolektor burung menjaganya dalam kandang, kolektor perhiasan menitipkannya pada museum atau safety box, kolektor uang akan menyimpannya di bank-bank yang berbeda diseluruh penjuru dunia, kolektor bunga akan menempatkan tanamannya di tempat-temoat yang membuat mereka tahan lama dan tetap cantik, kolektor wanita akan mempertahankan wanita-wanitanya untuk tetap tidak mengenal satu sama lain supaya mereka tidak sakit hati. Mssalahnya adalah apakah Anda mendapat balasan yang setimpal dari koleksi Anda tersebut. Jangan-jangan koleksi Anda tidak peduli pada Anda. Oh… kasihan deh looo
Apakah Anda menyadari bahwa Tuhan mencintai Anda? Dia mencukupi kita demi cinta-Nya. Dia melindungi kita dari berbagai mara bahaya dengan mengirim malaikat-malaikat berbentuk para makhluknya. Namun masih ada juga yang tidak sadar akan karunia-Nya. Apakah Anda meyakini CINTA TUHAN sebesar Anda meyakini cinta yang diberikan oleh orang-orang di sekitar Anda? Apakah Anda lebih takut kehilangan Tuhan daripada kehilangan perangko atau kehilangan bunga atau ditinggal istri atau anak Anda? Ataukah Anda akan meradang pada Tuhan dan menuduhnya tidak mencintai Anda karena telah membiarkan koleksi Anda berkurang atau mengambil orang-orang yang Anda (pernah) Anda cintai atau (pernah) mencintai Anda. Sesering apa Anda menuduh Tuhan tidak mncintai atau setia kepada Anda?
Terlalu banyak pertanyaan yang berkembang di benak Anda, bukan? Tenang saja, dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya yakin Anda akan menemukan jawaban yang tepat tentang energi apa yang telah Anda peroleh dari cinta Anda.
Bila Anda ingin menguji keyakinan bahwa cinta itu membawa energi positif atau tidak maka luangkan sedikit waktu Anda untuk menyimak sekelumit kisah berikut.
|
Tuhan |
: |
Wahai Kolektor, kuberi kau karunia sehingga engkau dapat melakukan apa yang engkau mau. Namun jangan lupa untuk bersyukur |
|
Kolektor |
: |
Terima kasih Tuhan. Karunia dan cintaMu padaku tiada tara. Aku tidak akan melupakan syarat itu. Tetapi bagaimana aku harus bersyukur padaMu? |
|
Tuhan |
: |
Mudah saja. Cintailah makhluk-makhluk-Ku seperti Aku mencintai mereka. Berikan pada mereka hak-hak mereka. |
|
Kolektor |
: |
OK. Aku paham apa yang harus kulakukan. |
|
|
|
Apapun yang Kolektor inginkan terpenuhi karena cinta Tuhan kepadanya. Kolekor hanya menginginkan satu hal yaitu Koleksi. |
|
Kolektor |
: |
Akan kuurus kamu dengan sepenuh hati dan jiwa sebagai tanda syukurku kepada Tuhan yang telah memberikan segala apa yang kuinginkan. |
|
Koleksi |
: |
Terima kasih. Saya juga akan memberikan apa yang Anda inginkan sebagai tanda terima kasih saya pada Anda yang telah mau berbagi karunia dengan saya. |
|
Kolektor |
: |
Kamu memang koleksi yang baik. Tahu membalas budi |
|
|
|
Makin besar cinta Kolektor pada koleksinya. Seakan tak hingga cinta yang ia curahkan kepada koleksinya sehingga dia lupa akan hak-hak temannya. Dia tidak lagi mengunjungi teman-temannya yang selalu mengingatkannya supaya tidak mencurahkan seluruh harapan kepada koleksinya yang suatu saat akan lapuk dan meninggalkannya. |
|
Teman |
: |
Hai, apa yang istimewa dengan koleksi kamu? |
|
Kolektor |
: |
Dia adalah hal yang membuat saya bersemangat dalam hidup ini. Yang membuat saya merasa bermanfaat. Yang membuat saya merasa dibutuhkan. Yang membuat saya merasa berharga. Yang membuat saya merasa memiliki sesuatu yang kusebut HARAPAN. |
|
Teman |
: |
Tidak cukupkah kamu dengan memiliki teman seperti aku? Aku telah membuat kamu berharga, dibutuhkan, bermanfaat, bersemangat dan selalu saling mengingatkan adanya suatu harapan. Apakah engkau tidak menganggapku seperti koleksimu? |
|
Kolektor |
: |
Bukan seperti itu. Kamu sama berharganya tapi aku tidak bisa menjelaskan bagaimana berbedanya kamu denga koleksiku ini. |
|
Teman |
: |
Itu artinya kamu memang tidak mencintai ku lagi. |
|
Kolektor |
: |
Bukan! |
|
Teman |
: |
Lupakan saja pertemanan kita. Rasa cinta kita tidak seimbang dan akan membuat kita saling menyakiti. Maaf. |
|
Kolektor |
: |
Ya sudahlah. Toh aku masih memiliki sesuatu yang bisa menggantikanmu. |
|
|
|
Maka lapuklah koleksi yang telah sepanjang waktu ini dia jaga dan sayangi. Dan hancurlah hatinya. |
|
Kolektor |
: |
Tuhan sudah tidak mencintaiku lagi. Dia seperti temanku. Dia sama dengan temanku yang telah mencabut cintanya. Tuhan telah menyakiti aku seperti temanku menyakitiku dan koleksiku yang meninggalkan kelapukan tanpa sisa. Tuhan tidak memperingatkanku sebelumnya. Dia tidak pernah memberitahuku bahwa apa yang kuharap akan pergi, yang kucinta dapat meninggalkanku, yang menghargaiku akan mengabaikanku. Apa arti cinta Tuhan? Apa arti cinta teman? Apa arti cinta koleksi? Mereka tak punya cinta! Mereka menghendaki cintaku tapi tak memberi sebesar aku berikan pada mereka. Kini aku tak punya cinta lagi |
|
|
|
|
Kini apakah yang Anda dapatkan setelah membaca kisah sang Kolektor? Menurut Anda apakah cinta berenergi positif atau negatif? Absolute atau relative? Apakah cinta membangun? Atau merusak? Atau justru kini Anda memiliki definisi yang sarat percabangan tentang cinta? Ataukah Anda sendiri sang Kolektor itu? Atau Anda sang Teman? Atau si Koleksi? Bisa juga Anda merasa sebagai Tuhan yang tak memberikan syarat apapun kepada yang dicinta kecuali bersyukur dengan kata lain SEIMBANGlah!
Anda yang dapat menjawabnya. Hikmah tidak berada di tubuh cerita namun ada di ceruk jiwa Anda. Let’s start our journey. Start with questioning J
Rike Angg.
Heidi is a children book telling about an orphan girl named Heidi.
She has been raised by Uncle Alm (her grandfather) since she was 5 years old after 4 preceeding years raised by Dete, her aunt.
Heidi grows to be a very happy and cheerful girl but not well educated. She does not go to school, she does not learn anything formally but about the Nature surrounding her. However, she is actually naturally smart and she is a very caring and loving creature over all her life.
Her only teen friend is Peter, a boy whose job is sheperding goats including Uncle Alm’s two goats. Heidi likes joining him to the mountain side, herding the animals. The boy loves her much because he doesn’t have any sibling. Like the girl, this boy is also a little hard-headed but much more irrational than her.
She then has to follow her fate to Frankfurt where she is introduced to Clara Sesseman, a handicapped girl, who badly needs a friend.
Johanna Spryi tells this story simply simple but strongly able to manipulate the readers’ imagination so that they can feel as if they were one of those characters involving in the story. She also depicts Switzerland mountainuous landscape so beautifully that most readers may want to visit Dorfli, the village in Alpine area becoming the story setting.
This book has been published as comic book as well as shortened version in various languages. In Indonesia his story was published as a comic serial in Bobo magazine approximately twenty years ago. Presently, Read! publishing house has published it in a “nomik/novel komik” (novel with illustration). This book has also been made films several time over the years: 1937 (starring Shirley Temple), 1968, 1997 and 2005. All the films are moving, interesting and educative.
This book becomes one of my important books in life. I am inspired to make Switzerland my must-be-visited country after Saudi Arabi. It also teaches me to be an independent, optimistic and cheerful girl. Heidi is recommendedly read by any of you readers who want to get inspiration for:
– pleasure
– knowledge
– life values: love, friendship, independence, loyalty, truthfulness, etc
– teaching methods for teachers and parents 🙂
– modified games for children for teachers and parents 🙂
– inspiration itself
– etc name yourself
All in all, Johanna’s Heidi is one of a must-read children book for children and adults all over the world.
Heidi, Heidi… The mountain girl…
OPTIONAL WAY OF READING:
If you happen to read this book, optionally you can read it out loud in front of your children/nephews/nieces/kiddy students by acting out what the characters are doing in the story – especially what and how Heidi does.
I am like a tree, while my nerve is a flying bird that glides as far as, as free as, as long as, it is willing. Then it perches again on to my mind. Its uncertain movements make me nervous. It hurts to be nervous. But, I am sure it is always like what Johanna Spryi said in Heidi: God postpones our prayer to make us ready.
Sometimes I think I have been completely ready to accept any provision. But then I realize that I am a weak creature that needs much time and much energy from the Source to digest any single natural rule being granted to me. And cry then I will. Then sob I will. Longing for divine touch.
Perhaps it is escapism; however, I can’t do anything because it is so much needed to escape sometimes.
God… How can I heal myself when there is no way I can take except one way out to escape?
Escape I can’t rely on forever. It is a fake way out in fact…
Guide me…
KOMEDI BUAH APEL
Sebutir apel terputus dari tangkainya. Meluncur jatuh melewati perosotan udara. Namun jarak sebenang sebelum menyentuh tanah berumput, dia melejit ke udara, jauh lebih tinggi daripada pohon asalnya. Melintasi udara lalu hampa, kemilau cahaya, gemerlap debu-debu dan karang-karang raksasa mengapung, bulan-bulan bertaburan, bintang-bintang berserakan, matahari-matahari saling bertukar cahaya.
Panas dan dingin silih berganti. Silau gulita tumpang tindih. Sekejap gelap menyerap apel sangat jauh dan pekat, massive dan menekan. Tak lama kemudian menyemburkannya dengan lontaran hebat. Boom!!! Sang apel mencapai ujung runcing daun rumput berembun, tepat di titik bumi yang tadi menolaknya.
Gaya tarik dan lontar adalah milik Allah, yang dapat menarikmu kemanapun Dia maui lalu mengantarmu kembali ke tempat semula.
DOWN TIME
AUDIIT PAGE CAN’T BE OPENNED
EVERYBODY CAN’T OPEN OUR SOURCE OF WORKLOAD
JUAN LIMAS & KEITH CHEONG… WHERE ARE YOU?
WE NEED YOUR ASSISTANCE.
Above all:
Alhamdulillah… Kapan lagi seharian gak kerja kecuali yang “kadung” di-download hehehehe…
Olala, apakah api itu padam?
Tidak, jawab hatiku pada otakku.
Lalu mengapa gelap gulita?
Pelita itu tertutup kabut, kata hatiku padanya.
Padahal kita kita mesti berjalan di alam gelap…
Kita henti dulu, biar halimun menyingkir lewat, hatiku menghiburnya.
Berapa lama?
Hingga tiada halangan untuk berjalan baik itu halimun ataupun keraguanmu, kata hatiku tersenyum padanya.
Wahai, mari bersenandung…
Ayo, suara jernih bikin kita ceria, sambut otakku pada hatiku.
Adakah kidung cinta?
Selalu ada laras cinta dalam karunia-Nya, jawab otakku optimis.
Mari, mari, tetapkan nadanya.
Yep! Lihat partitur ini wahai hatiku… 1, 2, 3, mulai, perintah otakku.
Alhamdulillah… (seru mereka bersama)
Aku bersyukur Allah menganugrahkan seorang kamu kepadaku. Begitu besarnya kesyukuran itu sampai-sampai aku tak bisa membendung posssessive and protective-ku.
Maafkan aku. I am right here waiting.

KEKASIH SEJATI
Dimana kusimpan dustaku jika Kau mengawalku dengan kamera yang terpasang di tiap partikel udara?
Dimana kuselipkan kedukaan jika Kau jejali pori-poriku dengan asa?
Dimana kucipta amarah jika Kau taburi tarikan nafasku dengan wangi surga?
Dimana kulari dariMu jika Kau kendarai aras jiwaku?
Yang Terkasih, hadapku selalu padaMu.
After Carrie George… Greg Gardner today…
He is our CEO from LA Headquarters Office. He will be arriving this brunch time to conduct internal audit. Everybody becomes sooo tense. But, not me I mean not much for me 
I sneak to write this blog also to calm down. We are loking forward to an Acceptable grading for Indonesia Office. Otherwise, we can’t go to N.J. for outing 
OK, this is our day. Wish me luck.
Carrie George’s visiting Indonesia and will be back to New Jersey tomorrow…
She invited us to have luch with her. Hooray…
But then we found that she had a meeting with a client until lunch time. OK, we prepared our lunch without waiting fro her.
“Hello guys! Let’s go for lunch!”
Everybody smiled bitterly ;(
“..”
“Don’t worry, we just go… Eat again…”
Hehehe… We had lunch twise today
Thanks Carrie
IBARAT KATA-KATA PENGEMBARA
Hatiku seperti kata-kata pengembara,
Kata-kata yang melambangkan keindahan gunung, laut dan matahari.
Hatiku merangkum alam semesta,
Hati yang sederhana namun agung dan tulus memberi.
Kata-kata pengembarat yang mengabarkan indahnya alam semesta
Melukiskan misteri indahnya ciptaan keagungan-Nya.
Nov 25, 2007 – 08:29pm
kalau bisa
kalau bisa
kalau tidak bisa?
Hidup ini memang antara bisa dan tak bisa:
Yang ditentukan oleh Pemilik bahasa.
Nov 25, 2007 – 08:37pm
Allah pemilik bahasa. Maka belajarlah bahasa kepadaNya supaya engkau dapat menentukan bisa dalam setiap langkah tujuanmu. Subhanallah.
assalamu’alaikum Readers,
aku pulang facial…
mbak-nya yang did the facial agak kasar, mencet-nya kayak orang balas dendam seakan aku pernah mencet muka dia kenceng2. lebih2 lagi… mbersihin maskernya gak tuntas. untung aku telaten mbersihin sendiri…
terima kasih udah di-facial ya mbak, lain kali kerjanyalebih lembut akan lebih baik karena wajah saya bukan tutup panci 
ok, sekarang aku lapar jadi aku mau makan.
wassalaam Readers

Finally…
After a severe larynxitis… losing voice for 3 days… high fever for 3.5 days… not taking a bath in 4 days… I am working again. Happy and uploaded with names of facilities 🙂

I am an ordinary computer user that is made to use the Internet every day.
Making blog page is not to express myself in such a way that many people can see my days. It is only to monitor how busy I am with my work. If I can write in the Blog every day, ii means I am not busy. If I can’t, I am…
Welcome to myself. My pride is when I am found having time with you, Readers 🙂