RESOLUSIANA 2012

RESOLUSIANA 2012

Wow! Sudah banyak lho yang sudah masuk 2012 jadi saya rasa nggak ada salahnya saya mulai count down dari sekarang! Apa yang ingin kutetapkan untuk tahun depan tidak terlalu istimewa. Semuanya semacam pengulangan seperti Repelita yang dulu dicanangkan oleh Pak Harto di jaman Orde Baru. Resolusiana, itu istilah saya untuk rencana tahun yang akan datang.

Beberapa yang perlu diperhatikan adalah:

1. Tidak boleh mudah percaya pada apapun yang dikatakan orang. Semua harus bisa dibuktikan dengan 5 indera. Indera keenam hanya dipakai sebagai Radar saja.

2. Jadilah orang yang tegas; tidak mengikut saja kepada keinginan santai-santai atau leha-leha. Disiplin diri harus ditegakkan demi kesuksesan.

3. Mementingkan kemerdekaan berpikir. Lebih dari sepertiga abad dan aku masih saja mempraktikkan taklid buta yang membodohkan diri sendiri dan orang di sekitarku.

4. Makannya dikurangi; hanya sayuran dan buah yang boleh dimakan tanpa takaran.

5. Tetap berteman dengan siapapun tanpa memandang perbedaan kecuali beda dunia.

6. Tetap semangat!

Cukupkah? Mungkin belum tapi cukup lah untuk sementara ini.

Selamat Tahun Baru 2012, Sudaraku semua… Mari lanjutkan perjalanan dengan keteguhan dan kesadaran yang lebih terarah…

Tangerang – 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2012

AKHIRNYA RESOLUSI 2012 DIPERLUKAN

AKHIRNYA RESOLUSI 2012 DIPERLUKAN

Mana kunyana aku bisa hidup selama ini? Tak terasa 12 melewati tahun 2000 yang dulu dielu-elukan sebagai gong pergantian abad. Ternyata lewat dan (terkesan) terlupakan karena tahun demi tahun selanjutnya lebih banyak lagi peristiwa yang mengesankan dan hal mengesankan di masa lampau terpendam dalam-dalam, memfosil menjadi kesadaran di lauhul mahfuz.

Kalau harus membuat resolusi maka agak berat. Namun, siapakah yang mengharuskannya? Tak ada, kawan. Hanya kemauan hati dan keinginan yang menggedor-gedor kita untuk mendaftar apa yang mesti kita capai dalam waktu 12 bulan yang baru ini.

Alangkah bagusnya istilah resolusi akhir tahun ini? Semacam rencana jangka pendek yang menandakan bagusnya manajemen seseorang dalam menggapai cita-cita. Jika kita ingin jadi orang baik maka itu adalah rencana besar yang mesti dipecah-pecah menjadi serpihan rencana lebih kecil hingga akhirnya gambaran “orang baik” itu tersusun dari tercapainya rencana-rencana kecil tersebut.

Jadi, resolusi masih perlu? Masih, buat saya. Maka saya mau menyepi sejenak ke dalam toilet saya yang wangi untuk sekedar merenung rencana apa yang mesti saya jalankan setahun ke depan.

Sampai jumpa, esok 2012…

Tangerang – 31 Desember 2011 – 5:50 sore

TITIK NOL DAN RESONANSI SCHUMANN

TITIK NOL DAN RESONANSI SCHUMANN

Ramalan kuno telah meramalkan. Tradisi dan budaya menghormatinya. Perubahan dalam Bumi sudah mempengaruhi pola tidur, hubungan, kemampuan untuk mengatur sistem kekebalan tubuh dan persepsi tentang waktu. Kita hidup dalam suatu proses inisiasi yang sudah terjadi sejak 2.000 tahun yang lalu, siap-siap untuk menerima perubahan yang sangat besar dalam tubuh kita.

Perubahan sedang terjadi sekarang

  • Migrain sakit kepala dan kelelahan
  • Sensasi Listrik di badan dan tulang belakang
  • Kram pada jaringan otot
  • Seperti gejala Flu
  • Mimpi yang Intens .

Ini semua disebabkan oleh perubahan di Bumi yang terjadi sekarang!

* Tubuh manusia akan menjadi lebih sensitif sebagai akibat dari getaran baru.

* Resonansi Bumi (Schumann Resonance) konstam selama ribuan tahun di 7.8Hz. Sejak tahun 1980 telah meningkat menjadi lebih dari 12Hz. Hal ini berarti bahwa 16 jam sekarang sama dengan satu hari 24 jam. Waktu semakin mempercepat!

* Tubuh fisik sudah mulai berubah. Sebuah tubuh cahaya baru diciptakan.

* DNA kita sedang diprogram ulang oleh alam semesta (seperti yang diperkirakan dalam ramalan Maya). Kita akan berubah dari 2 untai kembali ke 12 untai DNA.

* Greater intuitif dan kemampuan penyembuhan akan muncul. Setiap tahun ini akan meningkat 10 kali lipat.

* Mata akan berubah dalam rangka untuk menyesuaikan diri dengan suasana baru dan

cahaya.

* Semua anak yang lahir setelah tahun 1998 mungkin akan mempunyai kemampuan telepati saat lahir.

Kondisi geofisika

Basis Frekuensi Bumi Meningkat : frekuensi dasar bumi, atau “detak jantung,” (disebut Schumann Resonance, atau SR) meningkat secara dramatis. Meskipun bervariasi disetiap wilayah geografis, selama beberapa dekade secara keseluruhan pengukuran adalah 7,8 siklus per detik. Hal ini pernah dianggap sebagai konstan, komunikasi militer global yang mengembangkan dalam pengukuran frekuensi ini. Laporan terbaru terukur di atas 11 siklus, dan terus naik. Para ilmuwan tidak tahu mengapa, atau apa yang membuat itu.

Apa yang dimaksud dengan Resonansi Schumann?

Percaya atau tidak, Bumi berperilaku seperti sebuah sirkuit listrik yang sangat besar.

Atmosfer sebenarnya adalah sebuah konduktor dan jika tidak ada sumber yang mengisi, muatan listrik yang ada akan berdifusi jauh di sekitar 10 menit. Ada ‘rongga’ yang didefinisikan oleh permukaan bumi dan ujung ‘Inner’ ionosfer sampai 55 kilometer. Setiap saat, total muatan yang berada dalam rongga ini adalah 500.000 coulomb. Ada arus vertikal yang mengalir antara tanah dan ionosfer dari 1 – 3 x 10 ^ -12 Ampere per meter persegi. Hambatan dari atmosfer adalah 200 Ohms.

Potensi tegangan 200.000 Volt. Ada sekitar 1000 badai petir pada saat tertentu di seluruh dunia. Masing-masing menghasilkan 0,5-1Ampere dan catatan kolektif untuk mengukur aliran arus di rongga “elektromagnetik” Bumi .

Schumann resonansi adalah gelombang elektromagnetik gelombang yang ada dalam rongga ini.

Di prediksi Resonansi Schumann akan terus meningkat dan pada 2012 akan menjadi 13 siklus perdetik, ini di sebut sebagai Zero Point, yaitu Bumi akan berhenti berputar sesaat dan akan memulai lagi putaran barunya.

Dapat di bayangkan apa yg terjadi jika Bumi berhenti berputar?

Di-share dari: http://www.facebook.com/#!/groups/soulstarindonesia/permalink/203469206399740/

THE FELINES (MASYARAKAT SINGA)

THE FELINES (MASYARAKAT SINGA)

Orangtua ras Manusia

The Felines adalah salah satu dari dua ras utama di alam semesta kita. Mereka tiba di sini dengan undangan dari The Founders. Setelah berhasil menyelesaikan Universal Game mereka dan menyelesaikan semesta mereka, kelompok 45 Felines secara sukarela datang ke alam semesta ini untuk membantu setup dan mengawasi permainan yang sama di sini.

The Felines adalah ras bipedal yang berdiri 12 sampai 16 meter. Kulit mereka ditutupi oleh semacam bulu yang lembut, mereka memiliki surai dan baik laki-laki dan perempuan memiliki rambut panjang.

Mata berwarna biru dan menjadi emas ketika mereka dewasa. Mereka juga berubah dari warna cokelat keemasan menjadi putih.

Secara keseluruhan temperamen Feline hangat, optimis dan intelektual. Ketika mereka dewasa, mereka akan terlihat serius, introspektif dan lembut. Para tetua dihormati untuk belas kasih, kebijaksanaan dan wawasan.

Sebagai ras mereka sangat dekat dan memiliki rasa fair play. Para wanita dihormati dan dihargai dalam status yang sama dengan laki-laki. Dan benar dengan cara Feline, mereka semua sangat ingin tahu dan penasaran.

Sebagai bagian dari Universal Game, The Founders memberi Feline sebuah planet baru di Constellation Lyra untuk rumah mereka. Para Feline menamakannya Avyon. Sekarang ini tidak ada pengucapan yang tepat, atau ejaan, tapi itu cukup dekat. Nama yang sebenarnya tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Avyon adalah sebuah planet surga dengan pegunungan, danau, sungai dan lautan. Planet biru ini sangat persis seperti bumi kita sekarang dalam bentuk dan ragam vegetasi dan bentuk kehidupan.

Ketika Feline tiba, mereka dalam bentuk eterik, dan karena itu, masuk melalui tahap evolusi tubuh fisik di mana untuk menetap di planet ini. Setelah jutaan tahun mereka berevolusi menjadi singa dan kucing lainnya dan mulai inkarnasi menjadi bentuk-bentuk lain.

Sebagai bagian dari rencana, sebagian dari Feline asli tinggal dalam bentuk eterik untuk memberikan bimbingan kepada inkarnasi tersebut. Ingat, ini adalah sebuah planet 3D dan sekali Feline eterik menjelma, mereka akan jatuh di bawah selubung amnesia yang merupakan bagian dari kerja kehendak bebas sebuah planet 3D.

Seiring waktu berlalu, dan melalui siklus inkarnasi yang tak terhitung, felines berevolusi menjadi kucing yang berjalan tegak dan mempertahankan kesadaran eterik berkat rekan-rekan mereka yang secara periodik inkarnasi dari beberapa felines eterik,dan DNA dari bipedal mamalia mirip kera , yang berkembang di planet ini juga.

Dengan DNA seperti mamalia kera pada felines mampu mengambil tubuh lebih mirip manusia yang sementara tetap mempertahankan sebagian besar fitur wajah dan karakteristik dari kucing tersebut. Persilangan ini mencapai tahap tertentu garis genetik yang dikenal sebagai Garis Kerajaan Avyon, atau House of Avyon, muncul menjadi ada.

Para felines eterik akan terus bergiliran menjelma untuk menyediakan tidak saja upgrade DNA, tetapi pengajaran dan pelatihan dalam dimensi yang lebih tinggi agar planet mereka tetap terikat dalam siklus inkarnasi non-hidup hewan. Seperti yang
dapat Anda lihat, felines berevolusi di Avyon dalam banyak cara yang sama seperti Manusia berevolusi di Bumi. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa Manusia tidak terjebak dalam siklus binatang

Pada waktu kesadran felines tumbuh cukup besar jumlahnya saatnya untuk mengambil tanggung jawab penjaga planet dunia rumah mereka. Mereka terus berkembang dan akhirnya mengembangkan teknologi untuk perjalanan ruang angkasa dan kemudian teknologi warp. Saudara dan saudari eterik mereka terus bertindak sebagai pemandu mereka.

Banyak di antara mereka menjadi ahli genetika (spesialisasi Feline) dan mulai membantu mengembangkan bentuk kehidupan diberbagai jenis planet dan bintang-bintang di alam semesta. Beberapa di antara mereka menjadi penjelajah ruang angkas yang hebat dan ilmuwan dari berbagai ilmu.

Selama tahap ini dalam perkembangan mereka, felines mengalihkan perhatian mereka dengan mamalia bipedal, dan mulai program persilangan dan upgrade genetik dalam proses menciptakan sebuah spesies baru yang akan menjadi dikenal sebagai Manusia.

Setelah banyak persilangan dan upgrade genetik, Human Adam dibuat. Ada dua strain, strain berambut merah menjadi lebih terbuka dan energik, dan pirang platinum menjadi lebih lembut-hati dan introspektif.

Setelah ribuan tahun terus melakukan pemuliaan persilangan dengan hati-hati, hibrida Feline /Manusia mulai menjadi lebih umum di garis kerajaan kucing, Rumah Avyon, daripada ras kucing sendiri. Tapi, memang itu rencana nya.

Pada waktunya ras kucing akan menjadi leluhur kuno Manusia dengan hanya menyisakan sifat genetik mereka sebagai pengingat dari koneksi antara mereka. Dan meskipun hubungan genetik antara kucing dan Manusia telah dilupakan oleh manusia modern, kucing tetap dalam kesadaran kita sebagai makhluk agung, patut dihormati dan kasih kita.

Para kucing tetap mencintai, mendukung dan penjaga keturunan genetik mereka, Manusia. Mereka terus dalam peran ini melalui waktu dan semua dimensi Universal Game.

Devin (Feline) adalah pemimpin pemerintah dari Royal House 9D dari Avyon, dan Anu (Manusia) adalah pemimpin pemerintah dari Royal House 5D dari Avyon saat ini.

* * * *

“Universal Races” by Jelaila Starr

from Nibiruan Council

RENUNGAN INDAH (puisi terakhir W. S. Rendra)

RENUNGAN INDAH

W.S. Rendra (Alm)

Seringkali aku berkata,

Ketika semua orang memuji milikku

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan

Bahwa mobilku hanyalah titipan-NYA

Bahwa rumahku hanyalah titipan-NYA

Bahwa hartaku hanyalah titipan-NYA

Bahwa putraku hanyalah titipan-NYA

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:

Mengapa Dia menitipkan padaku ?

Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?

Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-NYA itu ?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA ?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah

Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka

Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku

Aku ingin lebih banyak harta,

ingin lebih banyak mobil,

lebih banyak popularitas, dan

kutolak sakit,

kutolak kemiskinan,

seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku

Seolah keadilan dan kasih-NYA harus berjalan seperti matematika:

Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih

Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,

Dan menolak keputusan-NYA yang tak sesuai keinginanku

Gusti,

Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.

“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”.

(Puisi terakhir Rendra yang dituliskannya di atas ranjang RS)

IT IS DECEMBER AND ALMOST JANUARY (Indonesian version)

IT IS DECEMBER AND ALMOST JANUARY

(yang tersisa dari 2011)

Uh, judul diatas serasa membegokan diri. Ya jelas habis Desember pasti Januari kecuali kalau nama-nama bulan bisa di-mixandmatch-kan dengan system kalender lain.

Tahun 2011 hampir habis dan ternyata jauh lebih cepat dan mudah daripada yang kuproyeksikan di tahun 2010. Cepat karena memang nyatanya sekarang udah Desember 2011. mudah karena beberapa hal yang kusangka akan menjeratku dalam keperihan abadi nyatanya terlewati begitu saja; dengan airmata tapi nggak pakai darah segala. Saya selamat hingga saat ini minus beberapa kecemasan yang memang harus kulewati seperti penagih hutang dari instansi tertentu yang memang harus menunaikan tugasnya menyuruhku membayar cicilan yang sering telat bayar karena di rantau orang saya nggak nemu ATM bersama buat mbayar kartu kredit bow!

Yang menjadi catatan untuk satu bulan ini adalah bahwa aku tak boleh lagi membuat resolusi tahun baru yang tidak make sense (masuk akal, Bahasa Inggris) seperti “lunas utang tahun ini”. Itu nggak mungkin karena memang KPR masih panjang jangkanya. Duuuh! Atau menikah tahun ini karena memang dulu calon saya ogah-agahan dan apalagi sekarang nggak ada calon. Beuh! Atau “terbit buku tahun ini” karena nulis aja males. Huh!

Makanya it is December and almost January membuat saya mikir ulang mengapa gol-gol besar atau paling tidak yang saya anggap bedar justru nggak bisa saya sarangkan bola disana? Mengapa gol-gol seiprit (kecil, bahasa gaul) yang bisa saya tembus?

Mungkin justru gol-gol kecil itulah yang harus saya rintis ya? Mungkin…

Ok, then… Saya akan membuat resolusi yang kecil tapi pedes misalnya…

1. Diet, sebulan turun sekilo…

2. Nulis, sehari sekalimat…

3. Bayar utang, sebulan nyicil asal ajeg…

4. Cari cowok, satu-satu aja sebulan satu…

5. Ganti areng anggrek, sebulan satu pot…

6. Baca buku, sehari satu halaman…

7. Dll, yang melangkah pasti

Rasanya niscaya kok kalau ada kemauan. Semua hanya 2 langkah saja dari target: selangkah kaki kanan, selangkah lagi kaki kiri. Dan bisa dilakukan satu waktu juga yakni sekarang dan satu tempat saja yaitu disini.

Oh, it is December and almost January membuat saya bersemangat meniti saat ini disini. Berharap semua mimpi baik yang besar atau kecil menjadi kenyataan sebelum mati menjemput usia.

Tangerang – 1 Desember 2011 – 12:43 siang

Foto dipinjam dari http://en.wikipedia.org/wiki/December

PENCENG

PENCENG

Kata penceng berasal dari kamus bahasa Jawa yang berarti miring. Jadi kalau Anda saya bilang penceng itu artinya ada yang miring di diri Anda. Bisa jadi yang penceng adalah cara memakai jilbab Anda atau cara memakai baju lainnya. Tapi bisa juga saya mengacu pada pikiran Anda yang sedang tidak karuan sehingga tidak bisa nyambung dengan akal sehat. Bisa juga kata penceng ini kita kaitkan dengan kesadaran seseorang yaitu: mabuk atau lupa atau gila.

Tapi kalau gubug penceng… Itu adalah sebuah rasi bintang yang sebenarnya berbentuk salib yang dijadikan patokan arah selatan. Dalam bahasa Ingris rasi ini dinamakan Crux. Dinamakan gubug penceng adalah karena konon kabarnya nenek moyang kita melihatnya sebagai titik-titik yang jika dihubungkan lebih menyerupai gubug miring. Gubug dalam bahasa Jawa adalah bangunan sederhana yang jika di sawah tidak memiliki dinding atau bisa juga mewakili deskripsi rumah sangat sederhana yang biasanya dimiliki oleh orang miskin.

Dasar penceng!

Tangerang – 30 November 2011 – 5:55 sore

mari kita saling men-support teman-teman kita. kalau ada yang sedih, jangan dimarahin… kalau ada yang marah-marah, jangan dimarahin – lebih baik ditenangkan… kalau ada yang sedang mengeluh, jangan dimarahin – lebih baik kita tenangkan… itulah gunanya teman… love you all temanku… :-)

WHEN THE SOUL FEELS WEARY

WHEN THE SOUL FEELS WEARY

It doesn’t matter how I overcome my sadness but what is happening to me now is more than sadness I’ve ever undergone. It is just like a state of mind in which I can’t understand but I can feel the existence.

That person’s energy crash on my soul membrane and cause a trauma. What energy? It is a kind of collision among different ideas that might have caused negative impact on daily interaction. Is it serious? Not really for me but for the relationship between me and that person it may be an inconvenience especially for that person. The person is so sensitive about one thing: what to believe.

For me to befriend, you should not ask whatever you believe in life as long as the friendship bears one thing: trust not to betray each other. Once someone asks me what I believe, it is a sign that that person likes to judge, deep down in one’s heart. One may say one doesn’t judge but it is likely to experience judgment from one. It won’t be really good… It won’t.

Do you believe in something? Yes, you should.

But do you have to proclaim what you believe in front of people you are interacting with? No, you don’t.

Let’s socialize in this very small world in elegant way. What is elegance in friendship? That is to believe that whatever your friends believe, make sure that your belief is not your basis to judge them.

Have a safe journey of life, my dear friends. It is an honor to be with you in this very now and here. J

Tangerang – November 27, 2011 – 9:00pm

LAYANG-LAYANG

LAYANG-LAYANG

Layang-layang putus benang

Mengembara mengawal angin.

Angin ke barat aku mbandhang ke barat.

Angin ke timur kulepas ke timur.

Jika angin utara bertiup,

Kencang keterbang ke selatan;

Jika angin dari selatan datang,

Mengembara ku ke utara…

Penerbang layang-layang tak kuasa menggapai

Layang-layang yang melambung dibawa sang bayu.

Hujan segera tiba,

Apakah layang-layang akan menjadi bubur?

Penerbang layang-layang gundah-gulana

Diterpa badai kebingungan kalah lomba-

Lomba main layangan tanpa putus benang…

Layangan tak kuasa berhenti

Meluncur terus ke arah padang hijau

Yang berbatas hutan hijau nan gelap

Kanopi itu pasti banyak monyetnya

Apakah mereka akan merobeki tubuhnya?

Jika ya, tamatlah riwayat layangan bernama

Aku…

Kugesekkan badan pada deburan angin

Supaya tertahan perjalananku

Lalu segera jatuh ke bumi

Dan ditemukan anak-anak yang polos

Yang bersorak-sorai mengharapkan kejatuhanku

Mereka gembira

Karena aku goncang dan oleng

Tak lalgi ngebut menghantam rimba…

Tapi aku masih belum dalam jangkauan tangan-tangan mungil itu

Aku merendah

Merendah

Makin merendah

Hap!

Tangan kecil, lembut dan dingin

Menangkapku

Melindungiku

Dari rebutan teman-temannya

Yang menyeringai seperti buta

Lalu dibawanya aku pulang

Ke rumah

Tempatnya menyimpan benang…

Tangerang – 1 Oktober 2011 – 8:00 malam

AKU YANG EGOIS DAN BOB KUCINGKU YANG DIBERKATI

AKU YANG EGOIS DAN BOB KUCINGKU YANG DIBERKATI

Beberapa waktu lalu saya pernah menulis dalam bahasa Inggris tentang seekor kucing bernama Bob yang telah menjadi teman setia saya. Saya menganggap diri saya setia padanya karena telah membuat kucing itu jarang kekurangan makanan dibanding kucing kampong lain yang suka sekali berjejer di luar pintu depan menunggu saya membagi sisa makanan Bob atau makanan baru yang rela saya berikan.

Bob setia.

Saya tak ragu dengan kesetiaan Bob menunggu saya pulang, menemani saya bikin report hingga malam sambil dia klekaran (berbaring santai, Bahasa Jawa) di depan pintu kamar atau tepat di telapak kaki saya. Bob yang telah siap duduk di atas pagar tembok ketika saya diantar pulang oleh Pak Usup atau Pak Usen atau Pak Udin atau Pak Iis. Dengan kaki-kakinya yang jinjit Bob akan mengejarku lincah sambil mengeong manja.

“Aku sudah menunggumu. Aku lapar.”

Oh, Bob lapar maka itu dia menantiku dengan setia karena dia tahu aku yang memberinya makan dan minum walau kadang membuatnya bosan dan hanya bisa menikmatinya sedikit lalu minta dibukakakn pintu atau tidur sambil memperhatikan saya.

Seringkali saya merasa Bob telah mendapatkan yang terbaik dari saya. Makanan yang cukup sehat dan menyehatkannya, tempat tidur yang nyaman (bantal saya), badan yang selalu dibersihkan dari debu dan kutu-kutu, elusan lembut dan obrolan ringan (orang gila) atau kadang dituruti apapun maunya. Tahu nggak sih kucing saya ini biarpun jam 1:00 pagi kalau pengen pulang yang pulang saja – saya tidur di kamar belakang maka dia memanggil-manggil saya dari atas trails dapur.

Menurut ilmu perkucingan, saya merasa telah memberikan yang terbaik.

Makanan sehat, tempat tinggal yang cukup bersih, kasih sayang yang memadai, waktu bermain yang tak terikat, dll

Tapi…

… baru-baru ini saya merasa bahwa saya sesungguhnya belum atau malah tidak pernah memberikan yang terbaik pada Bob. Apa yang saya lakukan hanya sekedar best practice yang menurut manusia adalah perlakuan terbaik pada kucing. Manusia telah merasa optimal ngopeni ingon-ingone (merawat hewan piaraannya, Bahasa Jawa).

Ketika Bob mengeong-ngeong minta keluar, biasanya saya akan menunggunya setengah jam.

1. Jika dia mengeong terus hingga lebih dari 30 menit maka saya akn mengeluarkannya karena dia memang serius pengen sesuatu: kawin atau eek.

2. Jika dia tak pulang maka akan saya cari dia hingga keliling RT (serius ini) dan lalu menggiringnya pulang dan tidak melepasnya kecuali yang terjadi adalah nomer 1 di atas.

3. Jika badan dia kotor maka saya akan segera menyediakan air hangat dan shampoo kemudian mengelapnya dengan kain handuk kecil hingga bulunya tampak tidak dekil.

4. Jika kutu-kutu terlihat gembira di sela-sela rambutnya, saya akan memeluk Bob lalu memunguti kutu-kutu dan telur-telur kutu yang suka mendekam di sela telinga lalu membasminya dengan kuku jempol tangan.

5. Jika dia diam sambil memperhatikan saya, kuciumi hidungnya sampai dia merem-merem.

6. Jika Bob begini maka aku begitukan.

7. Jika Bob begitu maka aku beginikan.

Ilmu saya sebagai seorang biyung (ibu, Bahasa Jawa) bagi Bob saya anggap paripurna dan tidak akan saya dengarkan orang-orang diluar sana yang memberikan pitutur (nasehat, Bahasa Jawa) yang niscaya akan membuat Bob lebih sehat sebagai seekor kucing bukan sebagai seekor hewan piaraan.

Saya tidak menyadari bahwa bisa saja Bob mati karena saya perlakukan terlalu istimewa sesuai buku-buku perkucingan yang saya baca atau nasehat-nasehat dokter hewan yang selama ini kupercaya. Oh, alangkah malangnya Bob kucingku ini.

Saya manyun lama, duduk di depan jendela yang menghadap Simpang Lima sambil membayangkan Bob yang gembira karena saya tinggal pergi. Dia bersuka ria karena bisa tidur di alam bebas walau harus berkalang debu. Bisa jadi dia juga jalan-jalan malam mencari pacar dengna leluasa tanpa harus membangunkan mommy Rike untuk dibukakan pintu depan. Dia juga dengan riang-ria mengejar tikus-tikus usil yang membuatnya gemas sekaligus penasaran. Bob oh Bob… Mungkin kau punya hal lain yang menggembirakan…

Saya berpikir, apakah aku masih mampu menjadi sangat posesif terhadap Bob sedangkan aku seharusnya tidak terlalu yakin bahwa ilmu perkucingan yang kuyakini benar itu bisa saja masih bisa dikritisi…

Bob, besok aku sampai rumah jam 9:00 malam… Kalau bisa kau tunggu aku di rumah ya atau di atas pagar tembok. Biar aku bisa memandang matamu yang selalu menggemaskan itu, biar aku tahu apa sebenarnya maumu… Mau jadi kucing liar saja atau jadi kucing rumah yang kalem atau fifty-fifty kayak sekarang? Terberkatilah kau Bob karena telah menjadi bulan-bulanku selama hampir tiga tahun ini. I love you so much… Let’s realize that our bond is unbreakable…

(lihatlah saya masih ngeyel mencintainya)

Semarang – R1222 – 12:18 pagi – kangen Bob