BERMALASAN DI RUMAH

BERMALASAN DI RUMAH

Sejak tinggal di rumah sendiri bersama kucingku tersayang aku merasakan kenapa banyak orang selalu ingin nginep di rumah saja daripada nginep di tempat orang atau di hotel walau kondisi rumahnya jauh kurang lengkap fasilitas kenyamanannya. Ada sentuhan hawa yang membuat orang merasa betah dan merasa terangkum jika pulang.

Hari ini saya belum keluar rumah sama sekali walaupun kulkas saya kosong hanya berisi bahan masakan plus sebungkus pasta. Tigak mangkuk kecil yoghurt sudah habis untuk sarapan. Rasa lapar menjadi rasa perih di lambung dan aku masih saja malas karena rasa kerasan di rumah ini memelukku. Kucingku pun akhirnya hanya bisa menikmati kepala lele goring sisa sarapannya. Tapi dia juga sekarang nggloso (telungkup antara duduk dan berbaring, Bahasa Jawa) di depan kulkas. Berarti dia kerasan di rumh.

“Bob, nanti malam makan lele lagi ya, ntar agak sorean Mbak Rike keluar beli makan ya…”

Meong….

Akhir pekan menjadi hari “stay home’ lantaran hari lain kaki ini tak pernah berhenti. Rasa nikmat tinggal di rumah mengalahkan rasa lapar sekalipun. Sesungguhnya nggak baik sih tapi mau gimana lagi kan aku mau menuruti kata hati.

Kalau dulu saya suka sekali memasak kok sekarang jadi berkurang kerajinan memasak itu ya? Sekarang sih enaknya jajan aja. Dan jajannya lagi dan lagi ya yang dekat-dekat aja. Lele goreng buat Bob dan buat saya apa aja yang penting enak di lidah dan di kantorng.

Eh, nanti malam makan apa ya enaknya? Masak nasi bebek lagi sih? Ntar kalau kolesterol gimana dong?

Ok deh, malam ini mau makan seafood aja… Aduh tapi tempatnya jauh, males jalannya… Ah, sudahlah yang penting belikan makanan dulu buat si Bob, aku urusan belakangan.

Tangerang – 10 Maret 2012 – 3:29 sore

Lagi mumet sirahe ning pengen nulis ya kaya ngene iki dadine…

Gambar dipinjam dari: http://coconutbou.deviantart.com/art/cat-and-dog-on-a-chair-105487540

MENUJU TIMUR

MENUJU TIMUR

Buku ini sudah saya tunggu terbitnya sejak lama. Bahkan saya bisa dibilang berjasa karena saya tidak bosan-bosan ngoprak-oprak (mengingatkan dengan semangat, Bahasa Jawa) si penulis untuk sesegera mungkin menelorkan karyanya. Ada saja alasannya: yang naskahnya kebakar bareng hard disk lah, yang sibuk lah, yang ini lah, yang itu lah…

Ok, buku ini jelas diluar dugaan saya. Saya berpikir akan menemukan cerita panjang berbentuk prosa. Ternyata buku ini berisi puisi-puisi dan nukilan-nukilan kata yang saya yakin pasti diharapkan penulisnya menjadikannya abadi.

Saya penyuka puisi walau tak pernah merasa akurat mengupas puisi. Puisi Aveline kadang bisa saya pahami kadang tidak. walau begitu puisi yang menurut saya dapat dipahami dengan mudah bukan jaminan kupahami secara tepat.

Dari sekian banyak ada satu yang sangat berkesan di hati yaitu sebuah kata bijak Aveline di halaman 45 yang bunyinya sebagai berikut:

Membaca adalah anugrah yang biasa.
Memahami bacaan adalah anugrah yang luar biasa.

Saya suka membaca tapi mungkin kemampuan saya hanya membaca dalam artian merangkai huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat yang bermakna, namun makna yang saya tangkap hanya sekedar permukaan luar saja. Anggapan saya jika membaca tak mendapatkan makna yang lebih dalam maka itu belum membaca dan itulah yang membuat saya MALAS menulis review buku. Keinginan saya tentunya bisa memahami bacaan dan dua larik kalimat tentang membaca di buku Ave sangat menohok batin saya.

Satu lagi yang menjadi perhatian saya adalah puisi berjulul Boarding. Saya ingat benar ini adalah judul novel Ave yang naskahnya terbakar di hard disk komputer dia dan batal terbit hingga sekarang.

Ada satu lagi puisi yang berjudul Pagi di Ciumbuleuit. Isinya membuatku bersemangat menjalani hari karena isinya menceritakan seseorang (saya rasa ini Ave karena dia mondok di daerah Ciumbuleuit) yang kesepian di pagi hari lalu menemukan makna hidup di siang dan sore hari karena memang hidup ini tak bisa berhenti baik sendiri maupun ramai-ramai. Tapi ada satu kalimat yang menurut saya agak aneh: keringat siap berpeluh. Apa maksudnya ini? Masa kan keringat berpeluh? Bukankah keringat adalah peluh itu sendiri?

Yah begitu saja review saya. Sederhana sesuai dengan pemahaman saya terhadap tulisan Ave yang dalam tapi tak menjemukan. Semoga bermanfaat sebagai semacam bocoran tentang buku ini.

seperti janjiku,
aku akan tetap belajar

Terima kasih Ave, telah mengingatkanku untuk tetap membaca, belajar dan bersemangat dalam hidup seberat apapun beban itu kurasa…

Tangerang – 5 Maret 2012 – 9:09 malam

KUCING YANG MALANG

KUCING YANG MALANG

Ini dia kucing yang saya jumpai di sebuah pabrik di Batu Pahat, Malaysia pada tanggal 2 Maret 2012. Dia dikurung di sebuah keranjang besi di bagian packing. Alasannya sih karena takut dia kemana-mana dan nanti istirahat makan siang dia akan diberi makan. Masa sih? Saya nggak tahu akrena kalau yang ngomong orang pabrik, apapun itu yang kesannya positif pasti saya nggak percaya.

Kucing ini manis sekali minta dielus saja. Ya wis tak gendong-gendong malahan walau baunya gak enak. Pas saya periksa ternyata kaki kiri belakangnya membusuk bernanah. Semoga segera sembuh ya, nak…

Rasa bersalah itu menjalari hati saya yang karena pekerjaan padet banget jadi nggak semapat ngasih makan dan ngasih obat. Saya udah pesan ke karyawan di bagian packing untuk ngobatin. Mereka sih iya-iya tapi ya namanya orang pabrik kan udah biasa bohong jadi kali aja bohong lagiiii….

Akhirnya saya pulang ke Indonesia tanpa sempat mengunjungi dia lagi untuk pamitan. Semoga suatu saat nanti saya ketemu dia dalam keadaan baik-baik saja baik saya maupun dianya. Amin…

Maafkan aku ya, kucing sayang…. You’re gonna be akay as I am….

Ayo Mbak Niez, Ulil, para pecinta kucing mari berdoa supaya dia segera sembuh ya…

Tangerang – 5 Maret 2012 – 11:07 pagi

UBAN

UBAN

Sejak umur belasan aku sudah punya uban. Dan ku tertawa-ketawa saja karena padaa saat umur sekian ku masih bangga punya sesuatu yang berbeda walau wujudnya hanya sembilan helai rambut dengan warna lebih muda. Sekarang uban ini tak bertambah jumlahnya tapi…

Duh Gusti, kok ubanku tak lagi berwarna abu-abu suram.

Ubanku berwarna putih cemerlang seperti guratan platina.

Pertanda usiaku telah makin dewasa, kata tua terlalu bersifat menghukum…

Tua adalah sebuah kosakata haram yang akan menurunkan semangat lagaku.

Benarkah?

Ya. Aku sudah tua dan diingatkan oleh kilauan rambut perak di kepala… Tua adalah pertanda aku harus mengurangi beban perjalananku dan harus menanting lawan lebih peka lagi. Apakah aku cukup kuat mempertahankan diri di hadapan seribu keinginanku?

Apakah aku sudah dekat dengan kematian? Harga kata mati jauh lebih haram bagiku. Kalau ku mati, kemana aku kan pergi? Apakah ubanku ini menyebabkan kematian?

Kuperhatikan lagi apa yang telah menandai akhir usiaku. Satu per satu… semua bagai ditanggalkan penuh kasih sayang. Bagaimana tidak? Pertanda itu datang perlahan dan bagai hadiah kejutan… Aku hanya berharap uban ini bukan pertanda terakhir…

Jika kematian itu kejutan, aku tak mau tertipu…

Sepang – sebelum sarapan – 7:40 pagi

Gambar dipinjam dari

http://lotr.wikia.com/wiki/Gandalf

http://scrapbook.theonering.net/scrapbook/movies/characters/gandalf/view/11933

SENTINELS

SENTINELS

Tonight

Piano is played by dancing fingers of a lady from above.

Should I sing?

Or should I fall asleep?

Music of footsteps

Are running through my silent heart—

Sentinels are ready to conquer.

Should I fight?

Or should I surrender?

Sentinels

Have come to me again and again

Asking for my permission to build a colony—

Agreement upon disagreement

And finally I stay sanely dumb;

None of choices is better.

Raindrops

Caressing my black hair in dark night tonight

Dictate symbols upon symbols through notes.

Do re mi fa so la ci do

8 and 9 along with the alphabets

I am deciphering my life.

And the sentinels are still waiting…

Solo – 21 February 2012 – 9:03pm

JANGAN DITIRU (Ceu Nana keparat!!!)

JANGAN DITIRU

(Ceu Nana keparat!!!)

Sudah sekitar tiga bulan terakhir ini saya menjadi orang yang emosian. Ngamuk-ngamuk saja kerjanya – mencari apa saja di luar diri dan kemampuan untuk dkambinghitamkan.

Idealnya seorang yang dewasa bisa mengendalikan emosi terutama yang berupa kemarahan. Jika belum mampu mengarahkan rasa marah menjadi energi yang lebih bermanfaat dan hanya sekedar bisa mencari kambing hitam maka yakin pasti si dewasa itu belum dewasa; mungkin hanya sekedar tua atau merasa dewasa.

Ada sebuah kisah.

Nasi uduk yang biasa terhidang di meja majikan setiap pagi tak muncul juga. Sang pembantu belum juga pulang membawa sebungkus nasi Betawi. Pesan majikan “jangan pulang kalau nggak bawa nasi uduk ya, Yem”.

Rupanya malang tak bisa ditolak sial tak bisa dihindari, nasi uduk Ceu Nana tak bisa dibawa pulang tepat waktu karena ternyata hari itu Ceu Nana tidak berjualan karena sakit mencret berat. Dan, sebungkus nasi uduk Ibu Kartini pun dibawa pulang oleh si Iyem, itu pun terlambat satu jam karena warung Ibu Kartini ada di kota Rembang he he he…

Walhasil, si majikan makan nasi uduk yang tidak sesuai order, terlambat berangkat kantor pula.

Pekerjaan yang menumpuk terlambat dikerjakan san puncaknyaadalah macet yang menyiksa membuat sang majikan terlambat sampai di rumah juga. Kesempatan bermain dengan sang anak hilang akhir pekan ini. Lalu sampai rumah apa yang dilakukan sang majikan?

“I hate Jakarta traffic! Ini semua gara-gara Ceu Nana yang sakit mencret! Ceu Nana keparat!!! Kamu juga gara-gara kamu nggak bisa nasi uduk jadinya kayak gini!!!”

Sang pembantu hanya melongo.

Lalu apa hubungannya dengan emosi saya? Yah, saya sempat menyaksikan seorang sahabat yang melampiaskan kemarahannya hari itu pada seseorang di posisi Ceu Nana dan si Iyem. Pada saat itu saya dengan goblognya bukannya berpikir jernih tapi malah mengamini dalam hati “Iya, kok Ceu Nana sama si Iyem bego bener. Mau-mau aja mencret pas harusnya jualan nasi uduk dan satunya lagi nggak bisa masak nasi uduk kesukaan majikan”. Padahal yang bego ya saya, ngapain ikutan orang emosi gak puguh gitu?

Makanya, Rike… Jangan mau jadi orang goblog!

Pulau Penang – 3 Februari 2012 – 11:22 WITA

Gambar dipinjam dari http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2011/05/03/lontong-nasi-uduk-makanan-wajib-pagi/

THE CHARACTERISTICS OF A GOOD LEADER

THE CHARACTERISTICS OF A GOOD LEADER!

  • Challenges me to do my best.
  • Sets a good example.
  • Explains the reasons for instructions & procedures.
  • Helps me polish my thoughts before I present them to others.
  • Is objective about things.
  • Lets me make my own decisions.
  • Cares about me & how I’m doing.
  • Does not seek the limelight.
  • Won’t let me give up.
  • Gives personal guidance & direction, especially when I’m learning something new.
  • Is empathetic & understanding.
  • Is firm but fair.
  • Keeps a results-orientation.
  • Makes me work out most of my own problems or tough situations, but supports me.
  • Lets me know where I stand.
  • Listens exceptionally well.
  • Doesn’t put words in my mouth.
  • Is easy to talk with.
  • Keeps the promises s/he makes.
  • Keeps me focused on the goals ahead.
  • Works as hard as or harder than anyone else.
  • Is humble.
  • Is proud of those managers s/he has developed.
  • Gives credit where credit is due.
  • Never says “I told you so.”
  • Corrects my performance in private.
  • Never flaunts authority.
  • Is always straight-forward.
  • Gives at least a second chance.
  • Maintains an open door policy.
  • Uses language that is easy to understand.
  • Lets bygones be bygones.
  • Inspires loyalty.
  • Really wants to hear my ideas & acts on them.
  • Lets me set my own deadlines.
  • Celebrates successes.
  • Is open & honest.
  • Doesn’t hide bad news.
  • Gives me enough time to prepare for discussion.
  • Is enthusiastic.
  • Follows through.
  • Is patient.
  • Wants me to “stretch” my skills.
  • Gives me his/her full attention during discussions, & won’t be distracted.
  • Has a sense of humor.
  • Handles disagreements privately.
  • Reassures me.
  • Makes me feel confident.
  • Tells me the “whole story.”
  • Says “we” instead of “I”.
  • Makes hard work worth it.
  • Can communicate annoyance without running wild.
  • Is courageous.
  • Insists on training.
  • Is a stabilizing influence in a crisis.
  • Gets everyone involved.
  • Wants me to be successful.
  • Is optimistic.
  • Operates well under pressure, or in a rapidly changing environment.
  • Has a reputation for competence with his/her own peers.
  • Has a good understanding of the job.
  • Is tough & tender.
  • Believes we can do it.
  • Sets attainable milestones.
  • Communicates philosophy & values.
  • Is perceptive; doesn’t believe that everything needs to be spelled out.
  • Has a strong sense of urgency.
  • Preserves the individuality of his/her team members.
  • Thinks & operates at a level above that expected.
  • Wants to make the organization the best in the industry.
  • Is willing to act on intuition; believes feelings are facts.
  • Empowers us.
  • Is there when we need her/him.
  • Enjoys his/her job.
  • Likes to spend time with us.

From “The One-Minute Manager”by Kenneth Blanchard

Dipinjam dari http://www.angelfire.com/il/adventureclub/leader.html

Gambar dipinjam dari http://blog.haqqi.net/2011/07/perbedaan-manager-dengan-leader/

iPad

IPAD

(mimpi yang sedang goyah)

Saya punya mimpi: beli iPad. Soalnya saya (merasa) perlu benda ini untuk wahana hiburan, kerja dan tentunya gaya. Rupanya sekarang saya mesti berpikir ulang apakah mimpi beli iPad ini perlu dipertahankan atau tidak.

Sejak tahun 2005 secara serius saya berhenti membeli barang-barang dengan merk tertentu yang saya tahu diproduksi di pabrik-pabrik yang tidak memperlakukan buruh dengan baik dan manusiawi. Ada beberapa produk garment yang tidak akan saya beli atau pakai kecuali jika kematian yang saya terima jika tidak membeli atau memakainya. Ada juga beberapa produk sepatu, makanan, dll.

Hari ini saya membaca link berikut di dinding Facebook teman saya yang disitu dia mengatakan “Biar pegimane Raik pasti masih ngimpiin iped”. Raik adalah nama panggilan di kantor dan mereka semua tahu bahwa saya menyesal telah membeli Blackberry lantaran sebenarnya sangat menginginkan iPhone; saya membeli Blackberry karena semua orang lapangan memakainya dan demi memperlancar komunikasi di lapangan saya mengikuti mereka. Namun ketika beberapa teman membeli Samsung Galaxy Tab, saya bergeming karena masih berencana membeli iPad. Kegiatan menabung jalan terus, kurang dikit lagi udah kebeli.

Kembali ke link teman Facebook: Sebagai orang yang (kadang merasa) peduli terhadap buruh pabrik, hari ini saya jadi bete membaca berita tersebut.

http://www.nytimes.com/2012/01/26/business/ieconomy-apples-ipad-and-the-human-costs-for-workers-in-china.html?pagewanted=1&_r=1

Steve Jobs seharusnya hidup kembali dan ikut secara langsung menyaksikan bagaimana kondisi sesungguhnya karyawan yang mengerjakan produk-produk Apple.

Ok, teman-teman. Ini hanya kegiatan berbagi; bukan kegiatan provokasi untuk memboikot produk tertentu jadi silakan dinikmati saja.

Tangerang – 28 Januari 2012 – 3:33 sore

Gambar dipinjam dari: http://thedailycap.com/steve-jobs-ipad-2-presentatio

CHRISTIAN BAUTISTA DIDEPORTASI

CHRISTIAN BAUTISTA DIDEPORTASI

(produk luar buang saja)

Ini cowok ganteng sial bener nasibnya ya? Dideportasi. Setahu saya dideporatsi itu berarti dikecek atau dikecrek (diborgol, Bahasa Jawa). Seseorang yang dideportasi maksudnya dipulangkan ke negeranya dengan sebab tertentu baik karena tindakan yang melanggar hukum negara yang sedang dikunjunginya. Nah si Christian Bautinja ini dideportasi karena dianggap menyalahgunakan ijin kunjungannya.

Menurut berita yang saya dengar si Christ – warga negara Filipina – ini masuk ke Indonesia sebagai turis tapi nyatanya dia melakukan tindakan yang tidak mencerminkan diri sebagai sekedar turis. Rupanya dia melakukan kegiatan yang dianggap illegal sebagai turis yaitu mencari nafkah, Sudara.

Si Christ ini jadi artis kan?

Ya itu memang gampang jadi artis. Asal agak klimis sedikit kalau Anda ini ada darah luar (bukan luar angkasa ya…) maka dengan lebih lancar Anda bisa menjadi selebriti dadakan dibanding kalau Anda hanya dialiri darah lokal.

Negeri ini memang mengherankan; orang-orangnya maniak banget sama yang namanya luar negeri. Punya produk luar negeri (padahal itu KW 3 bikinan China atau lokal) bangganya minta ampun; jalan-jalan ke luar negeri juga bangganya setengah mampus; pacaran sama orang luar negeri (walau luar negerinya Timor Leste) hebohnya naujubileeee; dll deh yang berlabel luar negeri pasti bikin sebagian orang di negeri ini menjadi merasa lebih dibanding teman-temannya yang nggak mambu (bau, bahasa Indonesia) luar ngeri.

Saya sih ya bukannya enggak tapi ya nggak usah deh banget-banget gitu.

Saya juga suka banget lihat bule yang cakep. Saya juga seneng kalau ditugaskan ke luar negeri soalnya bisa jalan-jalan gratis. Namun, jujur saja saya nggak punya rasa bangga memakai produk luar negeri.

Saya membeli barang-barang yang dibuat di Indonesia dan sedapat mungkin bermerk lokal. Contohnya apa? Saya adalah pemakai jins merk Wrangler yang dibikin di sebuah pabrik di bandung. Tas saya? Produk dalam negeri bow… Sepatu saya? Eagle… Dalam negeri to, bow… Baju saya? Batik dong, bow… Bedak saya? Marcks, lokal punya bow…

Jadi ceritanya nih, kalau ada turis yang sok-sokan jadi artis karena maruk duit lantaran di negerinya orang itu nggak laku, saya girang bener deh… Deportasi itu semua turis-turis dan pegawai-pegawai asing illegal yang setiap berapa bulan sekali mesti keluar negeri supaya nanti bisa dapat visa kunjungan lagi demi melanjutkan pekerjaannya secara illegal di negeri tercinta ini.

So, teman-teman… mari kita usahakan supaya kita ini menjadi tuan dan nyonya rumah di rumah sendiri. Masak sih kalian nggak tahu kalau produk Indonesia nggak kalah bagusnya dengan produk luar negeri.

Eh tapi tapi, kalau masalah jodoh bule sih ya sumonggo soalnya cinta tak mengenal rasa dan bangsa dan syarat logis lainnya…

Tangerang – 27 januari 2012 – 9:12 malam

Gambar dipinjam dari http://www.christianbautista.org/wallpapers.html

TOLONG SHARE: (dari Liana) kisah horor dari tweet-nya @Rahma Yulianti: #sharing Temennya adek gw smlm hampir aja jd korban penculikan di angkot M16 (kp melayu-ps.minggu). Dia (cewe) naik dr ps.minggu. Di dlm angkot ada 1 org bpk2 dan 3 org ibu2. Sblm lampu merah kalibata, ibu2 itu turun semua. Tiba2 angkotnya ubah rute. Pas ditanya, supirnya blg mau beli bensin dulu. Pintunya ditutup dgn alasan takut ditangkap polisi krn kluar rute. Adik temen gw itu teriak minta turun, tp lgsg dipegang ama bapak2 yg ada d blkg. Tapi dia terus2 teriak n meronta2..Untung ada pngendara motor yg liat. Angkot kejar2an sama motor tsb sampe matraman. Akhirnya di matraman, si motor bisa nyalip angkot.Pengendara motor nyegat n kaca depan angkot dilemparin helm. Alhamdulillah angkotnya berenti n adik temen gw selamat..Be careful ya girls. Banyak yg nanya, gmn nasib sopir n angkotnya. Mereka kabur, tapi sempet kecatet nomer pelatnya: B 1687 VT

SIBUK DENGAN URUSAN ORANG LAIN…

SIBUK DENGAN URUSAN ORANG LAIN

(kajilah ilmu sedalam dan luas mungkin)

http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=21687

Link berikut ini bikin saya geli setengah mati. Jadi apa salahnya kalau orang nggak percaya adanya tuhan atau Tuhan?

Biarkan saja asalkan mereka tidak mengganggu atau menghajar atau menganiaya orang lain jika tidak punya kepercayaan yang sama dengan mereka?

Akhir-akhir ini saya benar-benar merasakan keanehan dengan orang-orang yang mengaku Islamnya benar dan dengan santai sambil teriak-teriak Allahuakbar membakar fasilitas umum, menghajar sesame manusia yang bisa jadi di hadapan pencipta lebih oke kualitas jiwanya. Seperti halnya orang-orang yang menganjurkan PNS atheist itu untuk dipecat (dalam link diatas). Kok aneh banget, kerja itu nggak ada hubungannya dengan kepercayaan seseorang kali.

Kalau ada kantor yang memecat karyawan gegara karyawan tersebut tidak memiliki agama atau tidak memiliki kepercayaan yang sama dengan boss atau dengan sebagian besar anggota kantor, apakah itu pelanggaran professional? Jika ada seorang atheist di kantor dan kemudian karyawan lain resah lantaran tidak suka ada yang beda, apakah itu artinya si atheist membuat keresahan? Apakah bukan sebailiknya: kelompok mayoritas mengacaukan komunitas karena tak bisa menerima minoritas yang anteng (tenang, bahasa Jawa). Jadi, kalau ada bos di kantor yang menganggap karyawan yang tidak sama keyakinannya dengan dia harus dianaktirikan, go to your own hell hey you slow boss… (pergilah kau ke neraka yang kau percaya itu hei kau boss, Bahasa Inddris).

Please tolong deh, otak dicuci bersih dari kebencian dan dendam yang nggak jelas. Kebencian dan dendam yang ditanamkan oleh (katanya) agama dan kepercayaan.

Saya tidak percaya bahwa ada agama mengajarkan keburukan. Kalau ada agama yang mengajarkan keburukan maka sah adanya mengatakan bahwa itu bukan agama. Agama berasal dari kata “a” dan “gama” artinya tidak kacau. Kalau kemudian sebuah entitas yang dinamakan agama ternyata malah bikin kacau, ya bukan agama to namanya.

So, wahai orang yang mengaku beriman, sisirlah rambutmu yang kutuan itu sehingga kutunya rontok dan kepalamu tidak meresahkan tangan dan pikiranmu. Selama ini jangan-jangan kutu-kutu di kulit kepalamu itu yang kau anggap gangguan di dalam pikiranmu. Kutu yang ada di luar kepa kau anggap hal yang bercokol dalam otakmu. Jadi otakmu itu kotor oleh keresahan akibat gatal karena kutu! Bukan otak kotor gara-gara keresahan terhadap konsep orang lain yang salah yang mengganggu pikiranmu.

Oh, orang beriman…

Coba buka mata hatimu yang kelabu oleh pekatnya kesombongan masa lalu yang bisa saja tidak valid dan tak pantas dijuluki sebagai sejarah yang benar. Ilmu yang kau yakini benar tak udahnya fatamorgana kau anggap kolam air di belantara gurun (oasis maksudnya hihihi…)

Krik, krik, krik…

Ah, ngomong sama orang budheg… Ya, sudahlah jadi diri sendiri saja. Mau Islam kek, Kristen kek, Atheist kek, Buddhist kek, Hindu kek, Baha’i kek, dll kek asal nggak ngegangguin gue ya mari kita hidup bersama dalam harmoni alam… Tapi kalau kau Islam, Kristen, Buddhist, Hindu, Baha’i, Atheist dll kek dan mengganggu kelangsungan hidup gue, jangan tunggu kiamat gue hancurin (harapan) hidup elu…

Kok saya jadi emosi jiwa ya? Yah, gimana ya soalnya agama nggak
pantas lagi dijadikan komoditi demi mendapatkan kekuasaan apalagi untuk menghajar kelompok minoritas yang (pada tataran tertentu) lebih sukses secara materi. Agama adalah urusan Anda sendiri, bukan urusan umum sehingga kalau ada yang nggak beragama sama dengan Anda kemudian Anda hujat dan hakimi… Sekian terima kasih…

Kramat Tangerang – 20 Januari 2012 – 3:50 sore

Gambar dipinjam dari: http://www.pacovilla.com/?attachment_id=62863

FAKTA KUCING

FAKTA KUCING

  1. Kucing memiliki sekitar 30 gigi dalam mulutnya.
  2. Kucing tidur paling lama diantara binatang lainnya, sekitar 16 jam.
  3. Kucing dengan bulu putih dan mata biru biasanya terlahir tuli, walaupun begitu indera lain mereka berkembang sebagai gantinya.
  4. Dalam kerajaan binatang, IQ kucing hanya dapat dilewati oleh monyet dan simpanse ternyata kucing anggora atau kucing persia sangat pandai.
  5. Kucing lebih mungkin selamat jika terjatuh dari lantai 20 daripada lantai 7. Alasannya karena kucing membutuhkan waktu setara dengan 8 tingkat untuk menyadari apa yang terjadi, tenang dan membetulkan posisinya.
  6. Sama dengan frekuensi mesin diesel yang tidak sedang bekerja, kucing bergumam 26 putaran/detik
  7. Kumis pada kucing sangat sensitif dan dapat merasakan perubahan tekanan udara bahkan yang kecil sekalipun. Kemampuan ini membuat kucing dapat menggunakannya sebagai penuntun alternatif untuk bergerak dalam kegelapan ketika ia tidak dapat melihat.
  8. Semua kucing berjalan dengan jinjit, termasuk kucing anggora atau kucing persia.
  9. Walaupun kucing memiliki 5 jari di kaki depan, mereka hanya mempunyai 4 jari pada kaki belakang. Namun pada beberapa kucing dapat terlahir dengan jari banyak sampai 7 bahkan dengan tulang tambahan.
  10. Pada saat kucing berumur 6 bulan, itu setara dengan 10 tahun usia manusia.
  11. Jika anda butuh sinar UV untuk melihat, pakai saja kencing kucing, karena kencing mereka menyala dalam gelap.
  12. Tahukah kamu, kucing (Felis silvestrid-catus), terutama kucing rumah adalah salah satu hewan predator paling hebat di dunia. Kucing ini mampu membunuh dan atau memakan beberapa ribu species, mengalahkan kucing besar (seperti singa, harimau, dan sejenisnya) yang hanya mampu memangsa kurang dari 100 species . Namun karena ukurannya terbilang kecil, maka tidak berbahaya bagi manusia. Namun tetap saja sangat berbahaya apabila kucing ini terinfeksi rabies.
  13. Kucing telah berasosiasi dengan kehidupan manusia sekurangnya sejak 3500 tahun yang lalu. Ketika itu orang Mesir kuno telah menggunakan kucing untuk mengusir hama tikus dan hewan pengerat lainnya dari hasil panen mereka. Namun, percaya atau tidak, di dunia ini hanya terdapat 1% populasi kucing di dunia yang termasuk galur murni atau kucing ras. Sisanya adalah kucing hasil pencampuran dari berbagai ras atau biasa yang kita sebut sebagai kucing kampung. Karena itu, kucing ras termasuk kucing yang paling sering dicari dan mahal harganya.
  14. Di Indonesia, suara kucing sering ditulis dengan kata “Meong”. Dalam bahasa Inggris yang digunakan di Amerika, suara kucing sering ditulis dengan “Meow”. Di negara Inggris sendiri, suara kucing ditulis “Miaow”.
  15. Kucing biasanya memiliki berat badan antara 2,5 hingga 7 kg dan jarang melebihi 10 kg, kecuali diberi makan berlebih, si pussy bisa mencapai berat badan 23 kg. Dalam penangkaran, kucing dapat hidup selama 15 hingga 20 tahun, dimana kucing tertua pernah diketahui berusia 36 tahun! Kucing liar yang hidup di lingkungan urban modern hanya mampu hidup selama 2 tahun atau bahkan kurang dari itu.
  16. Kucing termasuk hewan yang sangat bersih. Mereka sering merawat diri dengan menjilati rambut mereka. Saliva atau air liur mereka adalah agen pembersih yang kuat. tapi dapat memicu alergi pada manusia. Kadangkala kucing memuntahkan semacam hairball atau gulungan rambut yang terkumpul di dalam perutnya. Sementara itu kucing dapat menyimpan energi dengan cara tidur lebih sering ketimbang hewan lain. Lama tidur kucing bervariasi antara 12 – 16 jam per hari, dengan angka rata-rata 13 – 14 jam. Tapi tidak jarang dijumpai kucing ya
    ng tidur selama 20 jam dalam satu hari.
  17. Percaya atau tidak, di abad pertengahan kucing dianggap berasosiasi dengan penyihir dan sering dibunuh dengan cara dibakar dan dilempar dari tempat tinggi. Sejumlah ahli sejarah percaya bahwa wabah Black Death atau wabah pes menyebar dengan cepat di Eropa pada abad ke-14 akibat tahyul itu. Hal itu disebabkan banyaknya pembunuhan kucing yang dilakukan sehingga meningkatkan populasi tikus yang membawa wabah pes tersebut.
  18. Jenis yang paling kecil adalah kucing berbulu bintik-bintik yang ditemukan di Sri Lanka. Ukurannya setengah ukuran kucing kampung. Sedangkan kucing yang terbesar adalah seekor harimau. Harimau jantan Siberia atau harimau Amur mempunyai panjang badan keseluruhan lebih dari 3m (10 ft) dan berat badan hingga 300kg (660 lb). Meong!
  19. Kucing kampung mendengkur setiap 26 kali per detik, sama dengan frekwensi mesin disel dalam keadaan idle. Kucing kampung dapat mendengar frekswensi suara hingga 65 kHz, sedangkan manusia hingga 20 kHz. Kemampuan indera penciumannya 14 kali lebih kuat daripada penciuman manusia.
  20. Pada mata kucing ada lapisan pemantul cahaya yang dinamakan tapetum lucidum, yang menyebabkan mata kucing berpendar di malam hari. Lapisan pemantul ini dapat menyerap cahaya 6 kali lebih kuat daripada mata manusia, yang memungkinkan kucing untuk dapat melihat di kegelapan.
  21. Kucing melangkah dengan kedua kaki kirinya, sedangkan pada saat berlari menggunakan kedua kaki kanannya. Satu-satunya binatang yang melakukan hal ini adalah jerapah dan onta.
  22. Kucing langka; Memang jenis kucing kampung adalah yang paling banyak, tetapi ada juga jenis kucing yang sangat langka bahkan terancam kepunahan di muka bumi. Hanya terdapat sekitar 250 ekor kucing mirip musang di Malabar, Asia yang berjuang dari kepunahan. Kucing Iriomote, ditemukan di kepulauan Jepang Iriomotejima, dengan jumlah kurang dari 100 ekor.
  23. Ternyata kucing itu bermimpi dan ngelindur juga, kalau kentut baunya asem banget, bisa bunyi pula, suka iseng makanin serangga seperti kecoak, tapi abis itu dimuntahin, bisa diajarin pup di kamar mandi, kalo dari kecil dibecandain terus gedenya jadi hiperaktif, kalo ga suka dicakar, jangan pernah becandain pake tangan, sampe dia gede ga akan pernah selamet tuh tangan, kucing manja suka ngenyotin selimut, kucing gede gak selalu pemberani.

MIMPI DISUPIRI

MIMPI DISUPIRI

(berhadapan dengan bakpao isi cabe rawit)

Tadi malam saya mimpi. Mimpi disupiri seorang teman yang pernah baik sekali. Awalnya kami naik sedan mewah. Dia di kanan nyupir, saya duduk di sebelah depan kiri. Jalanan licin dan penuh batu.

“Hati-hati, Saudari… Jalan berbatu. Jika tak jalan pelan bisa selip ban mobilmu.”

Tapi dia bergeming, ngebut seperti dia pembalap ahli yang hapal jalanan dan tikungan maut.

Anehnya kami menyusuri jalanan kampung yang berliku diantara rumah-rumah penduduk miskin dan sunyi. Bagaimana bisa? Bukankah kami pulang dari kantor yang mewah dan megah? Adakah yang salah? Jika ya, aku atau dia kah?

Aku belum juga bangun. Mimpiku masih bertahan membawa kami dalam perjalanan. Menurun… Bukit yang terjal dengan rumpun bamboo dai kanan kiri.

Aku juga menyadari sesuatu yang janggal. Mana sedan mewah itu? Mana hawa segar pendingin ruangan yang menyejukkan kami? Tak ada.

Mobil menjelma motor matic.

Oh rupanya aku tertipu.

Dia bukan pengemudi yang baik. Karena terjalnya jalan sekarang kami rasakan, dia tak mendengarkan peringatanku. Dia mbudheg* seakan informasiku tak berguna dan dia lebih suka terpeleset terpelanting asal dia suka. Dan aku tak lagi sudi, ada orang yang menyupiri atau memboncengkanku.

Aku tak mau lagi menanti. Tak perlu jauh hingga tujuan, aku melompat!

Hop! Aku berlari sendiri, menyusuri jalan yang kupilih. Walau aku berlari tanpa sedan atau motor matic.

Mantan supir dan pengendara itu terus menyusuri jalan yang tak menuju tujuanku. Aku tak mau. Tak mau sungguh…

Tangerang – 14 Januari 2012 – 8:48 malam

* pura-pura budheg