INTUISI

Mengasah intuisi…
Apakah seperti mengasah pisau? Bisa jadi…
Untuk mengoperasi penyakit menahun yang memblokir kejernihan berpikir.

Intuisiku menginformasikan di usia 39 aku bakal ke benua yang dulunya menjadi rumah bagi para penjaga padang rumput dan bongkahan nugget berkilauan di tanah-tanah berbatu… Dan tempat para bison menikmati kedamaian…

Wow! Semoga…

Garuda lounge – 1 September 2013, 7:13

20130901-191813.jpg

MUSIC

kutemukan musik dalam hidup
aliran udara dan tekanan angin yang berbeda menjadi musik
gemericik air dan gulungan debu menjadi nada
tarikan dan hembusan nafas yang satu-satu lembut, sedang, memburu, sesak… tempo…

musik,
jiwa yang berirama,
kehidupan yang berpola,
nuansa yang menggema beribu tahun, kembali mengingatkanku pada alunan musik

terlupa sejenak lalu ingat ketika terpanggil oleh kerinduan….
akan masa-masa yang penuh cinta…

musik selalu menggugah emosi,
menelusuri rasa,
membangkitkan keimanan akan pertemuan dengan yang sejati

dengan YangSejati….

Yio Chu Kang Road, 28 Agustus 2013 – 21:30

PRETTY SOCKS FROM MY SISTER

Image

When I was a girl – about 10 years old,

I studied in a village school,

Students wore uniform – white shirt and crimson red skirt,

Black shoes and a pair of white socks.

Our socks were all the same, white – just white as long as half of our legs.

My sister, she was 16 y.o. at that time and studied in town…

And she would live in a boarding house, coming to visit our family every weekend,

There was a time when she always brought socks for me,

Special socks – because those socks from her were always much more beautiful than everybody else’s, either with pictures of strawberry, flowers, Heidi the Alp mountain girl, colorful, with laces, so many… one pair every week…

I will always remember that… My sister – her name is Andri – was such an angel to me and now she still is… She’s been with my mom, helping her with all the household chores and my mom’s small business, taking care of Bob my cat while I’m away, doing all things she can…

I love you my sister… You are such a beautiful perfect good saint in our family… Please spread your love as always… You are loved. Universe is blessing you…

Singapore, Aug 1 – 23:47

Picture is taken from http://thisthriftyhouse.blogspot.sg/p/favorite-posts.html

MY LOVE TO ANIMALS

My life changed

When I adopted a cat and named him Bob.

From then on I have loved animals more and more…

Be it cat, dog or other kinds

I will give my charity as I can

The best I can…

God, please save the life of the neglected animals

DSC_0386

MIMPI

Tadi malam aku bermimpi

Bertemu banyak kuburan di sekeliling rumah

Kuburan para pahlawan dari berbagai negara

Ada yang Jawa, dengan nama serba “O” membuat mulut monyong membacanya

Ada yang penulis entah dari mana, kuburannya dijajari buku-buku tebal

Ada yang memakai surban, mungkin dari pesantren mana deh

Ada dari Jepang, tapi aku nggak bisa baca namanya – huruf Kanji

 

Lalu di halaman rumah muncul tiba-tiba para penunggang kuda

Melambai-lambaikan pedangnya

Bajunya seperti para prajurit Amerika jaman awal dulu, so French gituh….

Biru baju seragamnya, pirang rambut dan janggut serta kumisnya…

 

Lalu aku seperti menghindar dari cabikan pedang

Lalu, kujumpai tiga orang yang kukenal: anak-anak mantan ibu kosku,

Oh, yang bungsu akan menikah dengan seorang duda anak satu…

Selamat, Dik…

 

Lalu aku berjumpa dengan kakak perempuanku yang ketiga. Dia seperti orang sakti…

Sungguh mimpi yang tak kunjung kudapati apa artinya,

Hanya menebak-nebak apa yang kubisa.

 

Mimpi,

Adalah sebuah fenomena tidur ketika jiwa kita terjaga…

Berjumpa jiwa lain di alam yang entah tak kukenali…

Riil namun tak dikenali tubuh.

Maya namun benar oleh jiwa….

 

Terima aksih atas perjumpaan kita dalam mimpi malam tadi,

Doaku semoga kita semua meneukan keindahan yang sebenarnya

Dalam tidur maupun jaga.

 

Jangan sakit, jangan marah, jangan sedih

Semuanya indah….

 

 

Temasek, 20 Juli 2013 – 07:07 petang menjelang berbuka puasa

SEPI

Ada yang harus dikorbankan untuk mencapai keinginan.

Aku rela rindu
Pada ibu
Pada Bob, kucingku
Pada dua kakak perempuanku
Pada adikku
Pada kakak lelakiku
Yang di seberang segara….

Dan, pada bapak
Di alam sana….

Inikah muara pencarianku.
Menjadi perantau yang selalu rindu
Rumah….

Kugenggam erat mimpi
Jangan terlepas lagi.

Rindu ini kan tersampaikan
Dalam rangkuman doa,
Lantunan lagu,
Hembusan angin…

Sampai jumpa…

Temasek – tempatku dulu mengejar layangan 🙂
19 Juli 2013 – 10:07 malam

20130719-220829.jpg

PUISI KUCING

Kucing itu cakep
Binatang imut kusayang…
Bulu yang halus dan suara yang lembut….
Sangat menggetarkan…

Aku punya satu.
Bob namanya
Kucing jantan
Kunamai karena dua alasan
Karena nama lengkapnya Robert de Niro
Dan karena Bob adalah nickname pacarku, mantan….

Tadi ku nemu satu kucing lagi
Tapi tak kuadopsi
Karena masih bayi dua hari
Dan aku tak sanggup mengurusnya

Si kucing mungil
Maafkan aku karena telah menyentuhmu
Terlalu banyak menularkan bau tanganku pada tubuhmu
Sehingga simbokmu tak mampu menyentuh aromamu…

Maka kuseka aku dengan handuk baru dan meminta maaf
Padamu….
Simbokmu akan segera menjamahmu.
Lalu kamu menjadi kucing yang manis
Dewasa dan sehat…

Love catsy….

Garuda Lounge, Soetta Tangerang
July 7, 2013 – 7:08 petang

20130707-191511.jpg

BAHASA BINATANG

TERHUBUNG

Seekor bulldog diberangus moncongnya, dituntun oleh seorang petugas keamanan bandara internasional Pudong, China. Dua orang petugas lainnya berjalan bersama mereka, pelan waspada….

Kenapa tiba-tiba hatiku trenyuh? Apakah sudah garis hidupku untuk mengalami perasaan sakit bilamana ada hewan yang dijadikan alat oleh manusia namun tidak diperlakukan secara alami? Anjing, kucing, ha master, marmut, sapi, kambing, ayam, burung, dll semua pernah menjadikanku sakit hingga air mata tak mudah dibendung. Sayatan jeritan hatiku melihat mereka dipulasara karena tak ada pilihan lain.

Dulu… Aku pernah berbahagia menginginkan menjadi murid Sulaiman sang raja dan nabi yang ahli bicara pada binatang namun kini yang bisa kulakukan adalah tersenyum kecut karena kenyataan sang nabi bahagia menjadi ahli bahasa binatang tidak selalu menjadikannya tenang, justru sebaliknya.

Aku jadi ingat kata-kata teman “A gift sometimes becomes a curse.” yang seakan terbukti.

Untuk menjadi ahli bahasa fauna kurasa belum tapi aku melihat tandanya yang sangat jelas. Bob Kucing, kucingku yang sekarang ku titipkan pada ibuku, telah menjadi bagian dari pembuktian itu. Aku berkomunikasi dengannya dengan baik walau kadang menyisakan kegilaan yang menggelikan. Namanya kucing kok diajak bicara ya meang-meong doang…. Tapi aku ngerti…

Ah namanya kegilaan biarlah dia berkelana di dalam relung jiwa dan deretan kalimatku saja, tak perlu pembuktian pada audiens…. Cukup kupelihara saja kepiluan ketika mengindera berita tentang makhluk bernama binatang yang disiksa dan tersiksa. Maafkan aku, aku hanya bisa memberikan berkat pada kalian.

Cinta kasihku memancar pada kalian…. Berbahagialah….

Bandara internasional Pudong
15 Juni 2013 – 10:00 pagi

BERKISAH TENTANG…

Berkisahku tentang
Sesuatu yang nisbi ada
Yang berkelindan dalam rangkaian rantai hidup
Jika terputus bukan karena patah melainkan karena terhalang kabut….

Tiada yang kuragukan
Hanya sebatas diselubungi lupa dan alpa.
Jikalau ada waktu ku ‘kan temukan pintu, semua pintu
Menuju surga….

Kita berkisah ku
Tentang semua yang pasti… Di siang hari
Di bawah temaram matahari disaput mega,
Yang ada adalah cerita….

Berkisah ku tentang balada anak manusia
Yang tak kunjung siap meninggalkan mimpinya,
Menuju tikungan terakhir….
Menuju kekasihnya….

Changi – 11 Juni 2013 10:28 malam
Menanti Shanghai tiba

20130611-222939.jpg

INDIAN YANG MENERAWANG JAUH ITU

Di salah satu pencarian ke dalamku aku melihat seorang Indian berdiri di tanduk bukit dan menerawang jauh ke Padang rumput yang meluas dihuni oleh bison-bison yang tenang dan damai. Tidak bisa kuras akan apa yang sedang dia pikirkan, hanya menerawang jauh seperti mungkin…. Meragukan kelangsungan hidup dan kelangsungan bangsanya yang makin terdesak oleh sekelompok kulit pucat yang dengan tanpa belas-kasih merebut sepetak demi sepetak tanah ulayat yang mereka rawan dengan cinta dan kedamaian.

Apakah gerangan yang dapat dia lakukan sebagai anak muda yang telah dihina harga dirinya oleh penjajah berkedok modernisasi?

Apakah harus diam melihat bison makin terpojok dan akhirnya tinggal jadi pajangan di museum masa depan? Dan membiarkan serigala melolong lalu hilang dalam gelap lalu mati kehilangan semangat berkelana dan berburunya? Rajawali kehilangan rentang sayapnya dihajar asap kereta api? Cerpelai merana, kuda-kuda meringkik galau dan alam menangis…

Angin membelai rambut sang Indian muda. Matanya dirimbang air mata, sebentar lagi terjatuh membasahi pipi dan dagunya mengaliri leher jenjang dan mengering lagi diserap Jiwa Manitou yang Agung.

Telinganya menangkap kembali sebuah bisikan seorang dara yang baru kemarin memberinya senyuman. Bahwa perjuangan ini tak mungkin tanpa akhir. Mimpi ini harus diwujudkan. Semua kebimbangan harus diakhiri. Tiada yang boleh menghentikan lari jaman tapi tak ada yang mampu menggeser keteguhan jiwa….

Harus ada yang diterima sebagai tamu masa namun Jiwa Renta tetap harus jadi tuan rumahnya.

Singapore – Juni 9, 2013
11:57pm

20130610-000628.jpg

KUCING MELAHIRKAN

??????????

Hari ini aku makan di Sate Wahab yang berlokasi di sebelah prapatan Sinta, Tangerang. Rasanya lumayan enak walau tak seenak beberapa tahun lalu ketika aku makan di sana bersama Eka. Bukan karena dengan siapa tapi lebih karena kondisi badanku sedang drop karena flu sehingga lidah tak mampu bekerja optimal merasai sate yang terkenal enaknya itu.

Setelah makan motor mengarah ke utara mau muter lagi ke kantor temanku. Belum mencapai 5 meter eh kulihat kucing warna hitam yang menurutku posisinya aneh. Tak mungkin seekor kucing membersihkan badan di badan jalan yang sangat ramai. Maka aku minta Lela untuk memberhentikan motor lalu aku turun.

Kucing melahirkan!!!

Duh Gusti, hatiku trenyuh tapi aku – jujur – agak jijik karena kucingnya kurap dan yang lebih bikin aku nggak tega adalah anak kucing sudah keluar satu dan emak kucing sedang membersihkan badannya, lalu keluar ari-arinya.

Lela meneriakkan saran “Miss, minta tolong bapak itu aja…!”

Aku segera memanggil tukang parkir Sate Wahab yang dengan segera mendekat. Seorang bapak-bapak menjewer kuping emak kucing untuk naik ke trotoar. Anaknya terseret… Maafkan aku, kucing-kucing…

Lalu aku minta mereka membawa kardus bekaas jika ada.

Seorang bapak membawa kardus bekas kemasan minuman Aqua. Lalu seorang lagi membawa selembar kertas koran dan memintaku menyorongkan bayi kucing dan ari-ari ke dalam kardus yang sudah ditempati oleh emak kucing.

Setelah keduanya masuk kardus, aku minta bapak-bapak itu menaikkan kardus berisi kucing-kucing itu ke bawah arcade sebelah kanan Sate Wahab karena hujan mulai menderas.

“Sehat ya, Mak, Nak…” kataku pada kucing-kucing itu.

“Makasih ya, Pak…” kataku pada bapak-bapak yang masih ada di situ.

Lalu aku dan Lela melanjutkan perjalanan.

Hatiku masih ternyuh. Masih kuingat sebuah mobil yang dengan sengaja mau menabrak kami (aku dan kucing), si pengemudi sambil melotot-lototkan matanya. Mungkin dia memberikan kode padaku untuk segera minggir. Aku tak tahu, jika aku tak di situ menjaga kucing-kucing itu, pengemudi itu pasti sudah melindasnya karena memang si kucing berbaring lemah tak berdaya di bekas cerukan jalan yang seperti bekas lindasan ban besar.

Aku berharap makin banyak orang yang peduli pada hewan yang ada di sekitarnya entah itu kucing, anjing, kelinci, dll….

Untuk kucing-kucing yang tadi kutemui dan kucing-kucing lain: semoga kalian bahagia dan sejahtera, sayang…

Ruko Liga Mas (kantor Lela); 4:55 sore

Foto adalah Sicily alias Ucil yang sudah tak terlihat lama dari rumahku karena (mungkin) sedang melahirkan

LELAKI, MENGAPA KAU LECEHKAN WANITA?

CRYING

Pelecehan seksual terjadi seperti orang meludah di negeriku

Baru-baru ini bocah RI dari Jakarta Timur meninggal karena demam tinggi setelah kemudian ditemukan infeksi karena luka dalam vagina hingga bagian dalam kewanitaannya. Kemudian baru sore ini kudengar seorang anak perempuan usia 4 tahun dilecehkan sejak lama oleh tetangga dan baru mengaku. Dan belum lama ini juga seorang wanita usi 23 tahun diperkosa secara brutal beramai-ramai di sebuah bis di India.

Lelaki…

Wahai, kaum lelaki

Di mana tanggung-jawabmu sebagai pelindung wanita dan anak-anak?

Sungguh sakit hati dan jiwaku

Menemukan tidak sedikit penyakit yang dialami oleh masyarakat

Apa gerangan yang membuat mereka begitu brutal menyalurkan nafsu amarah mereka?

Karena sang wanita melawan ketika akn diperkosa maka mereka makin beringas?

Bagaimana jika menurut? Apakah mereka tidak beringas?

Aku tak tahu apa yang harus kulakukan kecuali menyeru pada wanita.

Lindungi dirimu

Lindungi anak-anak perempuanmu

Karena banyak lelaki tak bisa lagi melindungi kita.

9 Januari 2013 – 5:32 sore

Rumah mungilku di bantaran Kali Cisadane

BUNDA JULIE

bunda julie

BUNDA JULIE

Aku mengenalnya di rumah lama

Multiply

Sekarang kami tetangga desa

Beliau di Blogspot

Saya di WordPress

Tak mengapa

Kami masih bisa saling menyapa

Walau tak bisa senyaman dulu kala…

Bunda Julie

Atau Tante Julie

Seorang ibu yang bersahaja

Dengan pengalaman hidup luar biasa

Menceritakan kepahitan dan manisnya

Bagai lairan sungai menuju segara

Terima kasih atas indahnya berbagi, Bunda…

Kukirim surel menyapanya

Menanyakan informasi yang kubutuhkan saat ini

Dan dia menyepaku dengan kehangatan seorang ibu

Belaiu sedang sakit

Parah

Dan dirawat

Dengan bantuan kawan-kawannya yang setia…

Sungguh

Kau seorang ibu yang baik hati

Masih tak kumengerti bagaimana lelaki itu meninggalkanmu

Justru di hari tua

Oh, mungkin dia mendapatkan yang muda dan masih bersinar

Tapi tahukah dia?

Nyala api abadi Bunda Julie tak pernah padam.

Selalu menyinari sekitar

Dua anak lelakinya yang selalu siap melindunginya

Keluarga besarnya yang selalu menemaninya

Sahabat di dunia nyata dan maya yang selalu menyayanginya…

Semangat ya, Bunda…

Tuhan menyayangimu

Memberikanmu kehidupan yang tak terbayangkan beratnya di kepalaku

Tapi sungguh membuatku terpesona dengan kekuatanmu.

Salamku, Bunda Julie…

Selalu sayangku padamu…

29 Desember 2012 – 2:38 siang

Rumah kecilku di bantaran Kali Cisadane

RESOLUSI 2013

WP_000054

Kiamat yang seperti dipikirkan berupa huru-hara tak berjalan sesuai ramalan maka resolusi menjadi hal yang cukup menarik untuk menyemai harapan.

Tahun 2013 adalah tahun yang penuh energi positif dimanapun aku berada. Cinta akan tiba dalam bentuk yang paling sesuai dengan kehidupanku saat ini. Keluarga dan sabahat makin memancarkan sinar kasihnya ke penjuru arah tujuanku. Kehidupan cita-citaku juga menjadi lentera bagiku dan orang-orang di sekitarku.

Tak ada yang tak mungkin dengan kekuatan positif yang selalu dipancarkan oleh jiwa. Kulakukan yang terbaik; jika bermanfaat bagi banyak manusia, kurela.

Oh Hidupku, ijabahlah doaku…

28 Desember 2012 – 9:09

Once Upon A Time When I Broke His Heart

WP_000016

24 hours
And he didn’t come home
Calls were shouted
“Man, please come to me. I miss you a lot.”
But no sign…
He didn’t think I was important.
He broke my heart.
Really.

36 hours
He gave me a ring.
“I’m coming. Do prepare, I miss home already. Don’t let me down.”
He knocked on the door.
I went out.
But three musketeers were before him.
They blocked his way home.
Those three delicate creatures were kinda telling me and him that we could not be together that day.

The light in his eyes faded
Like an electricity black out.
He scolded at me in his silence…
Then walked away.
Again he looked back staring at me full of hatred…
Then walked away.

That was just yesterday when I broke his heart.

This poem is for Bob Kucing that could not enter my house because of three cats sitting at the terrace, wanting to be fed by me. Oh, Bob please hold your jealousy. You are always my number one cat. The rest are just orphans needing our help. I love you, Bob Kucing… 🙂

December 25, 2012 – 11:18pm
My small hut at Cisadane river bank

Fyi, Bob went home then and ate with mounting jealousy though he he he…

SELAMAT HARI IBU

SELAMAT HARI IBU

IBUKU, IBUMU DAN IBU BUMI

 

 

22 Desember adalah Hari Ibu bagi Indonesia. Bagi yang mengingat dan terbawa oleh syahdunya tema hari ibu, mereka mengucapkan “Selamat Hari Ibu” kepada ibu baik langsung, melalui percakapan telepon, sms, BBM, status BB, status FB dan melalui tulisan baik di media massa maupun di blog pribadi semacam ini.

Ibu adalah manusia istimewa. Apakah karena melahirkan anak? Itu hanya salah satu alasan karena alasan melahirkan tidak otomatis menjadikan seorang wanita punya kualitas ibu. Ibu adalah seorang  perempuan yang memiliki sifat mengayomi, menyayangi dan yang lebih dahsyat lagi kualitas ibu adalah menerima dengan penuh keikhlashan atas apa yang dialami dalam hidup ini. Jadi bagi saya kata kunci ibu adalah menerima. Karenanya saya juga mengucapkan Selamat Hari Ibu kepada Ibu Bumi.

Ibu Bumi adalah simbol terbesar yang pernah kutemukan dalam hidupku. Di dalam frasa Ibu Bumi aku menemukan keikhlashan luar biasa. Ibu Bumi adalah wadah berukuran tak hingga dalam menampung keluh-kesah anak-anaknya yang tak pelak terdiri dari segala macam manusia yang renta dengan perjanjian jiwa yang tak kunjung habis kontraknya. Ibu Bumi senantiasa bersabar, menyuburkan cinta mengikuti kenakalan kanak-kanak dengan pandangan sayu penuh iba dan senyum tulus bersemburat pilu tapi tiada kejam.

Jika Ibu Bumi tak miliki wlas asih, anak-anak manusia ini akan berhamburan terbuang entah kemana. Tak ada tempat kembali, hanya bisa menari-nari mengambang di alam yang tak berdefinisi. Tanpa Ibu Bumi, akankah kita terlahir dalam keindahan tak bertepi? Tanpa Ibu Bumi, akankah kutemukan jati diri?

Selamat Hari Ibu, ibuku yang melahirkanku dan menjadi kawan dalam suka dan masalahku… Selamat Hari Ibu bagi ibumu yang kau puja sebagai dewi kehidupan dan kepada Ibu Bumi yang telah menjadi ibu dari segala ibu…

 

 

22 Desember 2012– 12:50 siang

Rumah mungilku di bantaran Kali Cisadaneibu bumi

KUPINTA DOAMU

 

DOA

 

Sahabat-sahabatku,

Saya minta doanya ya

Senin tanggal 19 November ini saya akan menghadiri wawancara masuk kerja.

Kerja di sebuah perusahaan yang pernah saya mimpikan dengan malu-malu.

Saya akan melakukan yang terbaik karena tak ada alasan untuk tidak melakukan yang terbaik

Dalam segala hal.

 

Sahabat-sahabatku,

Saya minta doanya ya

Dengan doamu yang tulus akan makin besar energy-ku untuk berbuat yang terbaik

Semoga yang kulakukan memberikan manfaat untuk banyak orang.

Amin…

 

Pintaku ini adalah ketulusanku

Sebagai bagian dari apa yang bisa kusampaikan,

Boleh kuungkapkan,

Berani kuteriakkan,

Itulah yang pantas kuaungkapkan…

 

Bagai buah apel

Yang digigit untuk sekedar membedakannya dari buah cherry.

Maka kali ini aku menjadi apel yang tergigit tapi demi membuktikan bahwa aku tak beracun.

 

Maka dengan ketulusanku, akan kulakukan yang terbaik…

Doamu…

Menjadi pendampingku…

 

Tulus sayangku padamu semua… Sahabatku.

 

 

Rumah mungilku di bantaran Kali Cisadane – 16 November 16, 2012 – 11:16 malam

SUMPAH PEMUDA ???

Aku tak merasakan semangat Sumpah Pemuda tahun ini.

Seperti kehilangan api yang seharusnya meretih abadi. Bahkan bunyinya pun seperti tinggal tulisan kabur di tembok penuh coretan graffiti.

Kutilik lagi hatiku. Layu. Tak ada warna merah di sana. Putih pun tak kutemukan. Yang ada kelabu, pembusukan sistematis. aku tak sudi begini. Harus kuperangi kelabu hatiku. Harus kugubah lagu menjadikannya tumbuh kembali: merah, putih dan segala warna yang hidup.

Harus kuraih lagi
Harus kucipta jalan perjalananku
Bukan kau atau kau
Akulah pencipta hidupku!

Teks berikut diunduh dari wikipedia
Sumpah Pemuda versi orisinal

Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoewa
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan

Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda di rumah kecilku di bantaran Kali Cisadane

28 Oktober 2012 – 4:03 sore

RUMAH BARU, RUMAH LAMA

RUMAH BARU, RUMAH LAMA

akhirnya hari ini http://rikejokanan.multiply.com berhasil saya tarik ke https://rikejokanan.wordpress.com dengan bantuan Mas Febriansyah Hidayat yang telah share metodanya di http://hidayat.febiansyah.name/2012/08/07/import-wordpress-rss-backup/ dan dengan sangat baik hati membantu saya mengunduh “perabot-perabot” di rumah lama saya ke mari. matur nuwun nggih, Mas…

saya belum begitu merasa homey di WP tapi setidaknya saya sudah punya rumah baru dengan berhasil membawa kenangan dari rumah lama saya yang sangat hangat dan lapang.

duh gusti, dalem nyuwun pangapunten menawi dalem ngremuki manah kawula piyambak… rasanya kok hati saya ini semacam mengalami patah hati skala sedang ketika menyadari benar-benar bahwa Multiply telah mendepak saya dari hangatnya pelukannya.

sungguh semoga rumah keduaku ini bertahan lama dengan bangunan yang lebih kokoh demi keamanan dan lebih hangat demi kenyamanan. dan, kupinta tetangga-tetangga yang ramah dan tulus… amin…

WP, please welcome me… MP, good bye…

ditulis di rumah kecilku di bantaran Kali Cisadane
Idul Adha, 26 Oktober 2012 – 11:22 pagi

HARI INI HARI BATIK

Tanggal 2 Oktober telah ditetapkan sebagai Hari Batik oleh pemerintah setelah UNESCO mengukuhkan batik kita sebagai kekayaan dunia dan seyogyanya kita menyokongnya dengan suka cita. Masih teringat bagaimana hingar-bingar pecinta batik kita berjuang dengan cara mereka sendiri ketika Malaysia mengklaim batik sebagai milik mereka.

Sekilas tentang batik
Batik adalah metode pembentukan motif pada media tertentu – awalnya hanya kain mori lalu berkembang hingga sekarang batik dapat diterapkan pada kulit, kayu, dll – dengan cara menutup bagian tertentu dengan lilin (malam) sebelum proses pewarnaan dilakukan. Awalnya batik memiliki motif tertentu yang dihubungkan dengan proses kontemplasi seniman batik pada jamannya yang biasanya menciptakan karyanya untuk kebutuhan kraton mengingat dulunya batik hanya bisa dijangkau oleh kaum ningrat. Maka terciptalah motif-motif batik seperti Wahyu Tumurun, Kawung, Klithik, Sido Mukti, Parang dengan berbagai variannya, Mega Mendung dll. Semua yang saya sebutkan adalah “batik pakem”
Di negeri kita ini hampir semua daerah utama memiliki batik dengan ciri khas tersendiri walaupun secara umum batik dibagi 2 kelompok besar: batik pesisiran (daerah pinggir laut) dan batik Jogja-Solo (pedalaman). Dua kelompok besar ini membuat khazanah batik Indonesia menjadi kaya luar biasa. Batik pesisiran biasanya menggunakan warna-warna terang dan aplikasi motif yang lebih ringan dan ceria serta menggambarkan objek secara gamblang dan nyata sedangkan batik pedalaman lebih didominasi oleh lebih banyak warna gelap yang lazim disebut sogan (coklat, hitam, kelabu) dan penggambaran objeknya lebih abstrak dan penuh simbol.

Batik Cirebonan adalah contoh batik pesisiran yang paling memasyarakat saat ini. Dengan warna yang gonjrengnya batik Cirebonan mampu menyelinap ke dalam hati para penggemar instan karena memungkinkan mereka untuk bergaya dengan batik secara lebih mudah. Ciri khas batik Cirebonan juga terletak pada objeknya: tanaman, burung-burung, langit berarak, matahari, dll dan satu lagi yaitu “tumpal”. Tumpal adalah aplikasi motif penyelaras di ujung kanan atau kiri kain yang biasanya diletakkan di depan ketika batik dipakai sebagai sarung.

Batik pedalaman atau Jogja-Solo lebih banyak bermain dengan simbol dan pemaparan ide secara abstrak dan mengedepankan kesan sakral dalam setiap motif pakemnya. Misalnya “jarik” Sido Mukti adalah ekspresi doa kebahagiaan, kemakmuran dan kelanggengan desainernya sehingga dipakailah batik ini sebagai salah satu pakaian pengantin. Sebaliknya batik bermotif Parang tidak direkomendasikan dikenakan dalam prosesi itu.

Proses dalam membatik
– memilih media
– memilih motif
– menggambar motif (mola)
– membatik (menutup bagian dengan lilin sesuai pola)
– mewarnai (nyelup)
– membuang lilin (nglorot) dengan cara merebus kain yang telah dicelup
– mengeringkan
– membersihkan batik dari sisa-sisa lilin yang menempel

Tidak terlalu sulit bukan? Tidak ada salahnya jika kita mau mencoba. Kalau ada waktu, silakan kunjungi Musium Tekstil di Jl. Karel Sasuit Tubun, Jakarta yang mengadakan kursus batik secara reguler. Anda akan bertemu dengan para seniman dan instruktur yang dengan suka rela berbagi ilmu, pengalaman dan kecintaan budaya.

Banyak istilah dalam dunia perbatikan yang mungkin tidak terlalu dikenal secara luas misalnya isen, semen, nitik, nyolet, dll. Namun itu bukan hal yang urgent bagi kita untuk mengetahuinya. Untuk saat ini mari kita mencintai dulu batik kita dengan cara memakainya baik setiap hari maupun pada acara-acara tertentu saja.

Kiranya tulisanku di Hari Batik ini cukuplah untuk memberikan penghargaan pada batik dan pelestarinya serta membagi sedikit pengetahuan bermanfaat.

Selamat Hari Batik
Mari pakai batik paling tidak sekali seumur hidup 🙂

Otw Blok M di Ekspres MC2636 – 7:45 pagi

JALAN LURUS INI

Berapa ratus kali dalam hidupku terderas ayat berisi Jalan Lurus ini? Shirotol mustaqim adalah konsep yang selama ini telah mengakar sebagai sebuah jalan yang sangat sulit dan kompleks membuat hidupku sangat berat. Jalan lurus adalah jalan yang jika tak ditempuh oleh orang yang benar maka akan tergelincir di jurang bernama neraka. Jalan yang terbentang setipis rambut dibelah tujuh dan setajam pisau berlian. Tak terbayangkan kecuali menimbulkan ketakutan.

Semakin saya telaah maka hasilnya hanya ketakutan dan penjauhan diri dari persyaratan-persyaratan demi keselamatan meniti jalan lurus itu. Hingga saya berjumpa dengan seseorang akhir pekan lalu.

Seorang wanita yang jika dia tak keberatan kuanggap sebagai salah satu dari guru-guru kehidupanku. Wanita sederhana yang jika orang bicara padanya maka meluncurlah deretan peluru-peluru penuh hikmah dari mulutnya.

Salah satunya adalah pemahamanku tentang Jalan Lurus.

“Jalan lurus itu ya jalan sederhana. Jalan yang nggak membingungkan kita. Lurus saja = sederhana saja. Jalan ini hanya perlu satu kemauan yaitu menjalani segalanya secara sederhana. Sederhana itu ya sederhana, simple nggak usah pusing-pusing. Sederhana dalam berpikir, menyederhanakan sama dengan menyempurnakan. Kau sederhanakan egomu maka sempurnalah pikirmu.”

Luar biasa!

Menyederhanakan.
Sedemikian rumitnya pikiranku dan menyederhanakannya adalah sebuah urgensi pribadi. Tidak ada orang lain yang bisa membantuku menyederhanakan pikiranku. Hanya aku dan aku saja.

Sederhana adalah kembali pada satu komponen terkecil yang sekecil kemampuan terkecilku yang kubutuhkan untuk memahami bahwa “segalanya hanya berdasarkan kesepakatan” maka jika tidak tercapai kesepakatan “jangan marah, diamlah dan nikmatilah hidupmu setiap detiknya”.

Hatiku tersentak dan tersentuh. Musik latar film masa kecilku “Little House in the Prairie” mengiringiku meneguhkan hati untuk menyederhanakan pikiran, tidak memperpanjangnya dengan emosi, menyempurnakannya dengan kemanusiaan. Sungguh kesederhanaan yang tak terlampaui rumitnya.

Jalan lurus adalah jalan sederhana.
Sesederhana keinginanku untuk tak peduli dengan apapun yang berbeda. Sesederhana kemauanku untuk berbahagia setiap saat. Sesederhana hari-hariku yang dimulai dengan ungkapan syukur dan ditutup dengan ungkapan syukur.

Jalan lurusku bukan jalan di mana sujud-sujud panjang menghitamkan dahi para pendoa, bukan jalan di mana dentingan koin emas merisaukan pada pensedekah, bukan jalan di mana rasa lapar dan dahaga ditaklukkan oleh para pelaku puasa. Jalan lurusku adalah sederhana saja: jangan marah dan maafkanlah…

Rumah kecil di bantaran Kali Cisadane
30September2012

Bob Is Always My Baby

Bob, a cat that I have adopted for the past four years, has been my dear. I consider him my dear son that I will take care of as long as he lives.

Now I am away and he is “home”. What I meant by home is that my maid is home and available for him for food and shelter.

I probably do not trust my maid 100% but I really don’t have alternative of what I should do to ensure that Bob is well fed and under shelter safely. I want the best for him when I am around as well as in absence of mine. How I love you, Bob.

I am watching “Rise of The Planet of the Apes” and my mind goes from where I am – Bogor – to Tangerang, Bob’s and my home. How human beings do so much for themselves by defying the life of other creatures. They manipulate other creatures’ life for the benefits of humans’ life. And, they never care that the other creatures actually have their right to survive the way each creature should do. A limit to protect themselves have evolved into human being’s greed to claim that the universe and what’s in it are theirs. By claiming what’s not theirs, human beings take control of every one with unlimited wish.

Whatever it is in my thought and feeling, I miss my cat, my adopted son. I love you, baby. Be strong and healthy. I am here with a heart full of love reaching you…

Bogor – September 29, 2012

RATU KEJAM ITU

Berkelana dari hati ke hati
Menilik mana hati yang sepi
Hati sepi bertahta kilau dunia
Maka bergeraklah dia
Membuai
Membujuk
Memuji
Mengukur kelemahannya
Merontokkan kilauannya
Satu per satu
Dan menendang semua sahabat
Mengusirinya
Demi duduk sendiri

Sungguh hati kosong itu
Makin kosong
Dijajah seorang ratu kejam
Yang bertahta di hati yang bukan miliknya dan
Berkuasa…

Untuk seorang teman yang agak aneh cara bertemannya
Cititel Midvalley – 24 September 2012

EMOTICON

EMOTICON

“Kalau 🙂 artinya apa sih, Ke?”
“Kalau :-* artinya apa sih, Ke?”
Paling tidak itu dua pertanyaan yang pernah membuat saya merasa bermanfaat untuk menerjemahkan emoticon untuk seorang mantan pacar saya yang pasti sekarang sudah mahir ber-emoticon karena tinggal pakai simbol di Blackberry messenger atau Whatsapp dia. Waktu itu saya merasa agak geli juga kok sekian lama pakai handphone nggak tahu “smiley” – emoticon disebut juga smiley.

Jaman segitu smiley lebih dikenal oleh para penulis pesan singkat (sms). Saking populernya smiley sampai-sampai sebuah majalah terbitan Lia – C’nS – mengulas topik ini dan dari situlah saya mengenal paling tidak 30 jenis simbol “emosi” untuk membantu saya mengekspresikan ide dan perasaan secara efektif dan efisien dalam sms saya. Terbukti efektif karena nggak perlu banyak ngetik yang dikhawatirkan mempercepat pembesaran jari jempol namun kurang terbukti efisiensinya karena komunikan di seberang sana belum tentu memahami emoticon kita; walhasil kadang saya harus mengulang pesan saya. Ya, kasusnya sama lah dengan pertanyaan yang saya terima dari mantan ha ha ha

Kenapa emoticon menjadi penting buat sebagian orang? Karena bahasa tulisan tak sering menyediakan latar emosi sehingga bisa diartikan sesuai suasana hati si pembaca dan bukan suasana hati penyampai pesan. Pernah saya menangkap kesan bias ketika seseorang mengisahkan email seseorang.

“… Udah gitu bahasa Enggrisnya kacau gitu. Kalau nggak bisa mbok yao nggak usah nulis…”

Jelas suasana hati pembaca kurang stabil karena seharusnya kemampuan berbahasa Enggris di Indonesia memang kurang merata kalau dibanding di Malaysia atau Singapura. Plus, inti dari tujuan berbahasa bukanlah berbahasa secara baik dan benar saja melainkan untuk berkomunikasi alias menyampaikan ide dan perasaan. Walau tata bahasamu amburadul dan diksimu acak-adut tapi pesanmu tersampaikan, ya namanya masih bagus. Nah, emoticon juga begitu… Kalau emoticon lucu tapi sebenernya bukan buat mewakili kelucuan melainkan kemarahan dan kemarahan orang tersebut tidak tersampaikan ya percuma saja lantaran komunikasi tidak berlaku.

Kembola kepada fungsi emoticon… Sebagai simbol perasaan, emoticon bisa ditambahkan jika seseorang tidak yakin kata-kata yang dipakainya cukup mewakili ide dan rasanya. Contoh:

“Hoi, lu kate ane anak kemaren sore? Lu kali monyet baru lahir… =))”

Nah tanda =)) berarti tertawa terbahak-bahak menandakan. Orang tersebut (semoga) bercanda. Contoh lain:

“Duh gusti… :-}”

Simbol :-} artinya sedang malu.

Ok, emoticon membantu kita mengkomunikasikan rasa dengan lebih mudah to? Ayo monggo dicoba pakai emoticon untuk mengungkap rasa dijamin isi email kalian dipenuhi endhas ngglundhung (kepala yang menggelinding, Bahasa Jawa)…

Di angkot menuju Gancit – ngantor
September 13, 2012

BOB

BOBPlease introduce my cat named Bob Kucing..
He is almost 5 years old and might have a lot of offsprings around my neighborhood.
He eats fish as main dish and cat bites for snack.
He spoils me with his purr and manipulates me with his sickness. Hey, he has space for fleas that I work on in my spare time.

He is an adorable cat at least for me. Have a look at his sleep…

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

JIKA TEMANKU PELANGI

JIKA TEMANKU PELANGI

Ketika seseorang membelimu

Dengan seporsi makanan enak dan segelas minuman segar

Dengan selembar voucher belanja

Dengan voucher handphone untuk tetap bisa bicara

Dengan ongkos taksi supaya kau bisa pulang malam

Apakah kau serta-merta menerimanya?

Aku tidak!

Aku tidak menerimanya.

Aku hanya menerima

Orang-orang

Yang membeliku dengan warna pelangi.

Pelangi di jiwaku:

Merahku memberanikan

Jinggaku menguatkan

Kuningku memenangkan

Hijauku menyegarkan

Biruku menenangkan

Nilaku menghargai

Unguku menghormati

Terima kasiku pada mereka

Kutinggalkan pembeli teman untuk kembali pada pelukis pelangi jiwaku.

Rumah kecil di tepi Kali Cisadane

8 Agustus 2012 – 4:26 sore

Foto dipinjam dari http://www.perutgendut.com/media/read/Pelangi-didalam-sebuah-kue/443

RINDU

RINDU

Apa sih sebenarnya yang menyebabkan rindu?

Ikatan antar jiwa kah?

Apa yang menyebabkan setiap jiwa terikat pada jiwa yang lain?

Adakah zat kimiawi yang menyebabkannya?

Atau inikah yang dinamakan spiritual?

Alangkah rumitnya rindu.

Rindu Bob Kucing

Phnom Penh, 17 Juli 2012 – 7:47 malam

Foto dipinjam dari http://www.fanpop.com/spots/maria-050801090907/images/27986990/title/miss-already-photo